Seleksi Kuliah di Timur Tengah Segera Dibuka, Ada Kuota Buat 200 Orang

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Kamis, 23 Januari 2020 12:01
Seleksi Kuliah di Timur Tengah Segera Dibuka, Ada Kuota Buat 200 Orang
Ada tiga negara tujuan pendidikan tahun ini yaitu Mesir, Sudan dan Maroko.

Dream - Kementerian Agama (Kemenag) membuka pendaftaran seleksi program pendidikan tinggi sarjana di kampus Timur Tengah. Seleksi ini dapat diikuti calon mahasiswa dalam dua jalur, beasiswa dan non-beasiswa.

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Arskal Salim, mengatakan ada tiga negara tujuan untuk program tahun ini. Ketiganya yaitu Mesir, Sudan dan Maroko.

" Proses seleksi rencananya dilaksanakan pada April 2020," ujar Arskal dikutip dari laman resmi Kemenag, Kamis 23 Januari 2020.

Arskal menjelaskan ada 160 kuota beasiswa untuk calon mahasiswa S1 yang ingin kuliah di Mesir. Kuota tersebut tersebar melalui jalur pendaftaran Kemenag sebanyak 20 orang, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) 30 orang, Kedutaan Mesir untuk Indonesia 30 orang dan Pondok Pesantren 80 orang.

Sementara untuk kuota beasiswa di Maroko dan Sudan masing-masing berjumlah 20 orang. Nantinya, proses seleksi tes akademik dilakukan berbasis komputer menggunakan local area network.

" Kita harus menggali seluruh potensi yang kita miliki untuk menghasilkan hasil seleksi yang berkualitas yang akan membanggakan di masa yang akan datang," ucap Arskal.

1 dari 5 halaman

Cegah Radikalisme

Setelah peserta menjalani tes akademik berbasis komputer, tahapan selanjutnya adalah proses wawancara. Tujuannya menghindari adanya peserta yang terpapar radikalisme bisa lolos seleksi.

" Komitmen kebangsaan harus menjadi bagian terpenting dalam proses seleksi ini sehingga para mahasiswa yang kembali ke Indonesia tetap menjadi penjaga ajaran Islam yang moderat," kata dia.

Nantinya, seleksi ini tidak dilakukan serentak. Sehingga, calon peserta bisa memilih lokasi yang menurutnya cocok dengan waktunya.

" Waktu pelaksanaan tidak dilakukan secara bersamaan namun akan dilakukan dengan waktu dan soal yang berbeda di masing-masing lokasi. Untuk detail jadual akan kita umumkan paska disepakati bersama-sama," kata Kasubdit Kelembagaan dan Kerjasama, M. Adib Abdushomad.

2 dari 5 halaman

Kemenag Klaim Sudah Lakukan Merdeka Belajar Sejak 2018

Dream - Kementerian Agama (Kemenag) mengklaim telah memberikan kebebasan metode pengajaran para pendidik sejak tahun 2018. Program Merdeka Belajar tersebut dikuatkan dengan Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 184 Tahun 2019, tentang Pedoman Implementasi Kurikulum Pada Madrasah, Kementerian Agama.

" Di Kemenag ini kemerdekaan belajar ini sudah didengungkan 2018 dengan bukti KMA 184," ujar Kepala Subdirektorat Kurikulum dan Evaluasi Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan Madrasah, Ahmad Hidayatullah di kantornya, Jakarta, Selasa, 7 Januari 2020.

Dalam menjalankan KMA Nomor 184 Tahun 2019 itu, lanjut Ahmad, kepala sekolah dan guru dibebaskan dalam membuat inovasi proses belajar mengajar.

" Intinya memberikan ruang yang cukup kepada kepala madrasah dan guru untuk berinovasi," kata dia.

Ditambhakannya, pendidikan di madrasah tidak hanya terpaku pada pelajaran agama semata. Para pendidik juga harus bisa mengimplementasikan agama di berbagai sektor.

" Maka, pendidikan agama kita tanamkan untuk merekrut kehidupan bangsa dan beragama," ucap dia.

3 dari 5 halaman

Alasan Wamenag Genjot Profesionalisme Guru Madrasah

Dream - Wakil Menteri Agama (Wamenag), Zainut Tauhid Sa'adi mengaku prihatin dengan skor siswa Indonesia Programme for International Student Assessment (PISA) 2018, yang diselenggarakan The Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD).

Karena nilai siswa yang rendah itu, Zainut terus mendorong peningkatan kualitas guru-guru di lingkungan Kementerian Agama, dalam hal ini Madrasah. 

" Kami secara berkelanjutan dan simultan terus menempuh langkah strategis meningkatkan kompetensi dan profesionalitas guru-guru di lingkungan Kemenag," ujar Wamenag di Jakarta, Selasa, 10 Desember 2019.

Ada tiga mata pelajaran yang diujikan dalam tes PISA yakni membaca, matematika dan sains.

Zainut mengatakan, dalam survei tiga tahunan yang dilakukan OECD, kemampuan membaca siswa Indonesia rata-rata nilainya 371 dengan standar 487.

Untuk skor rata-rata matematika yang didapat siswa Indonesia yakni 379 dengan standar nilai 487.

4 dari 5 halaman

Mendorong Guru

Selanjutnya untuk nilai sains standar nilai yang ditetapkan OECD 489. Sementara siswa Indonesia rata-rata skornya mendapat 389.

Maka dari itu, Zainut mendorong para guru untuk senantiasa meningkatkan kualitasnya agar mampu menghasilkan generasi yang unggul.

" Untuk mewujudkan generasi bangsa yang cerdas, beban itu ada di pundak kita semua, terutama para guru," kata Zainut.

5 dari 5 halaman

Menag Ajak Menteri Nadiem Bahas Sistem Pendidikan Ponpes

Dream - Menteri Agama (Menag), Fachrul Razi mengatakan Kementerian Agama (Kemenag) akan berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terkait penerapan Undang-Undang (UU) Pesantren.

Seperti diketahui, Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang pesantren saat ini belum dapat diterapkan. Kondisi ini lantaran aturan turunannya seperti Peraturan Pemerintah (PP) dan Peraturan Menteri Agama (PMA) belum ada.

" Nanti kita lihat itu poin yang bisa dikoordinasikan. Pasti koordinasi kami jalan terus lah, nggak ada sesuatu yang bisa dikerjakan sendirian," ujar Fachrul di Kemenag, Jakarta, Senin, 9 Desember 2019.

Fachrul mengatakan, Kemenag dan Kemendikbud akan menyatukan pikiran dalam membangun pendidikan di pesantren. Sehingga, dapat menghasilkan generasi yang tidak hanya religius tapi juga nasionalis.

" Untuk sekarang belum ada ide bersama atau apa yang dibicarakan, tapi paling tidak komunikasi tetap dijaga," kata dia.

Mantan Wakil Panglima TNI itu menerangkan, Kemenag juga memiliki fungsi pengawasan pendidikan yang dimiliki Kemendikbud. 

" Kita juga banyak mengawasi banyak bidang-bidang pendidikan, kita juga punya sekolah ribuan pendidikan Islam, nanti kita bertukar pikiran," ujar dia.

Beri Komentar
Istri Akui Cemburuan, Daus Mini: Coverboy Sih Nggak ya