Traffic Selular Saat Lebaran 2020 Diprediksi Melonjak 40%

Reporter : Maulana Kautsar
Kamis, 9 April 2020 13:48
Traffic Selular Saat Lebaran 2020 Diprediksi Melonjak 40%
Johnny menilai bandwidth operator telepon seluler masih cukup.

Dream -  Kementerian Komunikasi dan informatika (Kominfo) memperkirakan bakal terjadi kenaikan traffic selular atau lalu lintas data saat musim lebaran hingga mencapai 40 persen. Prediksi itu didasarkan kebijakan bekerja di rumah sebagai upaya untuk memutus mata rantai penularan Covid-19.

" Kami juga saat ini sedang bekerja bersama-sama dengan operator seluler untuk mengantisipasi pada saat kenaikan trafik yang besar di hari bulan Ramadhan dan hari raya Idul Fitri nanti kemungkinan kenaikan trafik antara 30 sampai 40 persen," ujar Menteri Kominfo Johnny G. Plate di Jakarta, Rabu, 8 Maret 2020.

Apabila dianalisa lebih lanjut, kenaikan tersebut meningkat 10 persen dari hari raya biasa. Meski begitu, Kominfo memastikan bahwa ketersediaan bandwidth dari operator seluler masih cukup.

Untuk saat ini pemerintah belum memikirkan untuk menambah ketersediaan broadband atau jangkauan frekuensi di Indonesia. Pemerintah tetap meminta kepada seluruh operator untuk tetap menjaga kualitas jaringan di tengah krisis pandemi ini.

" Kami juga bersama operator seluler memastikan terjaganya bandwidth yang cukup hingga saat ini Bandwidth. Kita belum ada kenaikan yang terlalu luar biasa, masih di dalam kendali dan kapasitas broadband yang tersedia," kata dia.

Di samping meminta operator menjaga jaringan, pemerintah juga mengingatkan pada masyarakat untuk bijak dalam menggunakan internet. Salah satu yang paling ditekankannya yakni tidak menyebar atau memproduksi hoaks.

" Kami juga menyampaikan dan berharap pada masyarakat agar menggunakan ruang digital kita secara sehat, secara cerdas, dan secara bermanfaat," ucap dia.

Sebelumnya dalam rapat virtual dengan Komisi I DPR RI, Selasa, Kemenkominfo menyatakan peningkatan arus lalu lintas selama periode bekerja di rumah masih berada dalam kapasitas penyedia operator seluler.

Adapun peningkatan selama periode ini terjadi kenaikan lima hingga sepuluh persen dan itu pun jauh dari kenaikan lalu lintas data pada saat lebaran tahun lalu yang mencapai 20 hingga 30 persen.

1 dari 4 halaman

Pemerintah Malaysia Gratiskan Akses Internet Selama Lockdown

Dream - Pemerintah Malaysia dan perusahaan telekomunikasi akan menyediakan internet gratis selama periode Perintah untuk Mengontrol Pergerakan (MCO) mulai 1 April 2020 mendatang.

Perdana Menteri Malaysia, Sri Muhyiddin Yassin mengatakan pemerintah telah mengalokasikan anggaran 600 juta ringgit dalam Paket Stimulus Ekonomi Rakyat Prihatin untuk inisiatif ini.

“ Untuk industri telekomunikasi dan multimedia, beberapa paket khusus akan diperkenalkan dengan kerjasama perusahaan layanan telekomunikasi," ujar Muhyiddin, Jumat, 27 Maret 2020.

“ Di antara paket yang akan diperkenalkan adalah penggunaan data internet gratis untuk semua pelanggan yang dihargai selama periode MCO sebesar 600 juta ringgit mulai 1 April," kata dia, dilaporkan New Straits Times.

" Terlepas dari itu, tambahan 400 juta ringgit akan diinvestasikan untuk meningkatkan jangkauan jaringan dan kemampuan untuk menyediakan jaringan telekomunikasi dengan ketersediaan dan kualitas tinggi," kata dia.

2 dari 4 halaman

Potongan untuk Tagihan Listrik

Pemerintah juga telah menyisihkan 530 juta ringgit untuk memberikan diskon 15 persen dan 50 persen untuk tagihan listrik dengan batas maksimum 600 kilowatt per bulan.

Jumlah tersebut, kata Muhyiddin, adalah jumlah tambahan untuk ketentuan 500 juta ringgit yang diumumkan selama stimulus ekonomi berupa diskon 15 persen untuk tagihan listrik di sektor pariwisata dan dua persen diskon (dalam tagihan listrik) untuk komersial, industri, pertanian dan rumah tangga di Semenanjung mulai 1 April 2020.

“ Diskon 50 persen (tagihan listrik) untuk penggunaan listrik di bawah 200 kilowatt, 25 persen untuk penggunaan listrik dari 201 hingga 300 kilowatt dan 15 persen untuk penggunaan dari 301 hingga 600 kilowatt," ujar dia.

“ Diskon ini akan berlaku untuk periode enam bulan ke depan. Sementara itu, diskon dua persen (untuk tagihan listrik untuk sektor-sektor yang terlibat diumumkan dalam paket stimulus ekonomi sebelumnya) dapat terus dinikmati oleh semua rumah tangga," ucap dia.

3 dari 4 halaman

Wabah Covid-19 Melonjak, Malaysia Lockdown Mulai 18 Maret

Dream - Malaysia memutuskan untuk mengunci wilayahnya sejak 18 Maret hingga 31 Maret 2020. Keputusan itu dibuat karena lonjakan pasien yang positif virus corona.

" Kerajaan memandang serius situasi ancaman virus berbahaya ini terutama perkembangan gelombang kedua. Kerajaan berupaya mencegah penularan baru wabah ini yang dikhawatirkan menjangkiti masyarakat ramai," tulis Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yassin, diakses Selasa, 17 Maret 2020.

Yassin mengatakan, terjadi lonjakan pesat pasien yang positif virus corona. Pada Minggu, jumlah pasien positif mencapai 190 orang, sementara pada Senin, 125 orang dinyatakan positif.

Dengan penambahan itu, sejak Senin, 16 Maret 2020, pasien dengan Covid-19 mencapai 553 orang, dengan 42 diantaranya dinyatakan pulih.

Selain lockdown, Malaysia juga melarang pergerakan dan berkumpul di keramaian. Termasuk aktivitas keagamaan, hiburan dan sosial, dan budaya.

" Untuk menguatkan larangan ini semua rumah peribadahan dan pusat bisnis harus tutup, kecuali mal, pasar, kedai, dan toko kelontong yang menjual barang kebutuhan sehari-hari," tulis dia.

4 dari 4 halaman

Kantor Pelayanan Publik Tetap Buka

Yassin juga meminta umat Islam menangguhkan aktivitas keagamaan di masjid dan surau, termasuk sholat Jumat.

Imbauan kedua yaitu, membatasi seluruh perjalanan warga Malaysia ke luar negeri. Selain itu, bagi warga yang baru saja pulang dari luar negeri, diminta untuk menjalani karantina mandiri.

Malaysia juga membatasi masuknya wisatawan mancanegara ke wilayahnya.

Selain menutup akses, Malaysia juga menutup seluruh akses lembaga pendidikan dari tingkat dasar, madrasah hingga perguruan tinggi.

Meski begitu, beberapa kantor pelayanan penting negara masih dibuka. Kantor tersebut terutama mengurusi, kebutuhan air, listrik, telekomunikasi, keamanan, perbankan, kesehatan, penjara, pelabuhan, bandar udara, hingga konsumsi.

" Saya sadar bahwa saudara-saudara mungkin merasakan bahwa tindakan yang diambil oleh kerajaan ini menimbulkan kesulitan dan kesukaran untuk saudara-saudari menjalani kehidupan harian. Tetapi, tindakan ini harus diambil untuk membendung penularan wabah Covid-19 yang mungkin merenggut nyawa warga negara ini," kata dia.

Beri Komentar
Wajib Tahu! Ini Kiat Merawat Kulit Anak Agar Sehat dan Halus