Pembaruan Palsu Berkedok Samsung Tipu 10 Juta Pengguna

Reporter : Maulana Kautsar
Senin, 8 Juli 2019 16:46
Pembaruan Palsu Berkedok Samsung Tipu 10 Juta Pengguna
Hati-hati saat memperbarui sistem.

Dream - Sebanyak 10 juta pengguna aplikasi Samsung tertipu pembaruan firmware yang muncul di Google Play Store.

Meski tampak meyakinkan, dilaporkan ZDNet, aplikasi itu sesungguhnya mengarahkan pengguna ke laman yang dipenuhi iklan dan biaya untuk unduhan firmware.

" Saya telah menghubungi Google Play Store dan meminta mereka mempertimbangkan untuk menghapus aplikasi ini," kata analis malware di CSIS Security Group, Aleksejs Kuprins.

Aleksejs mengatakan, aplikasi ini mengambil keuntungan sulitnya mendapatkan firmware dan pembaruan sistem operasi untuk ponsel Samsung.

" Vendor kerap membuat paket sistem operasi Android dengan sejumlah perangkat lunak yang mengintimidasi, dan itu dapat dengan mudah membingungkan," ucap dia.

" Seorang pengguna dapat merasa kebingungan mengenai prosedur pembaruan (sistem). Mereka yang bingung dapat membuat kesalahan dengan pergi ke toko aplikasi resmi (Google Play Store) untuk mencari pembaruan sistem," ujar dia.

 

1 dari 5 halaman

Bukan Malware, Hanya Aplikasi Penipu

Aplikasi yang tidak memiliki afiliasi dengan Samsung itu hanya memuat domain updato[.]com di komponen WebView (browser Android). Dari ulasan aplikasi, orang dapat melihat ratusan pengguna mengeluh situs tersebut dipenuhi iklan.

Situs ini memang menawarkan pembaruan firmware Samsung gratis dan berbayar (sah), namun setelah menggali kode sumber aplikasi, Kuprins mengatakan situs web membatasi kecepatan unduhan gratis hingga 56 KBps.

 Ingin Komputer Terhindar Malware? Ini Caranya...

" Selama pengujian, kami juga telah mengamati bahwa unduhan tidak selesai, bahkan ketika menggunakan jaringan internet kencang," kata dia.

Aplikasi itu meminta pengguna membeli paket premium seharga US$ 34,99. Demikian pula, aplikasi ini juga menawarkan layanan membuka kunci kartu SIM US$ 19,99. Tetapi, tidak jelas fungsi dari aplikasi tersebut.

Secara keseluruhan, aplikasi ini bukan malware, namun penipuan. " Ketika aplikasi terbuka, aplikasi itu memang menampilkan banyak iklan," ucap dia. (ism)

2 dari 5 halaman

Waspada Penipuan Berkedok Pendaftaran SMS Notifikasi

Dream – Belakangan ini, ada penipuan berkedok pendaftaran layanan SMS Noitifikasi melalui komunikasi telepon. Penipuan ini akan “ memaksa” nasabah PT Bank Negara Indonesia Tbk (Persero)/BNI untuk mendaftarkan nomor teleponnya.

Padahal, untuk mendaftar SMS notifikasi, nasabah hanya bisa melakukannya di kantor cabang BNI. Pihak bank tak pernah berkomunikasi via telepon.

Sekretaris Perusahaan BNI, Ryan Kiryanto, mengatakan pihaknya tak pernah memiliki program atau paket pendaftaran layanan SMS Notifikasi melalui komunikasi telepon.

" Untuk mendapatkan layanan SMS Notifikasi, nasabah perlu melakukan pendaftaran melalui Cabang BNI terdekat," kata Ryan, dikutip dari Liputan6.com, Kamis 6 Desember 2018.

Menurut Ryan, bank pelat merah ini tak pernah meminta data kartu debit bank, seperti 16 digit VCN, 3 digit CVC, dan valid thru.

" BNI juga tak pernah meminta nasabah untuk menyampaikan BNI Debit Online (VCN), baik melalui media telepon, SMS, email, ataupun media komunikasi lainnnya," kata dia.

3 dari 5 halaman

Jaga Keamanan Data

Ryan meminta nasabah untuk menjaga keamanan data pribadi. Dengan begitu, rekening tidak kebobolan.

Berikut ini adalah caranya.

  1. Jaga selalu kerahasiaan data Anda seperti Data VCN, PIN/ Password Transaksi, Informasi Saldo Rekening.
  2. Jangan menyampaikan data tersebut ke pihak tidak berwenang termasuk petugas BNI.
  3. Jika informasi data tersebut diketahui oleh pihak yang tidak berwenang, konsekuensi bagi nasabah adalah data tersebut dapat disalahgunakan.
  4. Mengganti password atau PIN secara reguler untuk menghindari penyalahgunaan pihak yang tidak bertanggung jawab

4 dari 5 halaman

Bunyi Pesan Berantai Berisi Penipuan Mengatasnamakan Pegawai BNI

Sebelumnya, tersebar melalui aplikasi pesan bahwa marak terjadi penipuan yang mengatasnamakan pegawai BNI. Penipuan tersebut cukup canggih karena hanya melalui telepon saja maka oknum penipu bisa menguras isi rekening.

Berikut petikan pesan berantai tersebut:

hati" penipuan dan pencurian uang semakin canggih lewat IT cyber.

Siang tgl 1 desember 2018 sy ditelp,

#" selamat siang ini dg ibu Dhasvianty,

#betul ini sy, ini dari mana?

# sy dari pihak bank BNI memberitahukan bahwa peraturan terbaru dari bank BNI bahwa setiap transaksi melalui sms bangking ibu kan dipotong Rp. 550?

#sy jwb betul

#ibu untuk peraturan terbaru dari BNI untuk transaksi sms bangking BNI ke 3346 dipotong 150rb/bln, apakah ibu bersedia

#sy jawab tidak bersedia

#baik ibu sy akan membantu ibu untuk melakukan registrasi ke 3346, tolong ibu ketik REQ VCN ke 3346.

#sy berpikir 3346 memang no resmi dari pihak Bank BNI yg sy biasa pakai berarti aman n sy ketik, muncul pemberitahuan dari 3346 sms bangking, ada angka2 tapi tidak sy beritahu ke pihak penipu

# bu registrasi sy cek dikomputer gagal,spy ibu tidak kena tarif baru 150rb/bln tolong ibu ketik TRF dengan angka2 sekian

#sy mulai curiga n sy bertanya, mas setau sy tg namanya TRF itu artinya transfer

#dia jawab bukan bu, TRF itu TARIF

#sy ketik lah TRF dg angka sekian2, muncul balasan sms banking bahwa benar itu transfer n kl sy setuju sy harus ketik 2 angka pin atm, sy sadar n tdk mau ketik pin, sy langsung tutup telp n cek saldo masih tetap tdk berkurang, sy lega n tidur ngeloni sikecil

#2 jam kemudian sy kaget dapat pemberitahuan dari sms bangking bahwa uang sy dibank ditarik 4x transaksi sampai ludes

#sy bingung kok bisa padahal sy tdk ada sama sekali memberitahukan no pin, no rekening dan nomor2 yg lain

#dan ternyata menurut pihak bank tadi siang ketika sy hanya ketik REQ VCN, penipu yg memang ahli IT sudah meretas tabungan sy dibank BNI, bahkan sy dilarang mengisi saldo lagi ditabungan no rekening yg sama krn penipu itu masih bisa mengambil uang sy dibank, krn penipu telah membuat kartu ganda atm sy dg nomor atm yg baru,

#dari pihak bank memberitahu bahwa ini model penipuan terbaru n tercanggih saat ini

#bahkan seminggu yg lalu adik dari pegawai bank BNI tabungannya jg dikuras 46juta, dan 2 karyawan bank BNI sendiri jg tabungannya dikuras 15jt dan 20jt

#pegawai bank tadi menjelaskan ke sy sambil menangis krn baru jg adiknya 1 rmh mengalami apa yg sy alami

#tolong ya ibu beritahu/ceritakan modus terbaru penipuan ini ke semua teman2, saudara2 ibu, semua sahabat n tetangga, agar jgn ada korban lagi

#kami pihak bank sudah berusaha mengamankan rekening dan data nasabah tapi yg namanya pihak penipu akan terus menciptakan teknologi terbaru spy bisa meretas, mencuri n menipu uang nasabah direkening bank.

#+6282133336454 ini no hp penipu itu n sampai sekarang masih aktif bahkan kemaren sore sy telp masih diangkat dan ketawa2 dan sy sms masih aktif.jadilah semakin banyak korbannya.

Sebagai peringatan!

Tidak ada bank yg resmi, dimanapun yg menelpon kpd nasabahnya.Dimana-mana bank selalu pasif, tidak mau telpon duluan. Selalu menunggu nasabah datang mengurus, kecuali sistem pelayanan online. Khususnya ada trouble cartu credit , cartu atm.

Itu ada peraturannya di buku tabungan dan di lembar pengisian aplikasi.

#Copas_semoga berguna


(Sumber: Liputan6.com/Nurmayanti)

5 dari 5 halaman

Duh, 128 Orang Jadi Korban Penipuan Modus Rekrutmen KAI

Dream - Malang betul nasib 128 orang yang tertipu dan 'terlantar' di Stasiun Gambir, pada 11 November 2018 kemarin. Mereka merupakan korban penipuan bermodus rekrutmen PT Kereta Api Indonesia (Persero)/KAI.

Senior Manager Humas KAI Daerah Operasional I Jakarta, Edy Kuswoyo, mengatakan korban diimingi berangkat untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan calon pegawai KAI di Yogyakarta. Mereka harus membayar uang Rp5 juta-Rp20 juta untuk bisa mengikuti pelatihan tersebut.

" Para korban penipuan diamankan oleh petugas keamanan Stasiun Gambir karena kedapatan menggunakan tiket palsu untuk keberangkatan KA Argo Lawu 11 November 2018 pukul 20.15 WIB," kata Edy di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Senin 12 November 2018.

Ia menegaskan KAI mengumumkan rekrutmen resmi melalui situs perusahaan, yaitu https://recruitment.kai.id. Segala proses rekrutmen tidak membebankan biaya apa pun kepada peserta seleksi, termasuk uang muka dan uang tanda jadi.

" Oleh karena itu, manajemen PT KAI mengimbau kepada masyarakat untuk waspada atas segala upaya penipuan yang memanfaatkan momen perekrutan pegawai PT KAI," kata dia.

Edy juga meminta masyarakat untuk lebih jeli dan teliti kalau mendapatkan pesan pengumuman rekrutmen. Dia juga meminta masyarakat untuk tidak menyebar berita palsu tentang rekrutmen KAI. Hal ini bertujuan agar terhindar dari penipuan yang dibuat oleh oknum.

" Jangan mudah tertarik dan waspada akan segala bentuk kemudahan yang ditawarkan untuk menjadi pegawai dari oknum yang mengatasnamakan PT KAI," kata dia.

Beri Komentar
4 Januari, Hari Bahagia dan Paling Sedih Rizky Febian