Besarnya Keutamaan Membebaskan Utang Orang Kesusahan

Reporter : Ahmad Baiquni
Sabtu, 9 Februari 2019 18:03
Besarnya Keutamaan Membebaskan Utang Orang Kesusahan
Ada kalanya, orang berutang sedang sangat kesulitan dalam mengembalikan pinjamannya.

Dream - Dalam Islam, utang piutang merupakan transaksi yang dibolehkan. Tetapi, ada kewajiban untuk mengembalikan bagi mereka yang berutang.

Terkadang, seseorang mengalami situasi yang tidak menentu. Kondisi yang buruk membuat orang kesulitan untuk melunasi utangnya.

Meski sudah bersusah payah, orang yang bersangkutan tetap saja tidak bisa membayar utang. Dia pun terpuruk dengan kondisinya.

Ketika melihat kondisi ini, alangkah baiknya pemberi utang bersedekah kepada pengutang. Caranya dengan mengiklaskan utang yang bersangkutan.

Dikutip dari bincangsyariah.com, ada banyak keutamaan bagi orang yang menyedekahkan piutangnya kepada orang berutang.

Salah satunya dijamin akan dimudahkan urusannya oleh Allah SWT, seperti dalam firman-Nya pada Surat Al Baqarah ayat 280.

" Dan jika (orang yang berutang itu) dalam kesukaran, maka berilah tangguh (jeda waktu) sampai dia memiliki kelapangan. Dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu lebih baik bagi kalian, jika kalian mengetahui."

 

1 dari 1 halaman

Jaminan dari Rasulullah

Rasulullah Muhammad SAW juga sangat menganjurkan orang untuk meringankan saudaranya yang kesusahan dari beban utang. Hal ini tertuang dalam sabda Rasulullah SAW diriwayatkan Imam Muslim dari Abu Qatadah RA.

" Barangsiapa yang senang diselamatkan oleh Allah dari kesusahan hari kiamat, maka hendaknya dia menghilangkan kesusahan orang yang kesusahan (membayar utang) atau membebaskannya."

Juga seperti dalam riwayat Imam Bukhari dari Huzaifah bin Al Yaman.

" Ada seorang laki-laki yang hidup sebelum kalian. Lalu datang malaikat untuk mencabut ruhnya. Kemudian ditanyakan kepadanya, 'Apakah kamu pernah berbuat kebaikan?' Dia menjawab, 'Saya tidak tahu.' Dikatakan lagi kepadanya, 'Lihatlah.' Dia menjawab, 'Saya tidak mengetahui sesuatu amalan baik pun, hanya saja aku pernah berjual beli barang dengan manusia ketika di dunia dan aku mencukupi kebutuhan mereka. Aku memberi keluasan bagi orang mampu bayar dan membebaskan untuk orang yang kesulitan.' Maka Allah memasukkan laki-laki tersebut ke dalam surga."

Mengikhlaskan utang orang lain tentu sulit. Tetapi, jika melihat keutamaannya dan dampak yang terjadi para orang kesusahan, setidaknya hati kita bisa terketuk untuk memberikan kemudahan.

(ism, Sumber: Bincangsyariah.com)

Beri Komentar
Menteri PAN-RB Buka-bukaan Soal PNS Kerja dari Rumah dan Single Salary_mark