Bagaimana Status Harta yang Hanyut oleh Banjir dan Tsunami?

Reporter : Ahmad Baiquni
Minggu, 3 Februari 2019 18:45
Bagaimana Status Harta yang Hanyut oleh Banjir dan Tsunami?
Apakah termasuk harta milik atau tidak?

Dream - Banjir, tsunami, dan banyak lagi bencana lainnya, tentu menimbulkan kerugian sangat besar. Bagi korban, mereka terpaksa kehilangan harta akibat bencana.

Tidak menutup kemungkinan harta yang hanyut tersebut sampai di suatu tempat. Kemudian, ditemukan orang lain yang sama sekali tidak tahu asal muasal harta itu.

Jika hal ini terjadi, apa status harta itu dan bolehkah diambil?

Dikutip dari Bincang Syariah, harta yang hanyut akibat banjir dan tsunami berstatus sebagai harta terlantar (malun dho-i). Ulama membagi hukum pemanfaatan harta ini menjadi dua.

1 dari 2 halaman

Dua Status Hukum Harta

Hukum pertama, harta boleh dimanfaatkan untuk kepentingan umum apabila tidak diketahui siapa pemiliknya, atau ada dugaan kuat si pemilik sudah tidak menghiraukan lagi keberadaan hartanya.

Demikian pula jika harta tersebut dimanfaatkan sepenuhnya oleh orang yang menemukan, maka hukumnya boleh jika syaratnya tersebut terpenuhi.

Hukum ke dua, harta wajib disimpan jika diketahui siapa pemiliknya untuk diserahkan kembali. Harta itu tidak boleh diambil manfaatnya baik oleh penemu maupun untuk kepentingan umum.

2 dari 2 halaman

Penjelasan Ulama

Hal ini seperti dijelaskan oleh Al Khathib Asy Syirbini dalam kitab Al Iqna.

" Adapun barang yang dibawa angin ke dalam rumahmu atau kamarmu, maka tidak disebut barang temuan tapi disebut barang atau harta terlantar. Begitu juga barang yang dibawa oleh banjir ke daerahmu, jika diabaikan oleh pemiliknya, maka barang itu menjadi milikmu, bukan barang temuan. Jika belum diabaikan, maka ia tetap milik pemiliknya."

Demikian pula seperti yang dijelaskan Syekh Muhammad bin Ahmad bin Umar Asy-Syathiri dalam kitab Yaqutun Nafis.

" Ulama menyebutkan terkait harta yang dibawa oleh banjir kemudian jatuh ke daerah masyarakat. Ulama berkata, ‘Itu disebut harta terlantar.’ Akan tetapi yang aneh Imam Hasan al-Bashri berkata, ‘Siapa yang menemukan harta tersebut dan tidak mengetahui pemiliknya, maka ia boleh memilikinya."

Sumber: bincangsyariah.com

Beri Komentar
(Deep Dream) Menteri PAN-RB Buka-bukaan Soal PNS Kerja dari Rumah dan Single Salary