Kisah Pengantar Jenazah Lihat Warga Desa Bawa Keranda, Saat Disapa Wajahnya...

Reporter : Sugiono
Jumat, 12 Februari 2021 15:52
Kisah Pengantar Jenazah Lihat Warga Desa Bawa Keranda, Saat Disapa Wajahnya...
Sejak awal berangkat antar jenazah, Ikhwan sudah mengalami banyak gangguan aneh.

Dream - Setiap kali bertemu mobil jenazah, pemuda bernama Ikhwan ini pasti akan merasakan kengerian dari kejadian yang menimpanya setahun lalu.

Masih segar dalam ingatan pemuda Malaysia itu saat mengantar jenazah seseorang yang meninggal di rumah sakit dan dibawa ke masjid di dekat rumahnya.

Namun jenazah tersebut masih harus diantarkan ke tempat lain karena tidak ada wakil atau ahli warisnya yang hadir di masjid tersebut.

Saat itulah seorang bapak bernama Haji Abu mengajak Ikhwan mengantarkan jenazah itu dari Bintang Alor, Kedah, ke Bentong di Pahang.

1 dari 6 halaman

Diajak Mengantar Jenazah Jelang Maghrib

Haji Abu mengajak Ikhwan karena saat itu tidak ada wakil atau ahli waris dari jenazah tersebut yang hadir di masjid.

Awalnya Ikhwan agak enggan karena merasa ada orang lain seperti panitia masjid yang bisa menemani Haji Abu untuk mengantarkan jenazah.

“ Tapi karena mengingat Haji Abu sudah saya anggap seperti ayah saya sendiri, saya setuju,” ujarnya.

2 dari 6 halaman

Pintu Belakang Mobil Jenazah Terbuka Lebar

Saat dalam perjalanan, perut Ikhwan tiba-tiba terasa lapar. Dia pun meminta Haji Abu mampir di rest area untuk membeli makanan.

Saat itu, jam menunjukkan pukul sebelas malam. Setelah membeli makanan, Ikhwan kembali ke mobil jenazah.

Betapa terkejutnya Ikhwan ketika dia melihat pintu belakang mobil jenazah sudah dalam kondisi terbuka lebar.

3 dari 6 halaman

Suara Orang Berbisik di Belakang Mobil Jenazah

Sambil setengah berlari, Ikhwan memberitahu Haji Abu tentang pintu mobil jenazah yang terbuka. Waktu itu Haji Abu tidak bilang apa-apa, dan segera menutup pintu belakang mobil jenazah.

Pada saat itu, Ikhwan tidak curiga dengan keadaan tersebut. Tetapi, tidak lama setelah melanjutkan perjalanan, tiba-tiba terdengar suara seolah-olah ada orang berbicara dengan nada berbisik.

" Yang paling menyeramkan, ada beberapa suara berbeda yang seolah saling berbisik di bagian belakang mobil jenazah.

" Saya menoleh, dan melihat ke keranda sebelum memberi tahu Haji Abu tentang apa yang saya dengar," katanya.

4 dari 6 halaman

Akibat Mulut Lancang, Mobil Jenazah Terguncang

Haji Abu kemudian secara spontan menghentikan mobil jenazah di bahu jalan. Dia menutup mulutnya serta memperingatkan Ikhwan agar tidak sembarangan membicarakan apa yang didengar.

Saat itu, tiba-tiba mobil jenazah itu bergoyang seolah-olah ada yang mengguncangnya. Ikhwan makin ketakutan saat melihat melalui kaca spion, ada dua makhluk melompat-lompat di atas atap mobil jenazah.

" Saat itu saya hendak kabur, tapi Haji Abu memegang tangan saya erat-erat sebelum dia meneriakkan azan sekeras yang dia bisa… Kedua makhluk itu berangsur-angsur menghilang," ujarnya.

5 dari 6 halaman

Lihat Penduduk Gotong Keranda, Demam Seminggu

Sesampai di Bentong, Haji Abu memutuskan untuk menggunakan jalan desa karena lebih cepat. Meski keputusan tersebut tidak membuatnya tenang mengingat waktu menunjukkan jam 2.30 pagi.

Namun Ikhwan hanya patuh karena ingin segera sampai di tempat tujuannya. Dia sudah tidak mau lagi mengalami berbagai gangguan aneh dan seram di sepanjang perjalanan.

Tetapi kengerian mulai melanda saat Ikhwan melihat kondisi jalan yang sepi dan gelap. Jalan desa itu hanya mengandalkan cahaya dari lampu mobil jenazah.

" Dalam kegelapan, tiba-tiba dari kejauhan kami melihat rombongan penduduk desa berjalan menggotong keranda. Saya merasa aneh. Berbagai pertanyaan saya tujukan kepada Haji Abu.

" Tapi Haji Abu tidak menjawab satupun dari pertanyaan-pertanyaan itu. Saya malah melihat mulutnya membaca ayat-ayat Alquran. Saya sendiri akhirnya membaca ayat Kursi berulang kali," kata Ikhwan.

6 dari 6 halaman

Wajah Penduduk Pembawa Keranda Itu...

Apa yang tidak bisa Ikhwan lupakan ketika mobil jenazah melewati rombongan penduduk itu. Saat Ikhwan memandang mereka, dia terkejut karena mereka semua tidak memiliki wajah yang sempurna.

" Haji Abu langsung memacu mobil jenazah ketika melihat saya sudah pucat karena ketakutan. Dia bilang saya demam beberapa hari setelah kejadian itu.

" Alhamdulillah, tidak ada hal buruk yang terjadi dan jenazah dikuburkan dengan selamat ... Saya baru saja memberi tahu Haji Abu kalau saya tidak mau ikut lagi (mengantar jenazah) setelah ini,” katanya.

Sumber: mStar.com.my

Beri Komentar