Hukum Puasa Saat Lupa Mandi Junub, Sah atau Tidak?

Reporter : Eko Huda S
Selasa, 7 Juni 2016 03:29
Hukum Puasa Saat Lupa Mandi Junub, Sah atau Tidak?
Sebagian dari kita kadang bangun dalam kondisi junub saat subuh, lupa mandi besar setelah berhubungan intim dengan pasangan. APa hukumnya?

Dream - Sebagian dari kita kadang bangun dalam kondisi junub saat subuh, lupa mandi besar setelah berhubungan intim dengan pasangan. Padahal hari itu sudah berniat puasa. Karena belum tahu hukumnya, tak jarang banyak yang membatalkan puasa.

Namun anggapan itu salah. Sebab, Rasulullah Muhammad telah memberi contoh. Dalam hadis, Nabi disebutkan tetap melanjutkan puasa meski bangun dalam kondisi junub.

 Hukum Puasa Saat Lupa Mandi Junub, Sah atau Tidak?© dream.co.id

Dan dari Aisyah Radhiyallahu Anha, ia berkata, ‘Jika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bangun pagi dalam keadaan junub dari keluarganya, beliau mandi dan melanjutkan puasanya.” [Sahih Bukhari dan Muslim]

Yang dimaksud “ junub dari keluarganya” adalah junub karena melakukan hubungan badan dengan istri. Dalam Alquran, surat Al Baqarah ayat 187, Allah membolehkan suami-istri yang berniat puasa untuk berhubungan badan pada malam harinya.

Orang yang bangun pagi dalam kondisi junub, sementara ia telah berniat puasa pada hari itu, maka diperbolehkan untuk tetap melanjutkan puasanya. Sebab, junub dalam keadaan itu tidak membatalkan puasa.

*Disadur dari buku “ 165 Kebiasaan Nabi” karya Abduh Zulfidar Akaha

(Ism) 

1 dari 3 halaman

Bolehkah Tidur dalam Keadaan Junub Setelah Berhubungan?

Dream - Mungkin masih ada di antara Anda yang bertanya-tanya. Apakah perlu bagi pasangan suami istri untuk segera mandi besar setelah berhubungan intim? Ataukah diperbolehkan melakukannya ketika bangun di pagi hari?

Islam adalah agama kebersihan. Bahkan dalam QS. Al-Baqarah: 222 disebutkan," Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri."

Pun Nabi dalam salah satu hadisnya juga telah mengatakan bahwa " kebersihan merupakan sebagian dari iman" .

Berdasarkan ayat dan hadis tersebut, tampak jelas jawaban untuk pertanyaan di atas. Yang paling baik adalah menyegerakan mandi besar setelah berhubungan.

Namun, dibolehkan bagi orang yang junub untuk menunda mandi besar sampai fajar. Hanya saja disunahkan kepada pasangan suami istri yang junub itu untuk melakukan wudhu sebelum tidur atau sebelum melakukan aktivitas lainnya.

Berdasarkan riwayat dari Aisyah RA, beliau mengatakan, “ Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, apabila hendak makan atau tidur, beliau berwudhu terlebih dahulu. Maksud A’isyah adalah ketika dalam keadaan junub.” (HR. Abu Daud, dinilai sahih oleh Al-Albani)

Dalam riwayat yang lain terdapat tambahan, " Jika beliau hendak makan, sementara beliau dalam kondisi junub, beliau mencuci tangannya." (HR. Abu Daud, dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani)   

Selengkapnya baca di sini.     (Ism) 

 

Kirimkan kisah nyata inspiratif disekitamu atau yang kamu temui, ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:

1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog atau sosmed
3. Foto dengan ukuran high-res
4. Isi di luar tanggung jawab redaksi

Ayo berbagi traffic di sini!

2 dari 3 halaman

7 Kesalahan tentang Mandi Junub

Dream - Sebagai kewajiban, mandi junub tentu harus dilakukan oleh para umat Islam. Bahkan Nabi Muhammad pernah mengatakan, seolah telah hilang dua beban berat dari dirinya. Yaitu rasa malas serta naiknya ruh ke alam luhur dengan melakukan mandi junub tersebut.

Mandi junub bisa dianggap sebagai salah satu cara menyucikan diri yang juga akan memberikan beragam manfaat kesehatan.

Ketahuilah beberapa kesalahan yang kerap dilakukan agar lain kali ketika mandi junub kembali tidak salah dalam melakukannya: 

1. Pasangan menikah tidak mandi kecuali sehabis bercinta

Di kalangan umat Islam sendiri, kesalahan ini sudah sangat sering dilakukan dan bahkan para suami istri akan melakukan hubungan intim dan kemudian tidak mandi.

2. Aurat dibuka saat mandi

Cara mandi junub dalam Islam adalah dengan menutupi aurat dan hal ini adalah satu hal yang wajib dan tidak bisa diganggu gugat.

3. Meyakini akan dua mandi tak boleh disatukan

Kaum muslimin tampaknya pun banyak yang berpikir dan mengira bahwa waktu hari raya, sama dengan hari Jumat sehingga ia pun akan mandi junub satu kali saja.

Hal ini ia lakukan dengan menggabungkan dua niat, dan ini biasanya adalah mandi junub saat puasa atau bulan Ramadhan.

Namun, Nabi sendiri pernah mengatakan bahwa setiap orang akan memperoleh apa yang telah diniatkan dari dirinya.

 

3 dari 3 halaman

Tutupi Kepala

4. Kepala ditutupi saat mandi

Sudah menjadi kebiasaan beberapa orang, saat mandi maka kepalanya akan ditutupi sehingga tidak kena air dan menjadi basah. Ini justru dianggap sebagai kesalahan besar karena dengan begitu air tidak mengenai kepala.

5. Mandi sehabis haid dan mandi junub ditunda sampai matahari terbit

Para muslimah yang saat datang bulan atau sehabis bercinta dengan suami menunda mandi junub sampai dengan matahari terbit, hal ini adalah kesalahan besar.

Beri Komentar