(Foto: Hmetro.com.my)
Dream - Cibiran lima tahun yang lalu saat memutuskan membuka toko kelontong di tengah perkebunan karet tidak mematahkan semangat Hamidah Abdul, 56 tahun. Dia tetap teguh dengan rencananya.
Dengan modal hanya 5.000 ringgit (setara Rp17,8 juta), ibu dari dua putra itu bersama saudara sepupunya, Fauziah Mansor, memutuskan terjun ke bisnis ritel sebagai sumber penghasilan.
" Banyak yang tidak percaya pada keputusan kami untuk membuka toko kelontong di lokasi seperti itu. Beberapa bahkan mencibir pelanggan kami mungkin monyet. Tapi cibiran itu kami anggap sebagai penyemangat," kata Hamidah ketika ditemui di tempat kerjanya di Jalan Tun Razak-Tehel, Jasin, Melaka, Malaysia
Hamidah memang tak yakin sepenuh hati. Jauh di dalam hatinya masih ada bimbang dan khawatir bisnisnya takkan berlangsung lama.
" Namun berkat upaya dan strategi yang digunakan, bisnis kami diterima dengan baik," ujarnya.
Tak menyerah dengan kondisi tokonya yang berdiri di tengah perkebunan, Hamidah membuat strategi jitu. Dia menerapkan strategi pesan dan antar dengan layanan ongkos kirim gratis.
Strategi ini terbukti efektif. Kebutuhan dan permintaan pelanggan bisa cepat terpenuhi.
" Tempat kami tidak seperti toko kelontong lain yang dikunjungi setiap waktu. Tetapi pelanggan yang membutuhkan barang hanya perlu memesan melalui aplikasi WhatsApp," ujarnya.
" Bahkan, beberapa dari mereka masih menggunakan cara tradisional dengan menulis surat yang dikirim oleh tukang pos."
Setelah pesanan diterima, kata Hamidah, barang langsung dikirim ke pelanggan tanpa biaya pengiriman. Dia juga tidak membatasi area pengiriman. Beberapa lokasi pengiriman bahkan lebih jauh dari tempat toko kelontongnya.
Dalam menjalankan tokonya, Hamidah juga memikirkan pengeluaran belanja dapur pelanggannya.
" Meskipun saya berbisnis dan perlu menyimpan stok barang untuk dijual, saya harus memikirkan hidup mereka karena tidak semuanya adalah orang mampu," pungkas Hamidah.
Kini Hamidah bisa bernapas lega dengan keputusannya membuka toko di tengah areal perkebunan. Dia sudah memiliki 150 pelanggan tetap setiap bulan. Cibiran toko kelontongnya hanya didatangi monyet bisa dia tangkis dengan mudah.
(Sah, Sumber: Harian Metro)
Advertisement
Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama

IHSG Dibuka Menguat, Investor Pantau Laporan Cadev RI

MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah Setara SMA, Tapi Tak Bisa Batalkan Status Wapres

Seluruh Sektor Kompak Menguat, IHSG Tancap Gas di Penutupan Sesi I

Refuse Derived Fuel (RDF), Saat Sampah Jadi Bahan Bakar Alternatif


Berapa Lama Harus Bisa Plank Sesuai Usia? Ini Patokan untuk Usia 18 hingga 60 Tahun ke Atas

7 Makanan yang Sering Dianggap Tidak Sehat, Padahal Kaya Nutrisi

Ingin Meningkatkan Rasa Mencitai Diri Sendiri? Coba Ubah Cara Mengingat Masa Lalu

Tuban dan Canggu Ada di Jawa dan Bali, Mengapa Nama Tempatnya Bisa Sama?

Masa Dinosaurus Dikenal Juga sebagai Zaman Jurassic, Apa Artinya?


Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama