Anak Bupati Tak Malu Buka Usaha Angkringan

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 14 Juli 2016 14:02
Anak Bupati Tak Malu Buka Usaha Angkringan
Pasangan suami istri ini adalah anak dan menantu Bupati Gunungkidul, Badingah. Angkringan memang identik dengan wong cilik, tapi ada misi lain dari angkringan ini...

Dream - Sebagian masyarakat mengenal angkringan sebagai tempat makan yang murah. Cukup dengan uang kurang dari Rp5.000, sudah bisa makan puas.

Lazimnya, angkringan adalah usaha kuliner yang akrab dengan masyarakat kelas bawah. Miringnya harga menjadi faktor utama usaha ini begitu digemari.

Meski begitu, pasangan Yune Prana Elzuhriya, 38 tahun, dan Iwan Surya Purnawan, 44 tahun tidak merasa malu maupun gengsi dengan angkringan. Padahal, pasangan ini adalah anak dan menantu Bupati Gunungkidul, Badingah.

Pasangan ini memutuskan untuk membuka usaha angkringan dengan nama 'Angkringan Batik'. Tempat dagang mereka pun tidak menyewa, melainkan memanfaatkan halaman rumah sendiri.

" Anak bupati buka angkringan, kenapa harus malu. Ibu (Bupati Gunungkidul, Badingah) justru mendukung. Dulu ibu juga jualan di pasar," ujar Yune, dikutip dari gunungkidulpost.com, Kamis, 14 Juli 2016

Yune mengakui angkringan memang identik dengan masyarakat kecil. Tetapi, Yune menangkap ada fungsi lain dari angkringan. Fungsi itu tidak melulu sebagai tempat makan, melainkan juga bersosialisasi serta bersilaturahim.

" Nah, kami ingin yang ke sini itu makan, minum, dan 'srawung' (bersosialisasi) satu sama lain, sehingga akan menambah pergaulan dan saling berbagi," kata dia

Terkait pendapatan, suami Yune, Iwan mengatakan bisnis angkringan tidak memberikan keuntungan yang besar. Selengkapnya baca pada tautan ini.

Kirimkan tulisan atau kisah yang kamu temui, ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:

1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog atau sosmed
3. Foto dengan ukuran high-res
4. Isi di luar tanggung jawab redaksi

Beri Komentar