Media Asing Ramai Ustaz Yahya Waloni Sebut 'Murtad karena Mi Instan'

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Selasa, 27 April 2021 03:13
Media Asing Ramai Ustaz Yahya Waloni Sebut 'Murtad karena Mi Instan'
Ustaz Yahya Waloni dalam sebuah kesempatan membahas mengenai perbedaan orang yang masuk Islam dan orang yang keluar dari Islam.

Dream - Salah seorang pendakwah Islam Indonesia melontarkan klaim kontroversial pada Kamis, 22 April 2021 kemarin. Pasalnya, ia membahas mengenai perbedaan orang yang masuk Islam dan orang yang keluar dari Islam.

Dalam kanal YouTube Termometer Islam berjudul " Saifudin Ibrahim vs Ust Yahya Waloni | Muhtadin vs Murtadin" , Yahya mengatakan banyak orang murtad (keluar Islam) biasanya terkena pengaruh sebungkus mi instan.

Tak hanya mengklaim soal mi instan, Yahya Waloni juga mengatakan orang yang keluar dari islam bisa juga disebabkan tergoda seliter beras.

Ceramah Yahya Maloni pun menjadi perbincangan. Bahkan diberitakan beberapa media di luar negeri.  

1 dari 4 halaman

Perbedaan

World of Buzz menyebut, Waloni menilai orang biasanya berasal dari kaum intelektual. Sementara orang-orang yang keluar Islam atau murtad justru sebaliknya. 

" Orang yang murtad dari Islam itu biasanya cuma karena pengaruh mi instan satu bungkus dan beras satu liter," ujar Yahya Waloni, dikutip dari World of Buzz, Senin 26 April 2021.

" Tapi orang yang dari kafir yang masuk Islam, kebanyakan mereka adalah kaum intelektual, kaum jenius, pemikir-pemikir ulung," lanjutnya.

2 dari 4 halaman

Pernyataan ini Yahya Waloni ungkapkan saat menceritakan awal mula ia memeluk agama Islam. Ia mengaku mendapat hidayah dari seorang muslim tanpa diberi petunjung oleh orang Islam.

Ustaz Yahya© YouTube

Setelah mengatakan itu, Yahya Waloni tiba-tiba membandingkan orang yang masuk dan keluar dari Islam. Ia bahkan memuji orang-orang yang masuk Islam mampu menerjemahkan ilmu dan kompetensi ke dalam teks Alquran.

 

 

 

3 dari 4 halaman

Dalam kesempatan tersebut, Yahya Waloni juga buka-bukaan mengaku tidak suka dipanggil seorang mualaf. Apalagi, ia merasa panggilannya masuk ke Islam bukan karena bujukan dari orang-orang muslim.

" Di masjid-masjid, saya nggak suka dipanggil Mualaf karena mualaf di Indonesia ini kebanyakan bukan mualaf (tapi) kualat," tegas Yahya Waloni. " Biasanya orang masuk Islam karena mau nikah, masuk Islam karena ikut-ikutan."

" Tetangganya Islam, dia ikut jadi Islam. Tetangganya Kristen, dia masuk Kristen. Tetangganya Buddha, dia ikut Buddha. Tetangganya Hindu, ikut Hindu. Itu namanya Bunglon," tandasnya.

Sumber: World of Buzz

4 dari 4 halaman

Videonya

Beri Komentar