Lawang Sewu Kembali Dibuka Usai Tutup Akibat Pandemi Covid-19 (Shutterstock.com)
Dream - Destinasi wisata Kota Semarang, Lawang Sewu, kembali dibuka. Di fase awal, pengelola Lawang Sewu menerapkan pola kunjungan uji coba dengan membatasi jumlah wisatawan sebanyak 43 persen dari kapasitas normal.
" Hanya 3.000 pengunjung yang boleh masuk dan mengutamakan pembayaran non-tunai. Pengunjung kami batasi berdasarkan hitungan jumlah rata-rata setiap hari yang datang sekitar 6.000 wisatawan," ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Indriyasari.
Menurut Indriyasari, Lawang Sewu menjadi objek wisata Kota Semarang ke-54 yang diizinkan beroperasi di tengah pandemi Covid-19. Dia mengatakan Lawang Sewu sudah siap menerima pengunjung.
" Kita sudah cek, bahwa sudah siap untuk operasional. Jarak antrean di pintu masuk sudah ditata dan sudah disediakan tempat cuci tangan," kata dia.

Lawang Sewu (Shutterstock.com)
Direktur Utama PT KA Wisata, Totok Suryono, mengatakan jumlah wisatawan di Lawang Sewu dibatasi hanya sebanyak 3.000 orang. Penjualan tiket harian akan dihentikan jika kuota sudah terpenuhi.
" Yang lebih penting, kami sudah siapkan ruang isolasi kalau ada kondisi darurat sebelum dibawa ke rumah sakit," ucap Totok.

Lawang Sewu (Shutterstock.com)
Dalam pelaksanaan protokol kesehatan nantinya, Totok menjelaskan akan disiapkan petugas untuk mengontrol pengunjung. Petugas akan mengurai jika terjadi kerumunan.
" Setiap ada kerumunan pengunjung nanti petugas akan mendatangi dan beri tahu untuk jaga jarak dan pemakaian masker," terang Totok.
Sumber: Merdeka.com
Advertisement


5 Langkah Mengasah Pikiran Positif untuk Hidup yang Lebih Bahagia

Puting Lecet Saat Olahraga: Penyebab, Cara Mencegah, dan Mengatasinya

5 Ritual Mingguan yang Bisa Membuat Hubungan Tetap Harmonis dan Dekat Menurut Terapis

Penggemar Musik Metal Ternyata Bisa Menahan Rasa Sakit Lebih Lama, Ini Penjelasannya

Ukuran Betis Ternyata Bisa Mengungkap Kondisi Kesehatan Pria, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Orang yang Menguasai Banyak Bahasa Diduga Memiliki Otak hingga 13 Tahun Lebih Muda