5 Tradisi Pernikahan Unik, Hanya Ada di Indonesia

Reporter : Puri Yuanita
Senin, 30 Mei 2016 08:31
5 Tradisi Pernikahan Unik, Hanya Ada di Indonesia
Prosesi pernikahan adat di Indonesia lebih banyak tahapnya dan lebih kompleks. Karena...

Dream - Pernikahan di Indonesia merupakan sesuatu yang sakral dan biasanya dirayakan dengan spesial.

Budaya Indonesia yang beragam juga turut mempengaruhi penyelenggaraan pernikahan. Nah, di Indonesia, ada beberapa adat penikahan yang unik yang sulit ditemui di tempat lain.

1. Prosesi pernikahan yang panjang

Bila di luar negeri proses penikahan cenderung sederhana dan selesai dalam waktu sehari, di Indonesia banyak adat suku yang mensyaratkan proses yang panjang dan bertahap.

Tradisi pernikahan adat Yogya misalnya, ada proses seserahan yang disebut Jodang dan Peningsetan.

Lalu setelah itu, dilanjutkan dengan upacara Tarub dengan memasang hiasan janur kuning, Siraman bagi mempelai wanita, dan Midodareni adalah proses akhirnya.

Lalu ada juga prosesi pernikahan ala Betawi yang juga bertahap. Prosesinya dimulai dengan Lamaran, Pingitan, dan Siraman.

Ada juga prosesi Potong Cantung atau Mengerik Bulu Kaling dengan memakai uang logam yang diapit kemudian digunting. Mempelai wanita pun melalui proses Malam Pacar.

Prosesi pernikahan adat di Indonesia lebih banyak tahapnya dan lebih kompleks. Sebabnya, pernikahan dipandang sebagai proses yang sakral dan diharapkan hanya terjadi sekali seumur hidup. Oleh karena itu proses pernikahan cenderung dikaitkan dengan mitos, kepercayaan, adat, dan keberuntungan di atas hal lainnya.

2. Syarat menanam pohon di Kromojati

Pernah datang ke Gunung Kidul, Yogyakarta? Kalau pernah ke sana pasti Anda tahu jika daerah Gunung Kidul itu kering dan gersang.

Menanggapi keadaan ini, masyarakatnya punya cara yang unik agar pernikahan juga mempunyai manfaat bagi lingkungan sekitar.

Caranya adalah dengan menjadikan bibit pohon jati sebagai salah satu syarat pernikahan. Unik kan?

Adat pernikahan ini dilakukan di Desa Bohol, Rongkop, Gunung Kidul dan disebut sebagai tradisi nikah Kromojati.

Setiap warga Desa Bohol yang akan menikah disyaratkan untuk menanam bibit pohon jati minimal 5 bibit di lahan-lahan kritis yang tersebar di Dukuh Wuru dan Gamping. Aturan ini mulai diterapkan semenjak 2007.

Selengkapnya baca di sini.      

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More