Langkah Berani Nokia 4.2 Pasang Google Assistant

Reporter : Maulana Kautsar
Rabu, 8 Mei 2019 17:02
Langkah Berani Nokia 4.2 Pasang Google Assistant
Mengapa?

Dream – Inovasi ponsel bergerak maju. Sejumlah pabrikan membuat layar ponsel sebagai pengendali. Tujuannya agar memperkecil penggunaan tombol.

Tapi, rumus itu tak berlaku bagi Nokia. Rilisan ponsel baru Nokia, Nokia 4.2 muncul dengan tombol Google Assistant.

Head of Marketing HMD Global Indonesia, Miranda Warokka, mengatakan, meski tak bisa memastikan alasan tombol yang muncul, kebutuhan tombol itu untuk membantu edukasi publik.

" Mungkin R&D (Reseach and Development) kami melihat ada kebutuhan untuk mengakses cepat (Google Assistant)," ucap Miranda di Sahid Sudirman Center, Jakarta Pusat, Selasa, 7 Mei 2019.

Akses Google Assistant yang diandalkan Nokia terdengar aneh. Di saat pabrikan ponsel lain menggembar-gemborkan keunggulan layar, kamera, dan baterai.

Miranda menyebut peran Nokia ingin mengedukasi publik teknologi Tanah Air.

" Orang Indonesia perlu dikasih tahu, behaviour (orang Indonesia) kan sulit membaca tapi mendengar bisa. Nah, ini lho ponsel Nokia (bisa didengar)," kata dia.

1 dari 1 halaman

Bantu Masyarakat Saat Mengemudi

Dengan tombol itu Nokia mengklaim dapat membantu masyarakat untuk mendapat bantuan ketika mengemudi.

Pengguna tinggal menelan tombol dan mengucapkan petunjuk yang diinginkan melalui microphone hands-free.

" Kami percaya tombol Google Assistant khusus di Nokia 4.2 ini akan membantu penggunanya tetap produktif ketika melakukan hal-hal lain," kata dia.

Fitur andalan sistem operasi juga terasa pada penyematan Android One. Dengan artificial intelligence (AI) miliknya, Nokia ingin mengatasi 'kekurangan' pada baterai yang hanya mencapai 3.000 mAh.

Nokia mengandalkan fitur Adaptive Battery. Fitur ini untuk membatasi penggunaan baterai pada aplikasi yang jarang digunakan.

Selain itu, Nokia juga ingin mengajak pengguna waspada pada sejumlah kasus pencurian data melalui aplikasi di Google Play.

Fitur Google Play Protect diandalkan untuk memindai lebih dari 50 miliar aplikasi per harinya untuk menjaga keamanan ponsel ini.

Miranda menyebut sebagai merek lama, ponsel ini akan di tempatkan sebagai ponsel kelas menengah. Konsumen berusia 18 hingga 35 tahun akan menjadi target penjualannya. (ism)

Beri Komentar
Mengharukan, Reaksi Gempi Dengar Gading dan Gisel Tidur Bareng Lagi