Keikhlasan Pengurus Jenazah, Abaikan Rasa Lelah

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 19 Februari 2016 09:43
Keikhlasan Pengurus Jenazah, Abaikan Rasa Lelah
Meski malam hari, Eko dan tim LJG APU siap membantu merawat jenazah hingga dimakamkan.

Dream - Pagi hari pada Minggu lalu, Eko pergi ke tempat kerjanya, Rumah Gemilang Indonesia yang merupakan perwakilan dari Lembaga Amil Zakat Al Azhar Peduli Ummat di kecamatan Sawangan, Depok, Jawa Barat. Dia mendapat jadwal piket di hari libur.

Eko merupakan Koordinator Layanan Jenazah Gratis APU. Layanan ini merupakan, salah satu program LAZ APU untuk membantu masyarakat kurang mampu dalam memulasarakan jenazah.

Baru saja tiba di kantor, telepon khusus LJG berdering dan terdengar suara lirih meminta layanan jenazah saat itu juga. Dengan sigap Eko langsung memenuhi permintaan sang penelepon dan segera mempersiapkan segala kebutuhan layanan, lalu meluncur ke lokasi di Jakarta Timur.

Selesai dzuhur, proses layanan jenazah gratis ini selesai. Eko bersiap menuju rumahnya dengan senang hati karena dapat membantu dan menghibur keluarga dhuafa yang berduka.

Dalam perjalanan pulang menuju rumahnya di bilangan Pamulang, telepon khusus layanan pun berdering kembali. Terdengar kembali suara parau dari balik telepon dan meminta layanan dengan penuh harapan kepada Eko.

Eko memutar arah menuju kantornya di Sawangan untuk mengambil perlengkapan dan segera menuju rumah keluarga duka. Pengurusan jenazah langsung dilakukan dibantu oleh para tetangga dan handai taulan keluarga yang berduka.

Ashar pun berlalu dan selesai pula pengurusan jenazah hingga memakamkan almarhum. Tampak kegembiraan terpancar dari keluarga duka ketika mereka mengucapkan terima kasih kepada Eko, si petugas layanan jenazah.

Salat maghrib dia tunaikan di masjid dekat rumah sambil menunggu hingga isya dan dilanjutkan dengan ikut pengajian rutin. Selepas itu dia bercengkrama dengan istri dan anak-anaknya hingga anak-anaknya tertidur pulas.

Baru saja Eko meluruskan badan di kasur untuk istirahat dan menyimpan ponsel layanan di dekat tempat tidur, terdengar dering ponsel tersebut. Eko melihat ponsel tersebut sambil menghela nafas.

" Malam-malam begini masih aja ada yang telepon. Rasa lelah ini saja belum hilang," kata Eko.

" Sudah layani saja, orang minta tolong kok…. Semoga Allah mudahkan urusan abang," ucap Eko mengenang perkataan istrinya.

Mendengar nasihat istrinya, dia mengangkat telpon dan langsung menyatakan kesiapan untuk layanan pengurusan jenazah. Dengan wajah letih dia menembus dingin dan gelapnya malam menuju rumah duka di Parung, Bogor.

Waktu menunjukkan pukul 01.00 dini hari sampai di keluarga duka dan Eko langsung membantu pengurusan jenazah.

Ternyata jenazah harus dibawa ke keluarga besarnya di Cibinong hingga selesai pukul 03.00 WIB. Keluarga almarhum pun sangat merasakan manfaat program LJG dan mereka memberi penghargaan yang besar atas perjuangan tim Layanan Jenazah Gratis.

" Terima kasih atas layanannya pak, saya awalnya tak banyak berharap dibantu, tapi ternyata permintaan saya diterima dan bapak dapat bantu kami walau tengah malam."

Keesokan harinya, seorang amil APU menerima telepon dari salah satu keluarga dekat almarhum yang dilayani LJG untuk mengungkapkan keheranan keluarga duka.

" Mas, heran saya, kok petugas LJG-nya diberi uang tidak mau, ditawarin makan minum tidak mau, diberi uang bensin dan tol juga menolak. Walaupun gratis, nggak gratis sama sekali dong," kata orang tersebut.

Dengan tersenyum amil APU mengatakan, " Semua kebutuhan operasional dan bantuan pengurusan jenazah serta air minum mineral itu sudah ditanggung oleh dana zakat APU dan jika keluarga ingin memberikan hadiah atau sedekah maka langsung ke lembaga APU saja. Ini dilakukan untuk menjaga keikhlasan para amil di Al-Azhar Peduli Ummat."

Ketika Muslim tengah terlelap dalam tidur, Eko telah menggugurkan kewajiban mereka untuk mengurus jenazah. Dedikasinya sungguh luar biasa, semoga Allah mengganjarkan dengan sebaik-baiknya balasan.

(Ism, Sumber: Al Azhar Peduli Ummat)

Beri Komentar
Summer Style 2019