Viral Penemuan Oarfish di Medsos, Pemkab Selayar: Tak Perlu Dibesar-besarkan

Reporter : Maulana Kautsar
Senin, 9 Desember 2019 17:12
Viral Penemuan Oarfish di Medsos, Pemkab Selayar: Tak Perlu Dibesar-besarkan
Lokasi dan waktu penangkapan tak jelas.

Dream - Kabar penangkapan oarfish (Regalecus glesne) menjadi topik di sejumlah akun Instagram. Beberapa akun dengan pengikut lebih dari 200 ribu membagikan foto ikan berbentuk pipih dan memanjang ini.

Dua akun Instagram @makassar_iinfo dan @_infocegatansolo mengunggah foto beberapa orang yang menangkap ikan tersebut.  Tidak ada informasi rinci mengenai kapan ikan itu dipancing.

 
 
 
View this post on Instagram

Warga Kabupaten Kepulaun Selayar, tiba-tiba dihebohkan dengan munculnya ikan berbentuk pipih, dengan panjang lebih dari 3 meter. Ikan tersebut, memiliki ragam warna. Hijau bintik hitam dan merah pada siripnya. . Pada foto yang beredar di sosial media, tampak tiga orang nelayan yang sedang berada di kapal memegang ikan tersebut.Ikan itu disebut hasil pancingan seorang pria bernama Andi Saputra. Itu terungkap, setelah munculnya postingan facebook bernama Irma Yanti Irma. Yang menandai akun Fecebook pemancingnya. Dengan catatan ' Hasil Pancingnx Andi Saputra...'. . Munculnya ikan itu, membuat warganet resah. Pasalnya, kemunculan ikan tersebut sering dikait-kaitkan dengan akan terjadinya gempa.  Beberapa dari mereka bahkan mengunggah hasil tangkapan layar. . Sebuah artikel yang membahas tentang kemunculan ikan tersebut. Dan gempa yang kemudian terjadi pada lokasi munculnya ikan. Seperti di Palu, Jepang, dan beberapa daerah lainnya. " Sukmawati Anto  ikan oarfish, dan setelah saya cari di google, ternyata ikan ini adalah ikan pertanda gempa dan tsunami" @Najwa Latifa di akun facebooknya mengomentari status @irma Yanti irma. . Bahkan akun @Alpina Rosa membuat catatan mengenai fenomena kemunculan ikan itu. Catatan tersebut juga viral di sosial media WhatsApp. " Menurut beberapa Sumber Yang Ku baca bahwa ikan Oarfish itu dia tinggal di laut dengan Kedalaman 100 hingga 1.000 meter. Bisanya kemunculan ikan Oarfish ini di kaitkan dengan terjadinya gempa dan Tsunami yang dahsyat... Karena ikan Oarfish ini tinggal di dasar .. pasti merasakan pergerakan Lempeng Bumi sehingga menjadi gelisah... kemunculannya di permukaan dianngap sebagai penyampaian pesan kepada manusia bahwa akan terjadi bencana." Tulis @aAlpina Rosa di kolom komentar. . Artikel : Rakyatku.com

A post shared by OFFICIAL MAKASSAR INFO (@makassar_iinfo) on Dec 8, 2019 at 7:03pm PST

Akun @makassar_iinfo membagikan informasi bahwa unggahan tersebut dibuat dari akun Facebook irma Yanti irma. Saat Dream.co.id telusuri akun tersebut sudah tidak ada.

Tetapi, akun tersebut menyebut ikan tersebut dipancing di perairan Kabupaten Kepulauan Selayar.

Dilaporkan Selayar Pos, Kepala Bagian Humas Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, Rahmania, mengimbau warga tak membesar-besarkan kabar penangkapan ikan ini. Sebab, kata dia, kabar tersebut dapat memicu keresahan warga.

 

1 dari 4 halaman

Lokasi Penangkapan Oarfish Tak Jelas

Rahmania juga menyebut, lokasi penangkapan ikan tersebut tidak jelas.

Oarfish memang kerap dihubungkan dengan tragedi gempa. Mitos mengenai ikan ini muncul di Jepang.

Di Negeri Matahari Terbit, oarfish punya julukan sebagai `utusan dari istana raja naga`. Meski demikian mitos mengenai ikan ini dibantah sejumlah ilmuwan.

Kemunculan ikan perairan dalam ini diduga karena murni terbawa arus.

2 dari 4 halaman

Geger Ikan Langka Oarfish di Jepang, Diyakini Pertanda Datangnya Tsunami Besar

Oarfish (Foto: Independent.co.uk)© Independent.co.uk

Oarfish (Foto: Independent.co.uk)

Dream - Penemuan seekor ikan yang terlilit jaring nelayan di lepas pantai Imizu, di prefektur Toyama, Jepang, membuat masyarakat dan media sosial Negeri Matahari Terbit itu gelisah.

Ikan berukuran hampir 4 meter yang dikenal dengan nama oarfish itu dipercaya sebagai pertanda buruk.

Masyarakat Jepang meyakini kemunculan ikan oarfish menjadi pertanda akan datangnya gempa bumi dan tsunami.

Melansir independent.co.uk, oarfish ditemukan dalam keadaan mati pada senin 28 Januari lalu.

Masyarakat sekitar memutuskan untuk tetap membawa ikan sepanjang 4 meter itu ke akuarium Uozu terdekat untuk dipelajari.

Spesies ini dicirikan oleh tubuhnya yang keperakan, panjang, dan bersirip merah.

3 dari 4 halaman

Ikan Laut Dalam

Oarfish sendiri biasanya menghuni perairan laut dalam sehingga jarang terlihat di permukaan. Tak heran jika kemunculannya di permukaan membuat masyarakat Jepang terkejut. 

Warga meyakini jika sampai ikan oarfish terlihat di permukaan pertanda akan datang bencana alam.

Reputasi ikan dengan nama lokal ryugu no tukai (utusan dari istana raja naga) sebagai indikator malapetaka kian menjadi dikala 10 ekor ikan ini terdampar di sepanjang garis pantai pada 2010 lalu.

Pada Maret 2011, gempa berkekuatan 9 skala richter menerjang timur laut Jepang dan memicu tsunami besar yang menewaskan hampir 19 ribu orang. Terjangan tsunami dan goncangan gempa juga menghancurkan pembangkit nuklir Fukushima.

Dengan bayang-bayang memori tersebut, wajar saja jika masyarakat Jepang tiba-tiba khawatir.

4 dari 4 halaman

Penjelasan Ilmiah

Sementara jika menggunakan pendekatan ilmiah, ikan laut dalam yang naik ke permukaan mungkin bereaksi atas pergerakan garis patahan seismik yang tidak biasa sebelum gempa bumi.

Hiroyuki Motomura, seorang professor ichthyololgy di Kagoshima University, punya penjelasan yang lebih inlimah terkait penemuan ikan oarfish baru-baru ini.

“ Saya punya sekitar 20 spesimen ikan ini dalam koleksi saya sehingga ia bukan spesies yang sangat langka,” katanya, seperti dilaporkan SCMP.

Tapi, tambahnya, dia percaya bahwa ikan ini cenderung naik ke permukaan ketika kondisi fisik mereka sedang buruk.

“ Terbawa arus air, itulah sebabnya mereka begitu sering mati ketika ditemukan,” sambungnya.

Dia juga menambahkan bahwa tautan ikan ini dengan aktivitas seismik telah terjadi selama bertahun-tahun.

“ Tapi tidak ada bukti ilmiah tentang hubungan itu, jadi orang-orang tidak perlu khawatir,” ujarnya, mantap.

(independent.co.uk)

Beri Komentar