Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto : Thecoverage.my
Dream - Menjadikan ular sebagai binatang peliharaan mungkin terdengar keren dan membanggakan.
Namun apa jadinya jika ular tersebut mengeluarkan sifat aslinya hingga membahayakan nyawa pemiliknya.
Hal itulah yang dialami seorang remaja asal Bandung yang hanya dikenal sebagai Aril.
Di lingkungan sekitarnya, Aril dikenal sebagai kolektor ular. Ia mengoleksi berbagai macam jenis ular, termasuk seekor ular kobra yang tentunya sangat berbisa.

Sebagai seorang kolektor muda, Aril sering aktif di komunitas pemilik hewan peliharaan ular di kotanya.
Sayangnya, Aril akhirnya meninggal dunia setelah dipatuk ular kobra peliharaannya pada pekan lalu.
© Dream
Sebelum kematiannya yang terlalu cepat, dia secara tidak sadar telah mendokumentasikan detik-detik mengerikan yang menyebabkan kematiannya melalui media sosial.
Pada pagi hari tanggal 11 Desember, dia mengunggah beberapa foto ke Status WhatsApp-nya. Foto pertama menunjukkan jam 9.50 malam, yang kemudian dikonfirmasi bahwa jam sebenarnya adalah jam 9.50 pagi.

Dalam foto itu, kobra Aril sudah dalam posisi agresif setelah remaja 14 tahun itu memandikannya dan mencoba mengabadikan momen tersebut. Di bawah foto tersebut, Aril menulis, " Senyum dikit napa."
Kira-kira empat menit kemudian, foto lain diunggah, menunjukkan bekas gigitan berdarah di lengan Aril dengan keterangan, " Antara hidup dan mati."
© Dream
Menurut ibu Aril, Neuis Marpuah, anak laki-laki itu sendirian di rumah. Saat itu dia bekerja dan suaminya sedang bepergian. jadi tidak ada orang yang menolongnya setelah dia digigit ular peliharaannya.
" Aril membuat status itu bukan untuk pamer, tapi untuk meminta bantuan dari teman-temannya. Karena tidak ada yang datang, dia kemudian menulis status, 'Jika ada yang merasa sebagai teman, tolong bawa saya ke rumah sakit'," kata ibunya.
Beberapa temannya akhirnya datang untuk menyelamatkannya dan membawanya ke rumah sakit sekitar pukul 11 pagi.

Sayang, Aril meninggal dunia pada pukul 10 malam pada hari yang sama. Kemungkinan bisa ular kobra itu sudah masuk terlalu di dalam di tubuhnya.
Namun ada yang terlihat janggal dengan kasus ini. Jika Aril membawa ponselnya, dia bisa saja memanggil polisi atau ambulans sendiri.
Mengapa dia harus menunggu teman-temannya menyelamatkannya? Jika dia tidak tahu nomor mereka, dia bisa mencarinya secara online. Karena dia jelas punya paket data saat dia menggunakan WhatsApp untuk menulis statusnya.
(Sumber : thecoverage.my)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya