Hashtag #bubarkanKPAI Jadi Menggema di Twitter

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 9 September 2019 10:40
Hashtag #bubarkanKPAI Jadi Menggema di Twitter
Tanda pagar ini menyeruak setelah PB Djarum menghentikan audisi beasiswa bulutangkis mulai tahun depan.

Dream – Polemik Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dengan PB Djarum menjadi sorotan warganet. Banyak respons sikap KPAI yang menuding PB Djarum melakukan eksploitasi anak melalui audisi bulutangkis.

Menurut KPAI, eksploitasi itu terjadi karena anak-anak harus mengenakan seragam berlogo Djarum Badminton Club yang identik dengan merek rokok. Karena tudingan itu, PB Djarum menghentikan audisi beasiswa bulutangkis mulai 2020.

“ [Audisi Umum 2019] Mulai tahun 2020 mendatang, pencarian bakat Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis resmi ditiadakan, dan tahun 2019 ini menjadi terakhir kalinya,” cuit PB Djarum.

 

 PB Djarum menghentikan audisi beasiswa bulutangkis per 2020.

1 dari 5 halaman

Warganet Tak Terima

Pernyataan ini membuat warganet meradang. Menurut mereka, KPAI bisa saja memadamkan semangat anak-anak Indonesia untuk berprestasi di bulutangkis.

Warganet beramai-ramai membuat unggahan Twitter dengan tanda pagar #bubarkanKPAI. Menurut pantauan Dream, hingga pukul 09.29, tanda pagar itu bertengger di posisi teratas Twitter.

 

 Hashtag Bubarkan KPAI

2 dari 5 halaman

Keberadaan KPAI Dipertanyakan

Banyak warganet yang kecewa karena merasa KPAI tak adil. Mereka juga mempertanyakan keberadaan KPAI saat anak-anak terpapar radikalisme. Malah, ada yang menyebut PB Djarum telah mencetak sederet pebulutangkis papan atas dan berhasil mengharumkan nama Indonesia.

“ Ratusan ribu, bahkan mungkin sudah jutaan anak terpapar faham khilafah anti-Pancasila dan radikalisme, namun lembaga @KPAI_official tak pernah membuat pernyataan resmi atau mengecam pernyataan resmi sekaligus meminta aparat hukum menutup ormas-ormas radikal tersebut,” cuit @kangdede78.

“ Atlit dicetak @PBDjarum: Liem Swiking, Haryanto Arbi, Alan B Kusuma, Minarti Timur, Sigit Budiarto, Enghian, M. Ahsan, Kevin Sanjaya. Medali: Thomas Cup, All England, Olimpiade. Cetak anak prestasi diprotes @lenteraanak_ @KPAI_official. Cetak anak jadi Teroris didiamkan, RT #bubarkanKPAI,” cuit @permadiaktivis.

Warganet juga meminta KPAI juga tidak setengah-setengah jika beralasan eksploitasi anak. Komisi ini juga diminta menghentikan sinetron yang ada pemeran anak-anak.

“ Mau fair, skalian aja jgn boleh sinetron dan film yg ada pemeran anaknya. Itu jg sama dg eksploitasi anak. Kalo mau ngawur skalian aja ngawurnya jangan setengah-setengah. #bubarkanKPAI,” cuti @Denmas_trie.

3 dari 5 halaman

PB Djarum 'Pamit', Apa Kata KPAI?

Dream – Pernyataan PB Djarum yang menghentikan audisi umum pelatihan bulutangkis per 2020 viral di media sosial. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) angkat bicara tentang pengumuman resmi PB Djarum.

“ Perlu kami sampaikan, KPAI tidak terbesit niat untuk menghentikan audisi,” kata Ketua KPAI, Susanto, di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Senin 9 Juli 2019.

Susanto mendukung pengembangan audisi serta pengembangan bakat dan minat anak di bidang bulutangkis terus berlajut. “ Agar prestasi anak terus tumbuh dan membanggakan Indonesia ke depan,” kata dia.

 

 

Sekadar informasi, PB Djarum menghentikan resmi audisi beasiswa bulutangkis mulai 2020. Hal ini diungkapkan di Twitter PB Djarum, @PBDjarum, pada 7 September 2019.

“ [Audisi Umum 2019] Mulai tahun 2020 mendatang, pencarian bakat Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis resmi ditiadakan, dan tahun 2019 ini menjadi terakhir kalinya,” cuit PB Djarum.

 Pengumuman PB Djarum

4 dari 5 halaman

Hanya Menjalankan Regulasi

Susanto melanjutkan KPAI keberatan dengan audisi bulu tangkis usia dini yang diselenggarakan PB Djarum karena menggunakan merk, logo, brand image produk tembakau.

" Karena telah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) 109 tahun 2012. Jadi peraturan pemerintah telah melarang,” kata dia.

Menurut Susanto, lembaga yang dipimpinnya itu hanya menjalankan peraturan pemerintah saja. " KPAI hanya menjalankan tugas agar peraturan tersebut ditaati oleh semua pihak," kata dia.

5 dari 5 halaman

Menpora: Tak Ada Eksploitasi

Menanggapi hal tersebut, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi menyebut tidak ada eksploitasi anak dalam audisi yang diselenggarakan PB Djarum. Imam justru mendukung audisi beasiswa bulutangkis terus berjalan.

“ Mestinya jalan terus, karena tak ada unsur eksploitasi anak. Bahkan audisi Djarum sudah melahirkan juara-juara dunia," tulis Imam, dikutip dari Facebooknya.

Imam mengatakan, Kemenpora akan segera mengeluarkan sikap resmi terkait 'pamitnya' PB Djarum menghentikan audisi bulu tangkis usia dini. " Kami buat sikap resmi Kemenpora setelah ini," kata dia.

Beri Komentar
Suasana Cair Roger Danuarta dan Ayah Cut Meyriska di Meja Makan