Status Decacorn Gojek Dipertanyakan, Sedikit di Bawah US$10 M?

Reporter : Maulana Kautsar
Selasa, 9 April 2019 10:44
Status Decacorn Gojek Dipertanyakan, Sedikit di Bawah US$10 M?
Per Januari 2019, valuasi Gojek dilaporkan US$9,5 miliar.

Dream - Pemberitaan mengenai capaian decacorn Gojek menghiasi laman media massa. Tetapi, capaian itu dipertanyakan oleh laman teknologi TechCrunch.

Jurnalis TechCrunch, Jon Russell, menyebut masuknya Gojek ke level decacorn masih prematur.

Jon yang mengutip sumber yang dekat dengan Gojek mengatakan, valuasi Gojek hanya sedikit di bawah US$ 10 miliar. Pada Januari 2019, Gojek disebut sudah memiliki valuasi sebesar US$9,5 miliar.

" Faktanya, jika kalian menggali masuk ke detail, jelas berita yang ditulis Bloomberg, dan sejumlah media yang menulis ulang laporan itu, sangat melenceng," tulis Jon.

Bloomberg mengutip perusahaan intelejen dan analitik yang bermarkas di New York, Amerika Serikat (AS), CB Insights. Perusahaan ini mencantumkan Gojek di antara 19 decacorn yang berada di muka bumi.

Tetapi, masih menurut laporan Techcrunch, laporan CB Insights mengenai nilai valuasi tersebut tak memiliki sumber.

1 dari 2 halaman

Dari Mana Datangnya Angka Itu?

Sebaliknya, CB Insights mendaftarkan Grab dengan nilai valuasi US$11 miliar. Meski baru-baru ini Grab baru saja mencapai nilai valuasi sebesar US$14 miliar, setelah investasi sebesar US$1,46 miliar dari SoftBank's Vision Fund.

" Tidak ada perusahaan yang secara resmi mengumumkan valuasi, namun angka dua perusahaan itu bocor ke media melalui sumber. Jadi, masih belum jelas mengapa CB Insights menggunakan angka yang tidak diverifikasi," tulisnya.

Jon menyatakan, manajemen Gojek belum memberikan komentar mengenai temuannya tersebut.

2 dari 2 halaman

Gojek Juga Baru Tahu Kabar Decacorn

Sebelumnya, manajemen Gojek juga mengaku tak tahu-menahu tentang kabar status perusahaannya telah masuk kategori decacorn karena bernilai US$ 10 miliar. 

Chief of Corporate Affairs PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek Indonesia), Nila Marita, mengaku baru mendengar kabar tersebut. Namun dia bersyukua jika ada lembaga yang menilai valuasi perusahaannya sudah pantas masuk decacorn.

“ Kami baru mendengar mengenai kabar tersebut dan bersyukur ada lembaga independen yang memvalidasi kesuksesan kami dalam meningkatkan nilai perusahaan, tanpa kami perlu membuat pengumuman,” kata Nila dikutip Dream dari Merdeka.com, Jumat 5 April 2019,  

Menurut Nila kinerja layanan platform on-demand GO-JEK tercermin dari semakin kuatnya minat dan kepercayaan investor terhadap misi, pertumbuhan serta dampak ekonomi dan sosial GO-JEK yang semakin besar dari waktu ke waktu.

" GO-JEK memiliki pangsa pasar tertinggi diantara penyedia layanan e-commerce dilihat dari rata-rata pengguna aktif aplikasi per minggu (Weekly Active Users), berdasarkan data dari sebuah platform global yang menganalisis penggunaan aplikasi mobile sedunia,” kata dia.

Jumlah Weekly Active Users GO-JEK bahkan 55 persen lebih tinggi dibandingkan dengan aplikasi sejenis di Indonesia, berdasarkan data dari platform analisa yang sama.

" GO-JEK bukan hanya berfokus untuk terus menjadi pilihan utama dan memberikan layanan terbaik bagi para pengguna di Indonesia, tetapi juga untuk membawa harum nama bangsa dengan menjadi pemain terdepan di pasar Asia Tenggara,” kata Nila.(Sah)

Beri Komentar
Wajah Tegar BCL Saat Antarkan Jenazah Ashraf Sinclair