Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Ilustrasi: Shutterstock)
Dream - Sepasang suami istri asal Volgograd, Rusia, dilanda kesedihan. Bayi mereka yang baru lahir dinyatakan meninggal.
Tetapi setelah tujuh tahun berlalu, pasangan ini dibuat kaget. Buah hati mereka ternyata masih hidup. Dia tinggal di panti asuhan.
Kisah ini bermula pada 2011. Kala itu, sepasang suami istri yang tidak disebutkan namanya ini mendapat kabar yang sangat memukul. Dokter menyatakan anak mereka yang baru lahir tidak mampu bertahan hidup lebih dari sepekan.
Mereka kemudian diminta menandatangani surat pernyataan bahwa bayinya menjadi tanggung jawab rumah sakit. Usai menandatangani surat pernyataan itu, mereka pulang dengan hati remuk redam.
Beberapa hari kemudian, mereka berubah pikiran dan kembali ke rumah sakit. Mereka bermaksud untuk mengambil bayinya. Betapa sedihnya mereka ketika mendapat kabar bayinya telah meninggal dunia.
© Dream
Tujuh tahun kemudian, pasangan suami istri itu akhirnya mengetahui kebenaran tentang buah hati mereka. Ini karena muncul dugaan terjadinya kesalahan administrasi di rumah sakit.
Suatu hari, juru sita dari Pengadilan Volgograd datang untuk menagih uang sebesar Rp57 juta kepada pasangan tersebut. Uang itu untuk biaya perawatan anak mereka atas nama sebuah panti asuhan.
Saat itu pasangan suami istri itu tidak ada di rumah. Juru sita kemudian memblokir rekening tabungan ibu dari anak tersebut.
Keesokan harinya ibu anak itu datang ke Kantor Layanan Penagihan Volgograd. Dia berusaha mencari tahu mengapa tidak bisa mengakses rekeningnya.
© Dream
Saat petugas memperlihatkan dokumen dari panti asuhan, ibu anak terkejut dan pingsan.
" Kini sudah jelas bahwa pasangan suami istri itu selama ini percaya saja jika anaknya dibilang sudah meninggal dunia.
" Tidak mengira anaknya bisa 'hidup' lagi, sekarang mereka mengajukan hak asuh anak," kata petugas itu.
Keadilan pun berpihak kepada pasangan suami istri itu. Pada bulan November 2017 lalu, pengadilan mengabulkan permohonan pengalihan hak asuh anak itu kepada mereka dan berlaku awal tahun ini.
Tidak diketahui apakah pasangan suami istri itu akan melayangkan gugatan kepada rumah sakit terkait 'kebohongan' yang dibuat selama tujuh tahun.
(Sumber: mirror.co.uk)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya