Perkara Babi Ngepet Depok, Nasib Bu Wati Terombang Ambing, Terancam Diusir

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Jumat, 30 April 2021 11:22
Perkara Babi Ngepet Depok, Nasib Bu Wati Terombang Ambing, Terancam Diusir
Dirinya terancam diusir puluhan warga dari tempat tinggalnya.

Dream - Nama ibu Wati viral di media sosial setelah video dirinya mencurigai seorang tetangga sebagai babi ngepet. Kini, dirinya terancam diusir puluhan warga dari tempat tinggalnya.

Syarif Nurzaman, Ketua RW 10, Kampung Baru, Desa Ragajaya, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, menceritakan kronologi pengusiran Ibu Wati. Mulanya para warga berbondong-bondong datang pukul 14.00 WIB tadi.

“ Menemui saya minta solusi bagaimana karena meskipun sudah ada klarifikasi dari Ibu Wati ini, banyak warga dari Kampung Baru yang belum nerima. Karena kesannya, permintaan maafnya kayak orang nggak berdosa. Kata orang ada yang seperti itu,” ujar Nurzaman, dikutip pojoksatu.id, Jumat 30 April 2021.

1 dari 9 halaman

Diusir Warga

Nurzman menyebut sejumlah warga menyarankan agar Ibu Wati dilaporkan ke polisi. Namun dia menganggap Ibu Wati tidak pernah menyebut warga Kampung Baru sebagai sosok ‘babi ngepet’ yang belakangan diketahui hanya seekor babi biasa.

“ Akhirnya warga mohon kalau Ibu Wati itu jangan tinggal di sini lagi. Ya kalau untuk itu saya nggak bisa mencegah, juga saya nggak bisa melindungi Ibu Wati. Tapi saya mohon Bapak-bapak yang ada di sini jangan melakukan tindakan-tindakan yang anarkis. Apalagi dengan kekerasan yang bisa membahayakan Ibu Wati,” ucap Nurzaman.

Nurzaman lantas memediasi puluhan warga tersebut dengan Ibu Wati. Saat itu Ibu Wati tak terima diusir.

“ Ya akhirnya Ibu Wati meradang, mencak-mencak, segala mau bunuh diri tadi. Akhirnya begitu warga sudah bisa dilerai, saya bubarkan. Ya saya tenangkan Ibu Wati, ya sudah mungkin jalan yang terbaik harus seperti ini,” kata dia.

2 dari 9 halaman

Diancam Dilaporkan ke Polisi

Menurut Nurzaman, Ibu Wati juga sempat menantang agar dilaporkan ke polisi. Bahkan Ibu Wati juga sempat mengambil pisau dapur dan mengancam bunuh diri.

“ Pisau, pisau dapur. Akhirnya dipegang sama saudaranya, ya saya bilang, ‘istigfar, katanya paranormal, kok imannya selemah ini, timbang didatengin orang suruh pindah mau bunuh diri’. Saya bilang gitu,” tutur Nurzaman.

Dia menjelaskan saat ini situasi di lingkungannya sudah kondusif. Ibu Wati pun tengah berkemas untuk pindah. Nurzaman tak tahu ke mana Ibu Wati akan pergi. Dia juga menegaskan tak ada satu pun warganya yang berlaku kasar terhadap Ibu Wati saat kejadian pengusiran itu berlangsung.

“ Ibu Wati sama saudaranya lagi pada kumpul. Lagi beres-beres dia. Nggak ada sama sekali (yang anarkis) ya alhamdulillah bisa kita dikendalikanlah,” pungkas Nurzaman.

 

3 dari 9 halaman

Klarifikasi Ibu Wati

Sebelumnya, Wati mengklarifikasi soal kedatangannya di lokasi tertangkapnya ‘babi ngepet’ di Bedahan, Sawangan, Depok. Dia mengaku temannya meminta dirinya memastikan apakah babi yang ditangkap itu adalah babi ngepet atau bukan.

“ Sahabat saya minta tolong sama saya minta diterawangin, karena dia tahu saya ini paranormal sehari-harinya. Saya buka usaha tradisional alternatif. Jadi sahabat saya, Epoy namanya, minta tolong sama saya, tolong diterawang, gimana ini benar atau tidak,” ujar Wati di kediamannya di kawasan Bojonggede, Bogor, Kamis 29 April 2021.

Wati mengatakan kedatangannya ke lokasi penangkapan babi tersebut lantaran permintaan temannya. Namun, kata Wati, dia justru dituduh warga yang berada di sana sebagai bagian dari pihak babi ngepet.

“ Akhirnya saya lalu dikerubungin orang banyak, saya dibilang justru sayalah orangnya. Jadi saya ke sana niatnya karena ada orang yang minta tolong diterawangin. Jadi bukan saya untuk menuduh atau siapa itu yang jadi bagongnya atau siapanya,” ucap dia.

Sumber: pojoksatu.id

4 dari 9 halaman

Babi Ngepet Depok Dibeli Online Rp900 Ribu, Plus Ongkir Rp200 Ribu

Dream - Misteri babi yang diduga jadi-jadian di Bedahan Sawangan, Depok, kini berakhir sudah. Babi berwarna abu-abu itu telah dimusnahkan dengan cara disembelih, sembilan orang lain telah diperiksa dan satu orang ditetapkan sebagai tersangka yaitu Adam Ibrahim, 44 tahun.

Pihak kepolisian sudah menegaskan bahwa isu soal babi ngepet yang viral itu merupakan hoaks atau berita bohong. Cerita itu dikarang oleh Adan Ibrahim dengan motif tertentu.

" Kami sampaikan semuanya yang sudah viral tiga hari sebelumnya adalah hoaks, itu berita bohong. Sebenernya yang kejadian itu tidak seperti apa yang diberitakan tiga hari yang lalu," ujar Kapolres Metro Depok Kombes Imran Edwin Siregar, Kamis 29 April 2021.

Kasus ini berawal dengan adanya cerita masyarakat sekitar merasa kehilangan uang, ada yang Rp1 juta, ada yang Rp2 juta.

Ditegaskan juga, babi yang disebut-sebut menggunakan kalung berwarna merah juga merupakan kebohongan.

" Jadi kalau disampaikan sebelumnya babi tersebut ada kalung di leher ikat kepala merah itu adalah bohong. Sekali lagi saya sampaikan bohong tidak benar," tegasnya.

 

 
5 dari 9 halaman

Mengenai motif, tersangka membuat berota bohong itu karena ingin terkenal. Karena Adam Ibrahim adalah seorang tokoh di kampungnya.

" Tujuan supaya lebih terkenal di kampungnya, karena ini merupakan salah satu tokoh lah sebenarnya. Tapi tokoh juga tidak terlalu terkenal supaya dia dianggap saja. Tokoh masyarakat lah," katanya.

Adam Ibrahim mengarang cerita dengan membuat isu babi ngepet dan membeli babi secara online seharga Rp900.000 ditambah ongkos kirim Rp200.000.

" Babinya dibeli online kemudian dirapatkan oleh tim mereka yang berjumlah delapan orang. Seolah-olah mengarang cerita ada tiga orang, satu orang turun tanpa menapakkan kaki kemudian keduanya pergi naik motor tiba-tiba satu setengah jam berubah jadi babi padahal itu tidak benar. Sudah direncanakan," ungkapnya.

6 dari 9 halaman

Penyusunan soal isu ini sudah dirancang oleh AI sejak lama sekitar satu bulan lalu. Tersangka bekerjasama dengan kurang lebih delapan orang membuat cerita mengarang cerita seolah-olah babi ngepet itu benar.

" Ternyata itu adalah rekayasa dari tersangka dan teman-temannya. Lama (perencanaan) karena mereka mengarang cerita dari kehilangan itu dari bulan Maret jadi ada kurang lebih satu bulan," katanya.

Atas kasus ini AI pun mendekam di sel. Dia dijerat pasal 14 ayat 1 atau 2 UU Nomor 1 tahun 1946.

Sumber: merdeka.com

7 dari 9 halaman

Pengakuan Ustaz Penyebar Hoaks Babi Ngepet di Sawangan Depok

Dream - Pria yang dianggap sebagai tokoh agama di Sawangan, Depok, Jawa Barat, Adam Ibrahim, ditangkap polisi dan ditetapkan sebagai tersangka penyebar berita bohong atas hoaks terkait babi ngepet di Bedahan.

Adam merupakan otak di balik viralnya babi ngepet tersebut. Ia membeli babi di toko online seharga Rp900 ribu dan dilepasnya untuk menggemparkan warga.

Adam Ibrahim pun mengakui perbuatannya di depan awak media dan meminhta maaf karena telah membuat kegaduhan dan meresahkan warga setempat.

“ Saya memohon maaf sebesar-besarnya kalau kejadian pada hari Selasa yang viral itu babi ngepet, diamana itu adalah berita hoax, berita bohong atau berita yang kami rekayasa dengan sahabat,” ucap Adam dikutip dari pojoksatu.id, Kamis 29 April 2021.

8 dari 9 halaman

Kejadian bermula saat Adi Firmanto bercerita kepada saudara Ustaz Adam Ibrahim bahwa dia kehilangan uang senilai 1 juta sebanyak 2 kali.

Mendengar cerita itu, Adam Ibrahim menjelaskan bahwa hal tersebut bisa terjadi karena ulah tuyul dan atau babi ngepet. Ia memanfaatkan berita kehilangan tersebut untuk menyebarkan isu babi ngepet.

“ Sehingga timbullah di hati dan pikiran saya dan kita semuanya ini (teman) mengadakan hal tersebut agar selesai permasalahan ini di tempat kita,” ucap Adam.

Adam bersama teman-temannya ingin menyelesaikan masalah itu dengan cara mendatangkan babi yang bisa dianggap sebagai babi ngepet. Ia dibantu 6 orang lain untuk melancarkan aksinya.

“ Namun pada akhirnya, pada ujungnya, pada endingnya, semua berjalan dalam keadaan yang salah dan sangat fatal,” tambahnya.

 
9 dari 9 halaman

Pada Selasa, 27 April 2021 pukul 00.00 telah dilakukan penangkapan seekor babi. Namun para saksi tidak ada yang mengetahui dan melihat secara langsung peristiwa berubahnya seorang manusia menjadi seekor babi, hanya berdasarkan cerita dari Ustad Adam Ibrahim.

Pada saat penangkapan, para saksi hanya melihat seekor babi yang berada di sekitar kandang yang ternyata telah disiapkan oleh Adam Ibrahim di sebelah rumahnya. Kemudian babi tersebut ditangkap oleh para saksi sesuai aba-aba dari saudara Adam Ibrahim.

Para saksi lalu menunggu di belakang rumah Adam Ibrahim dan tidak boleh keluar untuk melihat proses perubahan manusia menjadi babi yang dilakukan oleh Adam Ibrahim.

Para saksi hanya berkomunikasi melalui aplikasi pesan Whatsapp dan harus mematuhi perintah dari Adam Ibrahim.

Sumber: pojoksatu.id

 
Beri Komentar