Masjid Al Baiat (Foto: Syakirawisata.com)
Dream - Sahabat Dream Travel, tahukah kamu? Sewaktu pelaksanaan pembangunan Jamarat yang megah dan besar pada tahun 2005 sial, sejumlah area perbukitan dan gunung-gunung dihancurkan.
Yang menarik, pada tahun 2006, saat penghancuran dan pengerukan dilaksanakan ditemukan suatu bangunan masjid kuno dan antik. Menurut keterangan dari pakar arkeologi dan sejarah, masjid tersebut adalah Masjid Baiah atau tepatnya Masjid Al Baiat Al Aqabah.
Meskipun terpendam ratusan tahun, Masjid Al Baiat ini tak mampu dihancurkan alat berat. Menurut sejumlah sumber, masjid kuno ini berukuran 400 meter persegi. Memiliki ukuran panjang 17 meter dan lebar 29 meter serta ketinggian 7 meter. Dinding pada ruas belakang setinggi 2 meter ini ditemukan pada saat pembangunan Jamarat di tahun 2005. Sebelumnya, masjid yang terpendam ini hanya diketahui oleh kalangan terbatas.
Sebab bisa saja pemerintah Saudi sangat khawatir apabila jamaah haji dan umroh akan berbuat syirik pada masjid yang letaknya terpencil ini. Tidak sebagaimana layaknya sebuah masjid bersejarah pada umumnya, masjid kuno berwarna krem ini dikelilingi pagar besi berwarna hitam dan dikunci gembok. Sehingga hanya sebagian kecil jamaah umroh atau haji yang dapat melakukan sholat di dalam Masjid Al Baiah, utamanya ketika musim haji tiba.
Walaupun begitu, semua pengunjungnya masih dapat melihat situasi dari luar atau sekadar melongok beberapa ruangan dari jendelanya yang memang kondisinya cukup terbengkalai dan terbuka.
Dalam proses pembangunan Jamarat di tahun 2006, buldozer yang mengerjakan pengerukan tanah berupaya menyentuh batu yang teramat keras. Berbagai upaya dan teknologi pun dikerahkan. Namun anehnya batu tersebut tidak dapat dihancurkan, bahkan hingga memakan jangka waktu berminggu-minggu guna menghancurkan batu berwarna krem tersebut.
Sadar bahwa yang akan dihancurkan bukanlah batu biasa, para pekerja pun mendatangkan ahli di bidangnya. Dan benar saja, sesudah diteliti, ternyata batu itu adalah..............selengkapnya baca di sini.