Terbongkar, Aksi Peserta Tes STAN Selipkan HP di Pakaian Dalam

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 5 Juli 2018 17:30
Terbongkar, Aksi Peserta Tes STAN Selipkan HP di Pakaian Dalam
Mereka menggunakan kamera dan gawai untuk berbuat curang di tes.

Dream – Praktik curang peserta tes pendidikan ikatan dinas Politeknik Keuangan Negara Sekolah Tinggi Administrasi Negara (STAN) terbongkar. Delapan peserta yang berbuat curang, tak bisa berkutik saat aksi mereka tepergok petuas.

Dikutip dari Fajar, Kamis 5 Juli 2018, aksi peserta yang diketahui delapan orang itu terbongkar ketika tes berlangsung pada 29 Juni 2018 dan 2 Juli 2018. Saat berlangsung tes, salah satu ponsel peserta berbunyi saat mengikuti tes. Pengawas langsung memeriksa.

Tak disangka, ponsel peserta itu disembunyikan di balik pakaian dalam. Sebuah perangkat khusus digunakan untuk berkomunikasi dengan orang luar.

Aksi curang peserta itu sempat lolos dari tim pemeriksa karena pelaku mengenakan hijab. Modusnya yang digunakan juga tergolong rapi.

Peserta-peserta ini menggunakan kamera mini yang terhubung dengan gawai yang diselipkan di pakaian dalam. Kamera tersebut disematkan di lengan baju.

“ Kamera ini fungsinya untuk menyorot soal di layar monitor. Gambar yang terekam kamera, terhubung dengan gawai yang sudah disetel khusus. Hasil rekaman itu juga terhubung dengan gawai yang dikendalikan orang luar,” kata Kepala Kantor Regional IV Makassar, Badan Kepegawaian Negara (BKN), Sayadi.

Ponsel para peserta ini terhubung dengan aplikasi WhatsApp. Setelah itu, ada beberapa rangkaian kabel dari ponsel yang terhubung ke telinga peserta.

“ Jadi, semua sudah lengkap. Kamera itu menghubungkan orang yang akan memberikan jawaban yang terhubung lewat ponsel. Jadi, yang jawab ini dari luar,” kata dia.

Menurut Sayadi beberapa orang pelaku diketahui anak pejabat. Salah satunya berasal dari Kabupaten Sidrap. Hingga kini identitas delapan orang ini masih dirahasiakan karena kasusnya masih dalam pengembangan BKN.

Tim BKN juga langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polda Sulawesi Selatan karena Sayadi yakin aksi ini dilakukan kelompok jaringan tertentu.

Usai kejadian, panitian menetapkan delapan calon pelajar ikatan dinas ini gugur dan tidak lagi bisa ikut seleksi lanjutan yang dilakukan secara online. Sayadi mengatakan, kasus ini menjadi pelajaran agar pengawas lebih selektif lagi dalam pemeriksaan.

“ Secara nasional ada 5 ribu formasi yang disedikan. Kebetulan tesnya di tempat kami. Makanya kami yang awasi pelaksanaan tes untuk sistem CAT,” kata dia.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani, mengatakan, penyidik masih menelusuri terkait laporan kecurangan peserta tes di STAN. Dicky mengatakan pihaknya akan menelusuri jaringannya dengan menggunakan Cyber Crime Polda Sulsel. “ Akan ditelusuri semua mulai dari siapa dia temani berkomunikasi. Jangan sampai juga ada orang dalam,” kata dia.

(Sah)

Beri Komentar
Terima Kritik Pedas, Nada Zaqiyyah: Ternyata Adik Kelas Aku Sendiri