Facebook Bakal Ganti Nama

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 21 Oktober 2021 13:12
Facebook Bakal Ganti Nama
Namanya jadi apa, ya?

Dream – Facebook berencana mengganti nama perusahaan minggu depan. Menurut seorang sumber, rebranding ini bertujuan untuk merefleksikan fokusnya dalam membangun metaverse.

Dikutip dari The Verge, Kamis 21 Oktober 2021, perubahan nama ini akan dibicarakan dalam konferensi Connect perusahaan pada 28 Oktober 2021. Pengumuman ini bertujuan untuk menandakan ambisi perusahaan yang ingin menampilkan kesan lebih dari media sosial.

Perubahan brand ini memungkinkan posisi Facebook berada di bawah induk yang mengawasi grup seperti Instagram, WhatsApp, Oculus, dan lain-lain.

Menanggapi rumor tersebut, juru bicara Facebook enggan berkomentar.

1 dari 6 halaman

Jadi Apa, ya?

Sekadar informasi, Facebook kini punya lebih dari 10 ribu karyawan yang membangun piranti keras seperti kacamata virtual realirty yang nanti akan tersedia di mana-mana, seperti smartphone.

“ Kami akan bertransisi dari orang-orang yang melihat kami sebagai perusahaan media sosial menjadi metaverse,” kata Mark Zuckerberg kepada The Verge pada Juli 2021.

Facebook enggan membocorkan nama perusahaan yang baru. Diduga perusahaan ini akan berganti nama menjadi sesuatu yang berhubungan dengan Horizon. Ya, Horizon merupakan game virtual reality yang dikembangkan Facebook.

© Dream
2 dari 6 halaman

Bukan Perusahaan yang Pertama

Facebook bukanlah perusahaan teknologi pertama yang mengubah nama perusahaannya. Pada 2015, Google melakukan reorganisasi sepenuhnya di bawah perusahaan induk bernama Alpahbet Inc.

Ini memberikan tanda bahwa perusahaan tak hanya lagi sekadar mesin pencari, tetapi juga konglomerasi dengan perusahaan yang membuat mobil tanpa pengemudi dan teknologi kesehatan.

Kemudian, ada juga Snapchat yang berubah nama menjadi Snap Inc., pada 2016. Perusahaan ini menyebut dirinya sendiri sebagai perusahaan kamera dan mulai debut dengan sepasang kacamata kamera Spectacles.

3 dari 6 halaman

Geger Klaim 1,5 Miliar Data Pengguna Facebook Bocor Ketika Jaringan Down

Dream – Imbas terputusnya akses jaringan tiga platform sosial media raksasa dunia, Facebook, Instagram, dan WhatsApp, belum berakhir. Dikabarkan matinya akses Facebook Group ini telah membuat miliaran data pengguna bocor. 

Dikutip dari Gizchina, Kamis 7 Oktober 2021, Russian Privacy Affairs mengklaim menemukan penjualan 1,5 miliar data pengguna Facebook di sebuah forum hacker. Penjualan ini terjadi selama jaringan raksasa teknologi itu terganggu.

Data-data yang dijual ini tersebut termasuk pribadi karena berisi nama, alamat, alamat e-mail, dan nomor telepon. Sampai saat ini, belum ada pihak yang membuktikan kebenaran dari klaim Russian Privacy Affairs tersebut.

 

© Dream

 

Namun beberapa orang mengaku mencoba menelusuri kebenaran informasi itu dengan membeli data pengguna dari si penjual. Hasilnya diketahui penjual data pengguna Facebook itu palsu. Mereka sudah membayar senilai US$5 ribu (Rp71,14 juta), tapi tak mendapatkan apa-apa.

Kalau itu benar, ini juga akan jadi masalah besar bagi Facebook. Diprediksi daerah yang terdampak adalah pengguna dari Amerika Serikat, Kanada, Belanda, Italia, Perancis, dan negara-negara lainnya.

Lalu, apa yang harus dilakukan pengguna? Para pengguna platform Facebook sebaiknya rutin mengubah kata sandi dan informasi relevan lainnya untuk keamanan yang lebih baik.

© Dream
4 dari 6 halaman

Facebook, WhatsApp dan Instagram Tumbang 6 Jam Jadi Rekor Terparah

Dream – Tiga platform milik miliarder Mark Zuckerberg, Facebook, WhatsApp dan Instagram tak bisa dikases secara bersamaan pada Senin malam, 4 Oktober 2021. Dengan pengguna mencapai miliaran user, kendala ini membuat warganet menumpahkan keluhan mereka melalui Twitter.

Setelah hampir enam jam berlalu, akhirnya Facebook kembali mengumumkan jika platfrom mereka sudah dapat diakses kembali.

 

© Dream

 

 

" Kepada komunitas besar orang dan bisnis di seluruh dunia yang bergantung pada kami: kami minta maaf. Kami telah bekerja keras untuk memulihkan akses ke aplikasi dan layanan kami dan dengan senang hati melaporkan bahwa mereka telah kembali online sekarang. Terima kasih telah mendukung kami,"   kata Facebook.

5 dari 6 halaman

Kejadian Paling Parah

Ilustrasi© Pexels.com

Meski hal ini bukan yang pertama kali terjadi, namun tumbangkan tiga platform tersebut menjadi yang paling parah.

" Ini merupakan pemadaman terparah Facebook sejak tumbangnya layanan pada 2019 silam. Insiden membuat situs Facebook offline selama lebih dari 24 jam,"  kata The Verge dalam laporannya, dikutip dari Liputan6.com

Hal ini juga dirasakan oleh seluruh pengguna di seluruh dunia. Mulai dari negara di Eropa, Amerika Latin, Amerika Utara dan Asia.

 

© Dream
6 dari 6 halaman

Tumbang Bersamaan Pernah Terjadi Maret 2021

Sebelumnya, pada Maret 2021 hal yang sama juga pernah terjadi. Dimana Facebook, WhatsApp dan Instagram down secara bersamaan. Bahkan layanan Messenger juga mengalami kejadian serupa.

Saat itu, layanan Facebook tidak bisa di-refresh dan mengunggah pos. Namun, masalah tersebut hanya terjadi di sejumlah negara di Eropa, Autralia, Asia, Afrika dan Asia Tenggara.

 

(Sumber: Liputan6.com)

Beri Komentar