'Kamu Mau Serius Nggak?'

Reporter : Idho Rahaldi
Jumat, 6 Maret 2020 17:11
'Kamu Mau Serius Nggak?'
Buat yang lagi digantungin...

Dream - Ketika sudah cukup lama menjalani hubungan, kita akan mulai mempertanyakan kemana arah dan tujuannya. Tapi, meminta kejelasan sebuah hubungan tidak selalu mudah.

Terutama bagi perempuan yang ingin segera mengakhiri masa lajang.

Tapi sebenarnya, meminta kejelasan maupun menyatakan perasaan tidak sesulit yang dipikirkan. Kamu hanya perlu memulai dengan apa yang dirasakan.

" Kita tanya saja secara sederhana melalui komunikasi asertif. Selalu mulai dari apa yang kita rasakan supaya tidak ada pihak yang merasa dituduh," kata Psikolog Klinis, Pingkan Rumondor di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, kemarin.

1 dari 6 halaman

'Kamu Mau Serius Nggak?'

Setelahnya, kamu bisa menanyakan kejelasan atau menunjukkan status yang diinginkan. " Request maunya kita apa. 'Dengan begini hubungan kita apa ya' atau 'kamu mau serius nggak'," jelasnya.

Seringkali ketika ditanyakan hal tersebut, lawan jenis akan menjawab 'jalani saja dulu'. Ketika hal ini terjadi, kamu bisa menanyakan lebih jelas tentang peranmu di kehidupannya dan apa tujuan dari hubungan tersebut.

Apalagi, jika kamu ingin menjadikan dia pasangan hidup. " Ditanyakan, 'jalanin menuju kemana'. Individu perlu sadar, menikah harus diambil secara sadar. Kenapa memilih dia, kenapa sekarang dan menikah buat apa" .

Jadi, sudah siap menanyakan kejelasan atau rela digantungin terus?

2 dari 6 halaman

Tamu Sudah Datang, Si Pengantin Pasang Spanduk Batal

Dream - Setiap pasangan pasti sangat menantikan hari bahagia ketika mereka disatukan dalam akad nikah, dan kemudian menggelar pesta pernikahan.

Namun apa jadinya jika hari bahagia yang dinanti-nantikan berubah menjadi tragedi. Ini adalah kisah yang benar-benar terjadi di Malaysia. Seorang teman dari pasangan pengantin Ain dan Nizam menceritakan bagaimana pesta pernikahan sahabatnya batal gara-gara pihak katering tidak muncul di hari yang telah ditetapkan.

Menurut dia, pihak katering kabur tanpa meninggalkan jejak. Bagai jatuh ditimpa tangga, uang yang sudah dibayarkan pun lenyap dilarikan pihak katering. Dan lebih memilukan lagi...

3 dari 6 halaman

Pengumuman Pilu Digantung di Pagar

Dream - Martabat keluarga pengantin tercemar gara-gara sikap tak terpuji pihak katering.

" Tanggal 6 Agustus kemarin seharusnya merupakan hari paling membahagiakan bagi pasangan Ain dan Nizam. Saya sebagai teman Ain diundang untuk menyaksikan hari bahagia mereka," katanya.

Namun, segalanya berubah menjadi tanda tanya setelah dia tiba di luar gedung yang seharusnya menjadi lokasi pernikahan mereka pada hari ini.

Gedung yang seharusnya meriah dengan suasana acara serta kehadiran banyak tamu sebaliknya nampak suram dengan hanya beberapa buah mobil yang diparkir di luar.

Bila diteliti, ada beberapa lembar kertas yang digantung di pagar gedung dengan tulisan 'MOHON MAAF ... PESTA PERNIKAHAN AIN & NIZAM DIBATALKAN ...

4 dari 6 halaman

Ibu Pengantin Wanita Syok

Dream - Niat ingin terus masuk segera dibatalkan karena terlihat sosok pasangan pengantin di pekarangan gedung dengan hanya memakai pakaian biasa saja. Beberapa orang lainnya turut berkumpul di halaman balai tersebut dengan wajah sedih.

Terlihat ibu pengantin perempuan sedang duduk lesu di atas kursi sambil ditenangkan oleh beberapa wanita.

" Apa yang terjadi??" sang teman bertanya kepada Ain.

Ain memeluk temannya dan berulang kali meminta maaf karena tidak sempat untuk memberitahu tentang pembatalan acara pernikahan tersebut. Temannya mencoba menenangkan Ain yang tidak dapat menahan diri dari menangis.

5 dari 6 halaman

Dibawa Kabur

Dream - Menurut Ain, acara tersebut dibatalkan karena pihak katering tidak hadir seperti yang dijanjikan. Bukan itu saja, hampir keseluruhan acara tersebut seharusnya disediakan oleh pihak katering termasuk kursi dan riasan pengantin.

Lebih menyedihkan ketika manajer katering itu juga gagal dihubungi dan tidak dapat diketahui keberadaannya pada pagi sebelum upacara pernikahan tersebut.

Dana sebesar 10 ribu ringgit yang diberikan kepada pihak katering hilang begitu saja. Itu tidak termasuk kerugian-kerugian lain yang harus ditanggung karena acara tersebut dibatalkan. Padahal sehari sebelum pernikahan, manajer katering itu masih dapat dihubungi seperti tidak ada hal buruk yang bakal terjadi.

6 dari 6 halaman

Menanggung Malu

Dream - Sudah tidak ada pernikahan, pihak pengantin dan keluarga juga terpaksa menebalkan muka dan menanggung malu ketika harus menjelaskan hal yang sebenarnya kepada para tamu yang tidak putus-putus datang dari jauh. Mereka tidak tahu tentang berita pembatalan acara di saat-saat akhir itu.

Pihak pengantin akan mengambil tindakan tegas terhadap pihak katering tersebut termasuk membuat laporan polisi serta melayangkan gugatan kerugian kepada pihak yang terlibat. (Sah)

Beri Komentar