Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Shutterstock.com
Dream - Harimau sumatera yang terjebak di kawasan Pasar Pulau Burung, Kabupaten Indragiri Hilir, selama tiga hari, akhirnya berhasil dievakuasi Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Sabtu kemarin.
" Tadi sekitar pukul 01.48 WIB tim BBKSDA Riau telah berhasil melakukan pembiusan Harimau Sumatera yang berada di kolong ruko Pulau Burung, saat ini sudah berada di kandang evakuasi," kata Kepala BBKSDA Riau Suharyono dikutip dari laman BBC Indonesia, Minggu 18 November 2018.
Ia menjelaskan proses penangkapan si kucing besar itu berlangsung tiga hari sejak Rabu 14 November. Saat si harimau tertidur karena pengaruh obat bius, tim BBKSDA Riau membongkar sebagian pondasi lantai rumah toko dan mengevakuasi hewan pemakan daging itu ke kandang.
Suharyono menjelaskan tim medis yang terdiri atas tiga dokter hewan masih mengobservasi dan memeriksa kondisi harimau jantan berusia tiga tahun itu.
© Dream
Harimau itu masuk pasar di Indragiri Hilir pada Rabu pagi kemarin. Suharyono menduga harimau tersebut berasal dari kawasan semak belukar seluas sekitar empat hektare tidak jauh dari pasar, yang selama ini dikenal sebagai salah satu tempat persembunyian harimau. Ia menduga harimau itu tersesat ke pasar saat menjelajah untuk mencari makanan.
© Dream
Kasus kemunculan dan bahkan serangan harimau terjadi di Kabupaten Indragiri Hilir dalam setahun terakhir. Harimau betina dewasa bernama Bonita sempat menyita perhatian publik pada awal Januari 2018 karena menewaskan tiga warga dan proses penemuannya membutuhkan waktu lama, sampai tiga bulan.
Pada September 2018, harimau kembali muncul di Indragiri Hilir dan menerkam tiga ternak warga, dan seekor harimau betina bunting ditemukan dalam keadaan mati terjerat.
(Sumber: BBC Indonesia)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam