Ilmuwan Jepang Ciptakan Masker Unik dan Canggih, Bisa Nyala Ketika Pemakaian Terinfeksi Covid-19

Reporter : Sugiono
Minggu, 19 Desember 2021 15:02
Ilmuwan Jepang Ciptakan Masker Unik dan Canggih, Bisa Nyala Ketika Pemakaian Terinfeksi Covid-19
Nyala masker akan berangsur memudar serta viral load pasien menurun.

Dream - Sebuah tim ilmuwan di Jepang telah menciptakan prototipe filter masker yang unik dan canggih. Filter di dalam masker tersebut bisa bersinar di bawah sinar ultraviolet (UV).

Teknologi canggih dalam masker tersebut akan memudahkan tenaga kesehatan untuk melakukan penelusuran jejak virus COVID-19 jika pemakainya terinfeksi.

Para ilmuwan dari Universitas Prefektur Kyoto mengatakan bahwa masker yang mereka buat mengandung filter tambahan berupa cat fluorescent di dalam lapisannya.

1 dari 2 halaman

Ketika masker dilepas dan disemprot cat fluorescent yang mengandung antibodi, filter akan bersinar di bawah sinar UV yang menunjukkan adanya jejak virus COVID-19.

Menurut siaran pers dari universitas, tim ilmuwan mengembangkan metode ini dengan terlebih dahulu menyuntikkan virus COVID-19 yang tidak aktif ke burung unta betina.

Jejak virus Covid-19 di masker setelah disemprot cat mengandung antibodi.© Kyoto Prefectural University

Setelah itu, mereka mengekstrak antibodi - protein yang diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh sebagai respons terhadap bakteri dan virus - dari telur burung unta betina ini. Antibodi tersebut kemudian dicampur ke dalam cairan cat fluorescent.

2 dari 2 halaman

Berbicara kepada outlet berita Jepang Kyodo News, peneliti Yasuhiro Tsukamoto mengatakan bahwa ia melakukan eksperimen dengan 32 orang yang terinfeksi COVID-19 selama jangka waktu 10 hari.

Para peneliti menemukan bahwa masker yang dikenakan oleh 32 penguji ini bersinar terang di bawah sinar UV setelah disemprot cat fluorescent yang mengandung antibodi.

Tim yang dipimpin Tsukamoto juga mencatat bahwa cahaya fluorescent akan memudar seiring waktu saat pasien pulih dan viral load mereka menurun.

Tsukamoto akan melakukan uji coba masker berfilter tersebut pada 150 peserta, dan berharap mendapatkan lampu hijau dari pemerintah Jepang untuk menjual masker tersebut pada tahun 2022.

Sumber: Insider

Beri Komentar