Kisah Nintendo, Nyaris Bikin Smartphone Pertama di Dunia

Reporter : Alfi Salima Puteri
Jumat, 31 Desember 2021 11:46
Kisah Nintendo, Nyaris Bikin Smartphone Pertama di Dunia
PageBoy milik Nintendo dirilis pada 1998, beberapa tahun sebelum smartphone paling awal diluncurkan.

Dream - Konsep smartphone telah ada jauh sebelum Apple meluncurkan iPhone. Sebelumnya, banyak orang sudah menggunakan perangkat PDA yang dianggap sebagai pendahulu smartphone. Namun sebenarnya Nintendo pernah berpikir selangkah lebih maju.

Dilansir dari Ubergizmo, Senin, 27 Desember 2021, menurut Liam Robertson, seorang sejarawan, peneliti, dan jurnalis video game, ia menemukan iklan Nintendo dari tahun 1990-an yang mengungkapkan bahwa perusahaan tersebut sedang mengerjakan aksesori tambahan untuk Game Boy Color.

Aksesori ini dikenal sebagai PageBoy, dan ketika digunakan dengan Game Boy Color akan memberikannya kemampuan seperti smartphone.

PageBoy mampu terkoneksi ke internet di mana pengguna dapat membaca berita, majalah, melihat laporan cuaca, menonton televisi, dan mengirim pesan kepada pemilik PageBoy lainnya.

1 dari 3 halaman

Secara sederhana teknologi yang digunakan itu hampir sama dengan sistem pager, itulah sebabnya perusahaan memilih untuk menyebutnya PageBoy.

PageBoy dirilis pada tahun 1998, beberapa tahun sebelum smartphone paling awal memasuki pasar.

Namun, perusahaan berhenti meluncurkannya secara publik karena menurut Robertson, teknologi komunikasi di balik PageBoy hanya dapat digunakan di bagian dunia tertentu.

Nintendo menginginkan perangkatnya mampu digunakan di bagian dunia mana saja, bukan hanya pasar tertentu.

Seandainya mereka meluncurkan PageBoy, Nintendo akan menjadi salah satu perusahaan pertama yang meluncurkan smartphone.

2 dari 3 halaman

Masih Tersegel, Salinan Game Super Mario Laku Rp22 Miliar

Dream – Satu unit salinan Super Mario 64 yang masih tersegel laku senilai US$1,56 juta atau sekitar Rp22,6 miliar di sebuah acara pelelangan. Penjualan ini menjadikan kopi gim Mario Bross menjadi koleksi termahal sepanjang sejarah.

Dikutip dari sea.ign.com, Selasa 12 Juli 2021, salinan gim SUper Mario ini laku di Heritage Auctions. Nilai penjualannya melampaui rekor yang dicetak oleh salinan game NES “ The Legend of Zelda” yang terjual senilai US$870 ribu (Rp12,6 miliar).

Sekadar informasi, salinan The Legend of Zelda memiliki rating Wata 9.0 A, sedangkan Super Mario 64 Wata 9,8 A++.

Sertifikat Wata ini membuktikan nilai “ harta” sebuah video game. Sertifikat ini juga bisa memberikan kepercayaan diri bagi pembeli dalam bertransaksi. Rating 9,8 A++ ini berarti mirip dengan kondisi baru. Sedangkan skor sempurna dari sebuah salinan game adalah 10.0.

Menurut deskiripsi Heritage Auctions, game petualang Super Mario in merupakan gim 3D pertama. “ Kami hanya memiliki sebuah saran: jangan melewatkan sebuah kesempatan.”

Lelang Nintendo memang tidak main-main. Pada April 2021, salinan Super Mario Bross laku senilai US$660 ribu (Rp9,56 miliar) dan purwarupa Nintendo PlayStation terjual US$360 ribu (Rp5,21 miliar).

3 dari 3 halaman

Bangun Akun Karakter Gim Rp18,3 Miliar, Eh Dijual Teman Rp9 Juta

Dream - Pemain gim asal China, Lu Mou ini mungkin merasakan kesal tak terhingga. Dia merugi lantaran akun karakter gim Justice Online yang dibuatnya dengan uang senilai Rp18,3 miliar terjual dengan harga sangat rendah.

Dilaporkan Mashable Asia, teman Lu, Li Mouscheng membuat kesalahan dengan mendaftarkan karakter akun di marketplace NEtEase. Li menjual akun tersebut dengan kondisi kepala yang pusing.

Akun yang bernilai miliaran rupiah itu dijual dengan harga sangat murah, Rp9 juta.

Lu membawa kasus ini ke pengadilan. Para pengadil memutuskan Li harus mengembalikan karakter ke Lu dan mengganti rugi ke pemilik akun dengan uang sebesar Rp180 juta.

Selain menyelesaikan kepemilikan akun gim, pengadilan juga memperingatkan Lu dan teman-temannya agar tak menghabiskan waktu terlalu banyak dengan bermain gim.

Meningkatnya pemain gim membuat pemerintah China mengeluarkan kebijakan. Anak-anak yang berumur di bawah 18 tahun hanya boleh bermain gim maksimal 90 menit per hari selama sepekan.

Selama sepekan atau berlibur, kanak-kanak di China tidak diizinkan bermain lebih dari 270 menit. Mereka juga tak dizinkan menghabiskan uang sebesar Rp400 ribu untuk gim.

Beri Komentar