Doa Penutup Khutbah Jumat, Lengkap dengan Tata Cara dan Rukunnya

Reporter : Arini Saadah
Jumat, 13 Mei 2022 15:00
Doa Penutup Khutbah Jumat, Lengkap dengan Tata Cara dan Rukunnya
Doa penutuh khutbah Jumat perlu diketahui oleh setiap Muslim.

Dream - Doa penutup khutbah Jumat dijadikan sebagai permohonan keselamatan dan ampunan kepada Allah SWT. Hari Jumat bagi Islam sangatlah istimewa. Pada hari tersebut laki-laki Muslim wajib hukumnya menjalankan sholat Jumat.

Jika sudah melaksanakan sholat Jumat, maka gugur kewajiban menjalankan sholat Dzuhur. Sholat dzuhur berjumlah empat rakaat, sedangkan sholat Jumat hanya dua rakaat saja.

Sebagai umat Islam tentu harus memahami ketentuan sholat Jumat agar sah dan diterima ibadahnya oleh Allah Swt. Terdapat syarat sah sholat Jumat yang perlu diketahui, salah satunya adalah khutbah Jumat. Khutbah berarti pidato atau ceramah. Khutbah sangat erat kaitannya dengan pidato berisi materi keagamaan.

Khutbah Jumat diawali dengan doa dan juga ditutup dengan doa pula. Doa penutuh khutbah Jumat perlu diketahui oleh setiap Muslim. Dikutip Dream dari berbagai sumber, berikut bacaan doa penutup khutbah Jumat lengkap dengan ketentuan lain dalam melaksanakan sholat Jumat.

1 dari 4 halaman

Doa Penutup Khutbah Jumat

Berikut bacaan doa penutup khutbah Jumat lengkap latin dan artinya yang perlu diketahui:

Qalaallahu ta'ala filquranilkariim. A’dzubillahiminasyaithanirojim. Innallaha wamalaaikatahuu yusholluuna ‘alannabiyyi yaayuhalladziina aamanu shollu 'alaihi wasallimuu tasliima.

Allhumma sholli muhammadin wa'ala ali muhammadin kama shollaita'ala ibrahiima wa‘ala aali ibrohima wabarik’ala Muhammad. Wa 'ala aali muhammadin, kama barakta 'alaa ibrohima wa ’ala ali ibrohimma fil ’alamiin innaka hamidummajiid.

Allaahumma sholli ‘alaa Muhammadin, wa ‘alaa aalihii waashahbiihii ajmaiin. Alhamdulillahirobbil’alamin. Allohummaghfir, lilmukminiina walmukminaat, walmuslimiina walmuslimaat, alakhyaaiminhum walamwaat, innaka samii’un qoriibummujibudda’awaat. Robbana dzolamna anfusana, wailamtaghfirlana watarkhamna lanakunanna minalkhosiriin.

Robbana atina fidunya khasanah wafil akhiroti khasanah waqina adzabannar. Walhamdulillahirobbil’alamin. Ibaadalloh, innalloha ya’muru bil’adli wal ihsaani waiitaaidzil qurbaa, wayanha ‘anilfahsyaaii walmunkar, walbaghyi yaidzukum la’allakum tadzakkaruun. Fadzkuruulloohal’adziim yadzkurkum wasykuruuhu ’ala ni’matihi yazidkum waladzikrullohiakbar.

2 dari 4 halaman

Arti Doa Penutup Khutbah Jumat

Allah Ta’ala berfirman di dalam Alquran, aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk. Sesungguhnya Allah memerintahkan malaikat malaikat-Nya bersholawat kepada nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuknya dan ucapkanlah salam perhormatan kepadanya.

Ya Allah curahkanlah keselamatan kepada Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau memberkati Ibrahim dan keluarganya di alam semesta, sesungguhnya Engkau Maha terpuji dan Maha mulia.

Ya Allah ampunilah dosa kaum muslimin dan muslimat, muninin dan mukminat. Baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar, dan Maha Mengabulkan. Ya Allah anugerahkanlah kepada kami kehidupan yang baik di dunia, kehidupan yang baik di akhirat, dan hindarkanlah kami dari azab neraka.

Wahai hamba-hamba Allah, sesungguhnya Allah memerintahkan kamu untuk berlaku adil dan baik, memberi kepada kaum kerabat dan Allah melarang berbuat keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu mengambil pelajaran. Dan berdzikirlah kepada Allah yang Maha Besar.

3 dari 4 halaman

Tata Cara Khutbah Jumat

Ilustrasi© Liputan6.com

Setelah mengetahui doa penutup khutbah Jumat di atas, alangkah baiknya Sahabat Dream juga memahami tata cara khutbah Jumat sesuai sunnah.

Pertama, khatib berdiri di atas mimbar atau tempat yang lebih tinggi. Setelah berdiri, khatib dianjurkan mengucapkan salam kepada jamaah yang ada sebagaimana disebutkan dalam hadits Jabir bin Abdullah, “ sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam jika telah naik mimbar biasa mengucapkan salam”. (HR Ibnu Majah)

Kedua, setelah khatib mengucap salam, maka suara adzan akan dikumandagkan. Khatib dianjurkan duduk mendengarkan dan menirukan adzan sampai selesai.

Ketiga, khatib berdiri untuk berkhutbah. Sebelum memulai berkhutbah hendaknya membuka khutbah sesuai dengan rukun khutbah, yaitu dengan membaca alhamdulilah, sanjungan kepada Allah, syahadat, sholawat, bacaan ayat-ayat taqwa dan perkataan amma ba’du.

Keempat, khatib berkhutbah dengan berdiri dan menghadapkan wajah kepada jamaah. Namun, jika khatib tidak dapat berdiri maka khutbah dapat dilakukan dengan posisi duduk.

Kelima, ketika sudah selesai menyampaikan khutbah pertama hendaknya khatib duduk sejenak untuk beristirahat sebelum menyampaikan khutbah kedua.

Keenam, khutbah Jumat hendaknya tidak terlalu panjang dan tidak boleh lebih lama dari durasi sholat Jumat.

Ketujuh, khatib harus fasih dan keras suaranya dalam menyampaikan khutbahnya. Hal ini agar jamaah bisa memahami materi khutbah yang disampaikan.

Kedelapan, khutbah ditutup dengan permohonan ampun kepada Allah SWT atau dengan membaca doa penutup khutbah Jumat. Doa penutup khutbah Jumat disampaikan pada khutbah kedua.

4 dari 4 halaman

Rukun Khutbah Jumat Menurut Mahzab Syafi’i

Berikut rukun khutbah Jumat yang tak kalah penting untuk dipahami umat Islam:

  1. Membaca tahmid dengan lafaz Alhamdulillah, Nahmadu lillah, Lillahi al hamdu, Innalhamda lillah, Hamidu Allah, dan As-syukru lillahi.
  2. Membaca sholawat kepada Nabi Muhammad SAW.
  3. Rukun selanjutnya, memberikan wasiat takwa yaitu materi khutbah yang mengandung pesan kebaikan untuk mengajak pada ketakwaan dan menjauhi kemunkaran.
  4. Membaca ayat suci Alquran pada salah satu khutbah dan diutamakan untuk membacanya saat khutbah pertama.
  5. Membaca doa penutup khutbah Jumat pada khutbah kedua.
Beri Komentar