Dream - Zulhijah menjadi salah satu bulan istimewa bagi umat Islam sedunia. Di bulan itu, mereka berkumpul di Baitullah untuk menjalankan ibadah haji.
Mereka memakai pakaian ihram berupa kain putih tanpa jahitan. Selama kurang lebih sebulan, para jemaah haji menjalani proses haji seperti tawaf, sai, lontar jumrah, dan mengakhirinya dengan wukuf di Arafah.
Haji sejatinya bukan merupakan ibadah yang mudah. Butuh kemampuan fisik dan mental yang kuat, serta finansial yang cukup besar untuk melaksanakannya.
Alhasil, tidak semua Muslim mampu mendirikan ibadah haji. Bahkan sejauh ini, mereka yang kaya lebih banyak melaksanakan haji, sementara yang miskin hanya bisa berharap dipanggil oleh Allah SWT.
Tidak ada yang mengetahui apa dasar seseorang berniat menjalankan haji. Tetapi, Rasulullah SAW pernah mengingatkan umatnya terkait motif seseorang berhaji.
" Dari Anas RA, Rasulullah SAW bersabda, 'Suatu masa akan datang di mana orang kaya di zaman itu berhaji untuk tamasya, kelompok menengahnya berhaji untuk berbisnis, kebanyakan mereka berhaji untuk riya' dan sum’ah, dan orang-orang fakirnya berhaji untuk mengemis,” (HR Al-Khatib).
Hadits Rasulullah tersebut bahkan dipertegas oleh sahabat Umar bin Khattab RA, " Pengunjung Masjidil Haram itu banyak, tetapi mereka yang haji itu sedikit."
Hadits ini sebenarnya merupakan peringatan bagi umat Islam untuk selalu menjaga kelurusan niat. Rasulullah tidak ingin umatnya terpedaya oleh pelbagai godaan sehingga membelokkan niatnya dalam berhaji.
Advertisement

4 Ciri yang Menunjukkan Anda Termasuk Orang Tua yang Menyenangkan

Es Terooos! Betulkah Terlalu Banyak Minum Es Menyebabkan Batuk dan Pilek? Ini Penjelasan Ilmiahnya!


Kenapa Sebagian Orang Susah Bernyanyi Meski Sudah Berlatih Keras?

Depresi Diduga Menghambat Kemampuan Otak Membentuk Sel Saraf Baru

5 Ritual Mingguan yang Bisa Membuat Hubungan Tetap Harmonis dan Dekat Menurut Terapis

Puting Lecet Saat Olahraga: Penyebab, Cara Mencegah, dan Mengatasinya