Misteri Kayu Gelondongan Mengambang Secara Vertikal Selama 120 Tahun

Reporter : Sugiono
Rabu, 13 November 2019 12:30
Misteri Kayu Gelondongan Mengambang Secara Vertikal Selama 120 Tahun
Bukan itu saja kemisteriusannya. Kayu gelondongan ini juga bisa memengaruhi cuaca sekitar.

Dream - Sebuah kayu gelondongan yang dikenal sebagai Pak Tua dari Danau (Old Man of the Lake) selama 120 tahun mengambang secara vertikal di tengah Danau Kawah Oregon.

Keberadaan kayu gelondongan yang sebagian besar bagian atasnya berwarna putih dan pecah-pecah itu telah membuat bingung ilmuwan.

Selain posisi mengambangnya yang vertikal. Pak Tua dari Danau itu juga dipercaya bisa memengaruhi cuaca di sekitarnya.

1 dari 4 halaman

Bisa Bergerak Sendiri

Dokumentasi pertama tentang Pak Tua dari Danau dimulai tahun 1896, ketika ahli geologi dan penjelajah Joseph Diller menemukan bagian atas gelondongan berwarna putih dan pecah-pecah mengambang secara vertikal di Danau Kawah Oregon.

Lima tahun kemudian, Diller mengamati bahwa batang kayu yang tidak biasa itu bergerak 400 meter dari lokasi saat pertama kali terlihat.

Penelitian lebih menunjukkan bahwa Pak Tua dari Danau mampu bergerak lebih dari empat mil atau 6.437 meter hanya dalam satu hari.

Padahal, kayu gelondongan misterius tersebut tidak memiliki sarana penggerak. Kemampuan untuk bergerak sendiri adalah salah satu dari misteri dari kayu gelondongan tersebut.

2 dari 4 halaman

Berusia Kira-Kira 450 Tahun

Menurut penanggalan karbon, Pak Tua dari Danau berusia kira-kira 450 tahun. Dengan 120 tahun dihabiskannya mengambang secara vertikal di tengah Danau Kawah.

Sekadar informasi, Danau Kawah Oregon adalah danau paling dalam di Amerika Serikat, dan danau terdalam kesembilan di seluruh dunia.

Para ahli meyakini kayu gelondongan tersebut mengambang setelah terjadi tanah longsor. Namun, posisi mengambangnya yang tegak lurus masih menjadi misteri bagi para ilmuwan.

Hukum fisika menyatakan bahwa objek mengambang dengan kerapatan seragam akan selalu memiliki pusat massanya lebih tinggi daripada pusat daya apungnya.

Jika mengikuti hukum fisika tersebut, kayu gelondongan seharusnya mengapung secara horizontal, tetapi Pak Tua dari Danau berbeda.

Meskipun panjangnya 9 meter, dengan diameter sekitar 61 cm, Pak Tua dari Danau mengambang secara vertikal selama 120 tahun terakhir.

3 dari 4 halaman

Sebagian Tenggelam Karena Tersangkut Bebatuan?

Bagian terapung Pak Tua dari Danau terlihat pecah-pecah dengan warna putih seperti kayu lapuk. Tetapi anehnya, bagian yang terapung itu cukup kokoh untuk menopang berat badan seorang pria dewasa.

Menurut beberapa ilmuwan, keseimbangan antara bagian yang terendam dan yang kering-lah yang memungkinkan Pak Tua dari Danau bisa mengapung dan menopang berat seperti itu.

Sementara itu, Crater Lake Institute mengungkapkan penjelasan paling masuk akal untuk posisi mengambang vertikal dari batang pohon terkenal ini.

Menurut mereka ketika ia jatuh ke dalam danau lebih dari seabad yang lalu, pasti ada bebatuan yang tersangkut di akarnya yang berfungsi seperti jangkar alami.

Pada saat batu-batu itu terlepas dari akarnya, bagian yang tenggelam sudah jenuh dengan air.

Hal ini membuatnya bagian yang tenggelam lebih padat dan lebih berat daripada bagian kering di atas permukaan danau.

Meski begitu, belum ada penjelasan ilmiah yang bisa menerangkan mengapa kayu gelondongan ini bisa mengambang secara vertikal.

4 dari 4 halaman

Bisa Memengaruhi Cuaca di Sekitarnya?

Kemisteriusan Pak Tua dari Danau tidak hanya mengambang secara vertikal, tapi konon bisa memengaruhi cuaca di sekitarnya.

Keyakinan ini berasal dari peristiwa selama akhir 1980-an. Ketika para ilmuwan melakukan percobaan kapal selam di dalam danau.

Saat itu para ilmuwan memutuskan untuk mengikat kayu mengapung tersebut ke sisi sebuah pulau agar tidak terjadi kecelakaan navigasi selama penelitian.

Namun, menurut beberapa laporan penduduk setempat, begitu Pak Tua dari Danau itu tidak bisa bergerak, cuaca yang tadinya cerah berubah menjadi badai, dan salju segera turun.

Padahal, saat itu bulan bulan Agustus, yang artinya masih musim panas. Dan segera setelah ikatan tersebut dilepaskan, cuaca kembali cerah.

Entah cerita ini benar atau hanya mitos, yang jelas keberadaan Pak Tua dari Danau tetap menjadi objek wisata favorit di Amerika Serikat.

(Sumber: OddityCentral.com)

Beri Komentar
Indah Permatasari: Karena Mimpi Aku Hidup