7 Prinsip Dasar Alquran dalam Mendidik Anak

Reporter : Dwi Ratih
Senin, 15 Oktober 2018 14:02
7 Prinsip Dasar Alquran dalam Mendidik Anak
Metode ini dapat dilakukan Sahabat Dream agar anak tumbuh bermanfaat.

Dream - Memiliki anak bukan semata-mata ingin mempunya keturunan saja. Sebagai orangtua, kita wajib mendidik para anak agar dapat berperilaku baik dan bermanfaat bagi keluarga dan lingkungan.

Seperti kita tahu bahwa anak adalah cerminan orang tua, setuju nggak?

Terkait didikan orangtua pada anaknya, saat ini tak sedikit metode pola didik yang dapat dilakukan agar anak dapat tumbuh seperti yang diharapkan.

Sebagai umat Muslim, mendidik anak seperti yang terkandung dalam Alquran adalah pedoman terbaik yang bisa Sahabat Dream tiru dalam sehari-hari.

 shutterstock

Ada tujuh prinsip yang terdapat di dalamnya. Apa saja itu?

1. Anak adalah takdir Allah SWT, bukan pilihan orang tua juga bukan anak yang memilih orang tua, hal ini terkandung di Surat Al Qashash ayat 68 dan Surat Asy Syuura ayat 49-50.

2. Di surat Al Anfal ayat 27-29 berbunyi karena apa yang Allah SWT takdirkan, maka itu adalah amanah yang harus ditunaikan.

3. Orang tua menginginkan anak, keinginan itu merupakan janji orang tua pada Allah SWT, maka janji tesebut harus ditepati dan dipertanggungjawabkan kelak, seperti yang tercatat di Surat Al Ma'idah ayat 1, Surat Al Israa' ayat 34, dan Surat Ar Ra'd ayat 19-24.

Lantas empat prinsip apalagi yang mendasar di Alquran soal mendidik anak?

Baca lengkapnya di sini, yuk, Sahabat Dream!

1 dari 2 halaman

Meraih Buah Ketakwaan dengan Cara Ini

Dream - Menjadi manusia yang bertakwa merupakan tujuan setiap Muslim. Untuk bisa mencapai derajat ketakwaan yang tinggi tidaklah mudah.

Banyak godaan bagi mereka yang menyatakan diri konsisten menaati perintah Allah SWT dan menjauh larangan-Nya. Godaan merupakan ujian. Bagi yang lulus, mereka akan meraih buah ketakwaan yang sempurna.

Dikutip dari bincangsyariah, buah ketakwaan itu tidak lain adalah Furqan. Ia adalah pembeda antara yang haq dan yang batil.

Furqan juga merupakan kunci keselamatan di dunia. Ia mencegah manusia dari perilaku maksiat dan membuatnya condong kepada keimanan.

Ibnu Atha'illah dalam Al Hikam memberikan penjelasan sebagai berikut.

" Kuburlah wujudmu di dalam bumi kerendahan (ketiadaan); maka segala yang tumbuh namun tidak ditanam (dengan baik) tidak akan sempurna buahnya."

Penjelasan di atas mengarahkan kita untuk senantiasa menekan kedirian. Maksudnya, berusaha untuk terus merendah.

Sebab, perilaku dasar dari manusia tidak lain adalah ingin diakui, dipandang paling hebat, dan sebagainya. Dalam psikologi, kita mengenalnya dengan istilah eho.

Untuk meraih buah takwa yang kita idamkan tersebut, Ibnu Atha'illah memberikan cara yang paling manjur. Kita harus sebisa mungkin berusaha untuk mengubur ego dalam ketiadaan.

Dengan begitu, kita bisa mengenali siapa diri kita sesungguhnya. Kitapun bisa meraih buah takwa atas petunjuk Allah SWT.

Selengkapnya...

2 dari 2 halaman

Redakan Rasa Nyeri, Baca Alquran Selama 10 Menit

Dream - Tidak ada yang bisa membantah Alquran diturunkan sebagai kitab suci dan petunjuk hidup bagi umat Islam. Tetapi, ada hal lain yang juga luar biasa dalam Alquran.

Ternyata, Alquran mengandung faedah sebagai syifa (obat), lebih tepatnya penenang. Alquran memberikan ketenangan bagi orang yang membacanya, termasuk meredakan nyeri dalam tubuh.

Fungsi Alquran sebagai syifa tertuang dalam Surat Al Israa ayat 82, yang artinya sebagai berikut.

" Dan Kami turunkan dari Alquran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Alquran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian."

Dikutip dari bincangsyariah, Syeikh Muhammad Al Amin Asy Syinqith dalam Tafsir Adhwaul Bayan menjelaskan maksud dari syifa yang terkandung dalam Alquran.

"  Obat yang mencakup obat bagi penyakit hati/jiwa, seperti keraguan, kemunafikan, dan perkara lainnya. Bisa menjadi obat bagi jasmani jika dilakukan ruqyah kepada orang yang sakit. Sebagaimana kisah seseorang yang terkena sengatan kalajengking diruqyah dengan membacakan Al-Fatihah. Ini adalah kisah yanh shahih dan masyhur."

Terdapat penelitian ilmiah terkait fungsi Alquran sebagai syifa. Penelitian yang dipresentasikan pada " International Conference on Cross Cultural Collaboration in Nursing for Sustainable Development" menunjukkan temuan membaca Alquran dalam 10 menit mampu menurunkan skala nyeri.

Penelitian ini dijalankan pada 31 pasien usai operasi Caesar di Rumah Sakit Nur Hidayah Yogyakarta. Hasilnya, 16 pasien mengalami penurunan rasa nyeri.

Selengkapnya...

Beri Komentar
BJ Habibie Dimakamkan di Samping Ainun Habibie