Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Pesepeda Wanita (foto: Unsplash.com)
Dream - Bersepeda dengan pakaian olahraga menjadi hal yang lumrah. Tak hanya untuk bergaya, pakaian yang dipilih hanarus bisa membuat nyaman saat bersepeda. Tapi apa jadinya jika bersepeda dengan baju yang ketat?
Baru-baru ini bersepeda dengan pakaian ketat menjadi perbincangan warganet. Bersepeda dengan pakaian ketat tidak cocok, khususnya bagi wanita Muslim, sebagaimana menjadi sorotan di forum online.
Dikutip dari Kosmo, orang-orang tampak risih dengan cara seseorang menampilkan tubuhnya. Meskipun sedang bersepeda dan berolahraga, tetaplah harus memperhatikan pakaian.
© Ilustrasi pesepeda wanita (foto: unsplash.com)
Menurut laporan Kosmo, beberapa wargenet berpikir bahwa mereka yang berpakaian ketat saat bersepeda hanyalah untuk membuat konten media sosial, bukanlah aktivitas olahraga. Mereka hanya memamerkan tubuhnya.
Salah satu warganet yang bingung, mempunyai pandangan bahwa mereka pun tidak bersepeda dengan jarak yang jauh. Di tengah jalan mereka mampir ke dekat tiang lampu, lalu mengambil video untuk akun TikTok mereka.
“ Saya bingung. Mereka bahkan tidak bersepeda sejauh itu. Mereka segera mampir ke tiang lampu untuk mengambil video untuk TikTok mereka,” tulis warganet.
Warganet yang lain pun mempertanyakan, apakah mereka (para wanita) yang memakaian pakaian ketat saat olahraga diizinkan oleh para suami mereka sendiri? Menurutnya ini sebuah masalah jika para suami pun mengizinkannya.
“ Ini benar-benar masalah jika suami membiarkan istri mereka berpakaian seperti ini. Ingat, semua orang bisa melihat konten media sosial Anda,” tulis warganet.
Pendapat yang lain pun mengatakan bahwa sebenarnya ada pakaian longgar yang dapat dijadikan pilihan, daripada harus menggunakan yang ketat.
Selain itu, beberapa pria merasa bahwa mereka dapat menjadi korban. Mereka harus menjaga pandangan, agar tak melihat mereka langsung dengan pakaian ketat seperti itu.
Mereka bahkan menyebut, apakah hal itu sengaja dilakukan untuk “ free marketing”? Dengan menunjukkan lekuk tubuh mereka.
“ Apakah ini “ free marketing” untuk menunjukkan bagian pribadimu? Kasihan kami para pria ketika kami harus menundukkan pandangan kami dari pakaian seperti itu. Kami tidak sekuat para pengkhotbah,” tulis warganet.
© Ilustrasi peseda pria (foto: unsplash.com)
Anehnya, pendapat ini tidak hanya terbatas pada perempuan sebagai pengendara sepeda. Laki-laki juga disebutkan dalam beberapa komentar.
“ Kadang-kadang sulit untuk berbicara dengan mereka ketika pakaian ketat mereka membuat bagian pribadi mereka sedikit terlihat,” tulis warganet.
Komentar tersebut dilanjutkan dengan sindiran bahwa mereka (para pria) tidak perlu cepat-cepat, karena bukan sedang berkompetisi di olimpiade.
“ Saya tahu kalian ingin cepat, tetapi Anda bahkan tidak sedang berkompetisi di olimpiade,” lanjut komentar warganet.
Sumber: worldofbuzz.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya