Potret Pelantikan Panglima Besar TNI Pertama oleh Presiden Soekarno

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Senin, 13 September 2021 13:45
Potret Pelantikan Panglima Besar TNI Pertama oleh Presiden Soekarno
Begini momen pelantikan Jenderal Soedirman oleh Presiden Soekarno.

Dream - Sosok Jenderal Soedirman tentu tak asing bagi masyarakat Indonesia. Ia merupakan salah satu pahwalan nasional yang memiliki pengaruh besar terhadap kemerdekaan Indonesia.

Keberanian dan ketegasan melawan penjajah membuat Jenderal Soedirman disegani banyak kalangan. Dia juga menjadi sosok penting terbentuknya kesatuan Tentara Nasional Indonesia (TNI). 

Jasanya selalu dikenang. Dia bahkan dibuatkan patung di beberapa kota besar di Indonesia. Seperti di Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Pacitan, Purwokerto, dan Alor.

1 dari 6 halaman

Potret Pelantikan Jenderal Soedirman

Akun Instagram @sejarahnusantara45 membagikan potret bersejarah, yakni saat sang Jenderal dilantik oleh Presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno.

Pelantikan Jenderal Soedirman© Instagram

" Pelantikan Jenderal Sudirman sebagai pucuk pimpinan tertinggi TNI oleh Presiden Sukarno di Yogyakarta," demikian keterangan foto dalam unggahan tersebut.

 

2 dari 6 halaman

Diambil 74 Tahun Lalu

Pada foto itu terlihat beberapa tentara Indonesia yang berdiri di belakang Jenderal Soedirman.

Meski dilantik sebagai pimpinan tertinggi tentara Indonesia kala itu, penampilan sang Jenderal begitu sederahan dan diikuti suasana pelantikan serupa.

Diketahui foto tersebut diambil pada 15 Februari 1947.

" 📸 : 15 Februari 1947," tutupnya.

 

      View this post on Instagram      

A post shared by History Indonesia (@sejarahnusantara45)

 

3 dari 6 halaman

Misteri Tiga 'Jimat' Jenderal Soedirman

Dream - Panglima Besar Jenderal Soedirman akan terus dikenang sepanjang masa. Berkat kepawaiannya memimpin perjuangan gerilya, kini bangsa Indonesia mampu merasakan kemerdekaan.

Kisahnya saat melakukan perang gerilya pada tahun 1948 dan berhasil mengecoh Belanda, memunculkan berbagai cerita mengenai kesaktiannya.

Dilansir dari kanal YouTube RRI NET Official, cucu dari mendiang Jenderal Soedirman, Ganang Priambodo Soedirman menuturkan, jimat sebagai pelindung sang Jenderal bukan lah keris atau berbagai senjata tradisional lainnya.

" Ada yang menyebutkan juga, Jenderal Soedirman itu punya jimat yang menjadi mantranya. Mungkin bisa dikatakan keris-keris begitu ya Pak ya?," tanya sang presenter.

" Enggak, begini. Ketika itu memang dari ayahanda kemudian ada peninggalan ada ya, tapi kemudian kami melihat lebih baik hal itu diserahkan ke museum supaya bisa menjadi manfaat, sejarah," ujar Ganang.

" Tapi kalau kesaktian, logika beliau sakit begitu ya kalau ada yang cerita beliau mengangkat keris begitu lalu ada pesawat jatuh, logikanya ya kakeknya ini (Jenderal Soedirman) nunjuk-nunjuk saja tidak usah gerilya. Kan begitu," sambungnya.

4 dari 6 halaman

Ajak Berdzikir dan Tahlil

Genderang perang berbunyi, jantung berdegup kencang tatkala penduduk Yogyakarta tengah didatangi pasukan Belanda saat menikmati kemerdekaan pada 19 Desember 1948.

Bung Karno menyarankan agar Jenderal Soedirman beristirahat lantaran terbujur sakit dan tak melakukan gerilya. Bersifat tegas, Jenderal Soedirman tak mengindahkan permintaan Bung Karno.

Sesampainya di Kediri, pasukan Belanda tiba-tiba menemukan persembunyiannya. Sejurus kemudian, pahlawan revolusi ini mengajak para prajurit untuk menggelar dzikir.

" Mari kita berdzikir agar diberi pertolongan Allah. Jangan sekali-kali di antara tentara kita ada yang menyalahi janji menjadi pengkhianat nusa, bangsa, dan agama. Harus kamu senantiasa ingat bahwa perjuangan selalu memakan korban. Jangan sekali-kali membuat rakyat menderita," ucap Jenderal Soedirman yang diperankan sang cucu dalam sosio drama HUT ke-72 TNI di Dermaga Indah Kiat Cilegon, Banten, Kamis 5 Oktober 2017.

5 dari 6 halaman

Dikhianati Prajuritnya

Keberadaan Jenderal Soedirman yang diketahui Belanda rupanya dilaporkan oleh salah seorang prajuritnya. Kendati demikian, Jenderal Soedirman sebenarnya mengetahui hal ini.

Anehnya, tak ada satu pun pasukan Belanda yang mempercayai sang pengkhianat bangsa Indonesia itu mengenai identitas Jenderal Soedirman. Saat sang pengkhianat menunjuk Jenderal Soedirman, ia malah ditembak mati.

Sang jenderal memang diketahui ahli strategi dalam berperang dan mengecoh lawan. Meski markasnya berhasil ditembus, namun Belanda tetap gagal menangkap dirinya.

6 dari 6 halaman

Jimat Sakti Jenderal Soedirman

Tak sedikit yang lantas kebingungan melihat kejadian tersebut. Banyak prajurit Jenderal Soedirman yang lantas bertanya mengenai jimat sakti hingga sang jenderal bisa lolos begitu mudahnya dari serangan lawan.

" Setelah kejadian tersebut, banyak anak buah Pak Dirman yang menanyakan jimat apa yang dipakai sehingga tentara Belanda sulit menangkapnya," dikutip dari laman NU.

Rupanya, Jenderal Soedirman memiliki tiga jimat yang selalu dipegang teguh. Tiga hal itu adalah selalu menjaga wudhu, salat tepat waktu, serta mengabdi pada bangsa dan negara.

" Sang Panglima Besar hanya menyebut tiga hal: tidak pernah putus dari keadaan wudhu, shalat lima waktu tepat waktu, dan mengabdikan diri bukan untuk keluarga, golongan, atau partai, tapi untuk bangsa dan negara," dikutip dari laman NU.

Sumber: merdeka.com

Beri Komentar