IKEA Restoran dan Kafe Sudah Kantongi Sertifikat Halal MUI

Reporter :
Senin, 23 November 2020 07:12
IKEA Restoran dan Kafe Sudah Kantongi Sertifikat Halal MUI
Jadi, nggak perlu khawatir lagi.

Dream - Setelah enam tahun beroperasi di Indonesia, IKEA Restoran dan Kafe akhirnya resmi mendapat sertifikasi halal. Sertifikat halal dari Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) telah diterbitkan pada 21 Oktober 2020 sesuai keputusan Rapat Komisi Fatwa KUI.

IKEA Food Commercial Manager, Ririh Dibyono, berharap sertifikat halal IKEA Restoran dan Kafe akan membuat konsumen yang datang merasa aman dan nyaman dengan hidangan yang mereka santap. Sertifikasi juga menjadi bukti perusahaan memenuhi peraturan pemerintah UU Nomor. 33/2014 tentang Jaminan Produk Halal.

IKEA Indonesia© IKEA Indonesia

Saat ini sertifikasi halal IKEA Restoran dan Kafe berlaku untuk area restoran, food countwe, bistro, bakery, FIKA, dan restoran pegawai.

Jadi semua makanan dan minuman yang disajikan di area tersebut, baik untuk IKEA Alam Sutera maupun IKEA Sentul City sudah menerapkan sistem jaminan halal.

1 dari 5 halaman

Nggak perlu ragu lagi

Ikea Alam Sutera© Shutterstock

“ Indonesia merupakan negara yang mayoritas penduduknya adalah muslim dan kami sadar akan pentingnya mengonsumsi makanan halal. Oleh karena itu, sejak pertama kali beroperasi, IKEA Indonesia selalu menggunakan bahan baku bersertifikasi halal dalam memproduksi makanan yang kami sajikan," ucap ujar Ririh, lewat keterangannya pada Jumat, 20 November 2020.

IKEA Indonesia harus menjalankan beberapa kententuan yang diberikan Sistem Jaminan Halal untuk mendapatkan sertifikasi halal.

Salah satu aspek penying dalam Sistem Jaminan Halal adalah menggunakan bahan baku yang bersertifikasi halal.

2 dari 5 halaman

Terus update bahan baku

Ilustrasi© Shutterstock

IKEA Indonesia terus melaporkan bahan baku yang digunakan untuk mendapatkan persetujuan dari LPPOM MUI.

Peraturan ini sudah termasuk dalam Standard Operation Procedure (SOP) IKEA Indonesia untuk terus memastikan bahwa bahan baku yang digunakan, mulai dari sumber, distribusi, pengolahan, hingga penyajian, dapat ditelusuri dengan jelas sesuai dengan Sistem Jaminan Halal.

Untuk memberikan status halal, MUI telah memeriksa dua lokasi toko IKEA Indonesia, yaitu IKEA Alam Sutera dan Sentul City.

Pemeriksaan yang dimaksud meliputi pemeriksaan storage, area penyajian, dapur, dan sebanyak 220 produk makanan dan minuman yang terdaftar dalam menu, semua menunya sudah dinyatakan halal oleh LPPOM MUI.

3 dari 5 halaman

Halal Bites, Cerita Kenikmatan Makanan Halal Tiongkok

Dream - Halal bagi umat muslim merupakan jalan hidup. Tapi juga mempengaruhi setiap aspek dalam kehidupan, bukan hanya sekadar hidangan atau minuman tapi juga kepatuhan pada Allah SWT.

Masyarakat muslim di Tiongkok, merupakan kaum minoritas. Mereka tersebar 31 provinsi. Salah satunya, etnis Hui yang sebagian besar pemeluk agama Islama.

Mereka sehari-hari mengolah makanan dan minuman secara halal sesuai dengan aturan dalam Alquran.

Konsep halal juga mulai diterapkan banyak diterapkan pada kedai dan restoran di Tiongkok. Terdapat tanda atau petunjuk halal di depan restoran sebagai penanda kalau hanya menyajikan hidangan halal.

Hal ini tentunya akan mempermudah umat muslim Tiongkok atau turis yang beragama Islam saat berkunjung dan mencari hidangan halal. Bagaimana pengaruh makanan halal di Tiongkok?

Simak ceritanya di Vidio.com.

4 dari 5 halaman

Ada Restoran Korean Grill Halal Baru Dibuka, Cobain Yuk!

Dream - Terkadang sulit mencari restoran yang menyajikan kudapan ala Korea yang halal. Pasalnya, bahan-bahan yang digunakan seperti daging, saus atau bumbunya mengandung mirin atau kandungan non-halal lainnya.

Bagi Sahabat Dream yang sangat selektif dalam mencari menu halal, bisa mencicipi menu makanan khas Korea di 'Shin The Korean Grill'. Demi mendapatkan bahan masakan yang halal, seluruh bumbu diracik sendiri. Hal ini diungkapkan oleh sang pemilik restoran, David Shin.

" Sangat sulit mendapatkan bahan yang halal untuk membuat makanan Korea. Oleh karena itu, kami meraciknya sedemikian rupa supaya halal, lezat dan rasanya tetap mirip dengan panganan aslinya," ujarnya saat pembukaan Shin The Korean Grill di kawasan Gunawarman, Jakarta Selatan, Selasa 26 November 2019.

5 dari 5 halaman

Korean Fusion

Ia bersama rekannya, Savina Aziz memiliki minat yang besar pada dunia kuliner. Mereka akhirnya memutuskan untuk membuat restoran Korea halal dengan menu berkonsep fusion.

" Pada dasarnya, semua makanan di sini terinspirasi dari Italia, Meksiko serta Prancis. Ketiga negara tersebut memiliki kesamaan rasa dengan kudapan ala Korea. Pun, saya menyukai cita rasa makanan khas Italia, Prancis, Vietnam dan Thailand. Makanya, saya membuat konsep fusion," kata Savina.

Konsep Korean fusion berhasil 'melahirkan' cita rasa bumbu di hampir semua kudapan, terutama Shin Bulgogi yang unik dan cocok dengan lidah Indonesia. Restoran yang telah dibuka sejak Agustus lalu ini juga menyajikan sup khas Korea seperti Beef Yukgejang atau Chicken Dakgejang.

Daging Wagyu Impor 

Seluruh bahan yang digunakan berasal dari Indonesia. Terkecuali, daging wagyu MB 9+ yang sudah tersertifikasi halal.

" Semuanya hasil lokal, kecuali dagingnya yang masih impor. Tapi, sudah terjamin halal dan diolahnya pun dengan cara halal dan cantik. Sehingga, nikmat dirasa dan dipandang," kata Savina.

Restoran berkonsep halal ini juga menyediakan tempat salat yang nyaman. Pengunjung pun tak perlu khawatir terlewat waktu salat. Jika ingin mencoba berbagai menu di dini kamu perlu merogoh kocek mulai dari Rp175 ribu.

" Selebihnya, harganya bervariasi. Bergantung pada pemilihan jenis dan berat daging per 100 gram. Bisa dinikmati a la carte atau mulai dari starter hingga dessert," ungkap Savina.

Beri Komentar