ODTW: Sebarkan Virus 'Fanfiction Fever' ke Murid SMP

Reporter : Dwi Ratih
Selasa, 29 Agustus 2017 19:19
ODTW: Sebarkan Virus 'Fanfiction Fever' ke Murid SMP
Menulis itu memang akan jauh lebih mudah jika mengambil inspirasi dari hal yang kita suka, termasuk tokoh idola.

Dream - Nama tim One Day to Write (ODTW) semakin dikenal di kalangan siswa Sekolah Dasar (SD). Program workshop penulisan fiksi yang dilakukan sejak 2015 lalu kini mulai banyak diikuti para pelajar.

Sudah lebih dari 20 SD didatangi tim ODTW. Para siswa ditantang untuk membuat sebuah cerita pendek dalam durasi satu jam lebih. Tak cuma murid, para guru bahkan orang tua murid juga “ kena” tantangan tim ODTW.

Hasilnya, selama dua tahun ini, tim ODTW telah menelurkan empat buah buku, tiga buku kumpulan cerpen anak dan satu buku hasil dari workshop supermoms. Karya baru itu akan segera disusul dengan peluncurkan tiga buku lanjutkan yaitu dua buku kumpulan cerpen SD ODTW Batch 3 dan 1 buku kumpulan cerpen hasil workshop keliling SMA yang diluncurkan pada September 2017 mendatang.

Seolah tak mau kehilangan momentum dan menjawab permintaan orangtua murid dan juga guru, sejak akhir Juli kemarin tim ODTW telah mendatangi enam Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Jabodetabek, tentunya untuk mengumpulkan 40 naskah terbaik yang akan dibukukan kembali oleh penerbit Bestari pada 2018 mendatang.

Lala Elmira, selaku founder dan mentor ODTW mengatakan ada perbedaan antara workshop SMP ini dengan SD maupun SMA.

ODTW© dream.co.id

ODTW© dream.co.id

“ Untuk SMP ini kami memilih tema Fanfiction. Kenapa? Anak SMP itu sebenarnya sudah gak mau dibilang anak kecil, tapi dewasa juga belum, he..he.. Di fase peralihan seperti itu, mereka biasanya baru memiliki tokoh idola favorit. Tidak hanya artis sih, tapi tokoh idola di sini juga boleh diambil dari kartun atau karakter dari film dan buku kesukaan mereka.”

Lala mengaku ide ini tercetus dari pengalaman pribadinya juga. Dulu, ketika masih SMP, Lala dan sahabat sebangkunya adalah penggemar band Linkin Park dan sering membuat fanfiction mengenai band favoritnya semasa remaja itu.

“ Iya, bikin fanfiction. Dulu, saya gak dibolehin nonton konser mereka oleh orangtua. Akhirnya saya mengkhayal, bikin cerita seolah bertemu dengan Mike Shinoda dan konco-konconya itu. Namun, pada saat itu fanfiction belum lumrah seperti sekarang,” aku penulis novel ‘Selalu Ada Tapi’.

Hijaber berkulit sawo matang ini melanjutkan bahwa, tiap level umur memiliki karakteristik tulisan yang pastinya berbeda-beda. Untuk anak SMP, biasanya genre yang paling populer adalah romance dan juga komedi.

ODTW© dream.co.id

Ia bersama timnya pun sempat dilanda kesulitan ketika harus membaca dan menyeleksi cerpen para peserta. Menurut Lala, hasilnya benar-benar bikin terpukau. “ Nah ini maksudnya.. bahwa menulis cerita itu akan lebih mudah jika mengambil tema dari hal yang kita sukai. Tokoh idola pun ternyata dapat memberi efek positif juga pada kita kan?”.

Enam SMP yang telah turut berapartisipasi dalam program Fanfiction Fever adalah sebagai berikut:

1. SMP Citra Alam, Jagakarsa

2. SMPI Al Azhar 12, Rawamangun

3. SMPI Tugasku, Pulomas

4. SMPI Insan Rabbany, Serpong

5. SMPI Amalina,Bintaro

6. SMP Indonesia Natural School, Depok

Apakah ada sekolah adik atau sepupu Sahabat Dream yang dikunjungi?

 

Kirimkan blog atau website kamu ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:

1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin di-publish
2. Sertakan link blog/web
3. Foto dengan ukuran high-res (tidak blur)

Beri Komentar