Dream - Puasa Syawal merupakan amalan sunah yang sangat dianjurkan. Pahala puasa ini sama dengan puasa selama setahun penuh.
Karena nilai keutamaan itu, banyak Muslim yang berusaha menjalankan puasa ini. Ada yang mengerjakan enam hari berturut-turut, ada yang tidak.
Ada pula sebagian Muslim yang karena ingin meraih keutamaan, mereka mengerjakan puasa Syawal dahulu. Padahal, mereka memiliki utang puasa Ramadan. Lantas bagaimana hukumnya?
Dikutip dari rumaysho.com, tidak boleh menjalankan puasa Syawal terlebih dulu apabila qadha puasa belum dijalankan. Ini karena derajat qadha puasa adalah zimmah atau kewajiban, sementara puasa Syawal adalah sunah.
Yang seharusnya dilakukan adalah menjalankan terlebih dulu qadha puasa, baru kemudian menjalankan puasa Syawal. Ini karena jika mendahulukan puasa Syawal dibandingkan qadha puasa sama saja mengutamakan ibadah sunah ketimbang ibadah wajib.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Bukhari, dari Sa'id A; Musayyib. " Tidaklah layak melakukannya sampai memulainya terlebih dahulu dengan mengqadha puasa Ramadan." (HR Bukhari).
Lantas bagaimana jika berniat menggabungkan puasa Syawal dengan qadha puasa?
Al Lajnah Ad Daimah Lil Buhuts wal Ifta' (Komisi Fatwa Arab Saudi) mengeluarkan fatwa terkait penggabungan niat qadha dengan puasa syawal. Komisi tersebut memutuskan tidak boleh menggabungkan dua niat sekaligus dalam satu puasa, yaitu niat qadha dengan puasa sunah.
Penggabungan tidak dapat dilakukan antara wajib dengan sunah. Qadha puasa adalah wajib, sedangkan puasa Syawal adalah sunah.
(Ism, Sumber: rumaysho.com)
Advertisement

Hedonic Treadmill: Mengapa Kebahagiaan Terasa Cepat Berlalu?

Mengapa Wadah Plastik Menyimpan Bau dan Noda, tetapi Kaca Tidak?

Orang yang Menguasai Banyak Bahasa Diduga Memiliki Otak hingga 13 Tahun Lebih Muda

Ukuran Betis Ternyata Bisa Mengungkap Kondisi Kesehatan Pria, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Abu Vulkanik Letusan Anak Krakatau Sampai Jakarta, Bandara Soekarno Hatta Ditutup Sementara

Penelitian Ungkap Mengapa Otak dengan ADHD Mungkin Lebih Kreatif?

Anak Laki-Laki dan Perempuan Harus Diasuh Berbeda? Ini Penjelasan Psikologi Anak