Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Hao Dongdong Saat Mengemis Di Tiongkok (shanghaiist.com)
Dream - Gadis asal Provinsi Anhui, Tiongkok, Hao Dongdong, 15 tahun, ini kerap terlihat di jalanan. Mengenakan topeng kepala sapi, Hao sampai bersujud kepada setiap orang yang lewat di hadapannya.
Semua itu dia lakukan demi mengumpulkan uang pengobatan ayahnya, Hao Xinli. Ayahnya tidak bisa bergerak lantaran tulang belakangnya patah.
Awalnya, Xinli merupakan petani tetapi memutuskan pindah ke Hefei pada tahun 2000. Di tempat barunya, dia ingin mendirikan sebuah toko kecil untuk berdagang ponsel bersama istrinya, Li Xiuru.
Sebuah musibah terjadi ketika dia tengah berbelanja barang di sebuah toko ponsel yang menawarkan banyak diskon. Xinli kemudian terlibat pertengkaran dengan karyawan toko yang berujung pada penyerangan.
Saat penyerangan, tulang belakang dan leher Xinli patah akibat pukulan benda keras. Itu menyebabkan dia lumpuh.
Polisi tidak memproses kasus tersebut sehingga dia tidak mendapat kompensasi dari toko. Alhasil, keluarganya harus menanggung biaya operasi yang tidak sedikit.
Di tengah jalan, istrinya, Xiuru memutuskan untuk pergi meninggalkan Xinli dan putrinya, Dongdong. Xinli mengaku bisa memahami keputusan yang diambil istrinya.
Tinggallan Xinli yang luka parah dan Dongdong. Tetapi, pria ini bisa merasa beruntung lantaran kondisi yang dialaminya tidak membuat putrinya menyerah. Alhasil, dia dirawat sendiri oleh Dongdong.
Untuk bertahan hidup dan membiayai pengobatan ayahnya, Dongdong terpaksa mengemis. Bersama sang ayah, gadis ini rela berpanas-panas demi mendapat sedikit rezeki dan setiap hari mereka bisa mengumpulkan uang sekitar 400 yuan, setara Rp924.000.
Xinli berharap bisa sembuh dari kondisi yang dialaminya. Jika kelak sudah pulih, dia ingin menyekolahkan anaknya, seperti lazimnya anak-anak sesuai Dongdong.
Sumber: shanghaiist.com
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan