Dream - Sekali lagi, media sosial membuktikan kemampuannya untuk menggalang rasa solidaritas. Kali ini terjadi di Toronto, Kanada. Pengguna media sosial di negara itu tengah ramai membicarakan perilaku pria penumpang bus yang tidak mau memberikan tempat duduk kepada penumpang perempuan. Padahal kursi di sebelahnya hanya diisi oleh tas sang pria.
Dalam video yang diunggah ke laman Youtube oleh National Post pada 26 September silam, terlihat pria yang mengenakan baju hijau terlibat adu mulut dengan perempuan yang berdiri di sampingnya. Perempuan itu memohon agar pria bertopi hitam itu bersedia memindahkan tas yang dia letakkan di bangku penumpang.
Penumpang perempuan yang belakangan diketahui bernama Brenda Davie mengaku memang meminta pria berjenggot panjang itu, untuk memindah tas agar bisa duduk. Sebab, kala itu dia merasa letih setelah bekerja. Apalagi dia tengah mengalami sakit kepala. Sehingga perlu beristirahat, walau hanya dengan duduk.
Dan permohonan itu dia sampaikan dengan sopan. Namun, pria itu menolak permohonan Davie secara kasar. " Dia bilang, 'Tidak, tas saya ada di sana," tulis Davie melalui akun Facebook. Pria ini tetap tenang sambil memainkan telepon selulernya.
Dalam aku Facebook itu pula Davie mengaku pria yang tengah diburu oleh pengguna media sosial Toronto itu mencercanya dengan perkataan kotor. Pria itu memanggil Davie dengan sebutan yang kasar. Tak hanya itu, pria aneh tersebut menginjak kaki dan mendorong Davie hingga terhuyung, jatuh ke penumpang lainnya.
Setelah dorongan itulah video yang diposting oleh National Post itu diambil. Dalam video berdurasi 44 detik itu terlihat Davie tetap terlibat perdebatan dengan pria tersebut. " Kamu tidak akan mendapat apa-apa, perhatikan," kata pria itu. Setelah itu, pria itu mengacungkan jari tengah kepada Davie.
Akhirnya penumpang lain memberikan tempat duduknya kepada Davie, te[at di depan bangku pria yang yang berdebat dengannya. Sambil duduk, Davie berkata: " Kamu orang yang tidak mengizinkan orang lain duduk karena tasmu. Kamu baru saja menginjakkan sepatumu ke kakiku."
" Tinggalkan aku sendiri, aku tidak berbicara dengan orang tolol," jawab pria itu. " Lelaki macam apa kamu, kamu tidak mengizinkan perempuan duduk?" kata Davie. Namun lelaku itu tetap saja dengan pendiriannya. " Perhatikan, kamu tidak akan mendapat apa-apa, perhatikan," kata pria itu mengulang perkataannya.
Video ini telah membuat pengguna media sosial Toronto marah. Mereka melacak siapa sebenarnya lelaki yang dianggap bersikap tidak baik di atas transportasi umum itu. Sejak itu, sejumlah blog mengunggah foto-foto pria yang mengambil ruang lebih banyak di transportasi umum.
Postingan Davie soal kasus ini, yang dibuat pada Rabu lalu, dibagikan sebanyak lima ribu kali dan seribu like. Tak hanya itu, pengguna Twitter juga ramai membahas masalah ini dengan tagar #TransitDouche dan #SubwayShaming.
Hingga kini identitasnya belum terkuak, meskipun sumber National Post menyebut pria ini bekerja di call cnter pusat kota. Dan setelah video itu diunggah, serta pengguna media sosial ramai membicarakannya, pria ini tak lagi masuk kerja.
Sebagaimana dilansir The Star, pengelola bus di Toronto meminta maaf atas kejadian itu. Mereka berusaha mengumpulkan rekaman kamera CCTV. " Kewajiban kami menjamin pelangan dan penumpang di dalam bus, dan pekerja kami, aman sepanjang waktu," tutur juru bicara pengelula bus umum Toronto, Brad Ross. (Ism)
Advertisement