Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Tahun lalu, sekelompok peneliti Australia menemukan sebuah pulau palsu seukuran kota Manhattan di Pasifik Selatan.
Tempat misterius yang disebut Sandy Island itu muncul di peta, di sebelah barat laut dari Kaledonia Baru. Pulau itu bahkan muncul sebagai poligon hitam di Google Earth.
Tetapi ketika para ilmuwan berlayar ke sana November lalu, mereka tidak menemukan apa-apa, hanya air terbuka.
Dalam sebuah obituari tentang pulau itu yang diterbitkan bulan ini, para peneliti menjelaskan mengapa pulau hantu yang sebenarnya tidak pernah ada itu disertakan pada beberapa peta selama lebih dari satu abad.
Mereka mengatakan hal itu terjadi karena kesalahan manusia dan munculnya fenomena rakit batu apung.
Sandy Island pertama kali tercatat oleh kapal penangkap ikan paus Velocity pada tahun 1876 dan pertama kali disebutkan dalam peta Admiralty di Inggris pada tahun 1908.
Tapi ekspedisi selanjutnya tidak pernah menemukan pulau itu. Karena itulah, pulau tersebut dihapus dari beberapa peta laut resmi pada tahun 1970-an.
Namun, rupanya pulau itu kembali muncul pada beberapa peta versi cetak. Dan kemudian masuk ke dalam bentuk digital seperti World Vector Shoreline Database yang banyak digunakan pelaut, yang dikembangkan oleh militer Amerika Serikat.
" Selama konversi dari peta hard-copy ke format digital kesalahan tentang Sandy Island itu tetap muncul," kata Maria Seton, dari University of Sydney.
Tapi apa yang dilihat awak Velocity sehingga menyebabkan penemuan palsu Sandy Island di abad ke-19? Seton dan rekan-rekannya berspekulasi bahwa itu mungkin adalah rakit batu apung raksasa.
Batu apung terbentuk ketika lava vulkanik mendingin dengan cepat, menjebak gas di dalamnya dan menciptakan batu ringan yang bisa mengapung.
Musim panas lalu, gunung berapi bawah laut yang disebut Havre Seamount meletus dan menciptakan rakit batu apung raksasa seluas 22 ribu kilometer persegi yang mengapung di lepas pantai Selandia Baru. Dan Sandy Island kebetulan berada di sepanjang jalur batu apung raksasa itu. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya