Kenali Tata Cara Tayamum, Beserta Pembatalnya

Reporter : Tantiya Nimas Nuraini
Rabu, 9 Oktober 2019 17:03
Kenali Tata Cara Tayamum, Beserta Pembatalnya
Ketika sedang sedang tidak ada air bersih, seorang muslim bisa berwudhu dengan cara tayamum. Yuk kenali tata cara tayammum berikut ini.

Dream – Sebagian besar dari kita tentu saja sudah tidak asing lagi dengan istilah tayamum. Mungkin dari kalian sudah pernah melakukan tayammum sebelumnya. Namun, tidak sedikit pula seorang muslim masih belum mengetahui secara pasti apa itu tayamum.

Tayamum secara bahasa dapat diartikan sebagai ‘Al Qosdu’ yang artinya yaitu maksud. Sedangkan, terdapat pengertian tayamum lainnya secara istilah dalam syari’at yang dilansir dari Muslim.or.id.

Tayamum yaitu sebuah peribadatan kepada Allah SWT, berupa mengusapkan wajah serta kedua tangan dengan menggunakan sho’id yang bersih.

Sho’id merupakan seluruh permukaan bumi yang mampu digunakan untuk bertayamum. Baik itu terdapat tanah di atasnya ataupun tidak.

Tentu saja, media ini telah ditentukan oleh Allah SWT sehingga tayamum yang kalian lakukan akan sah di mata-Nya.

Namun, terdapat beberapa tahapan yang harus kalian perhatikan terlebih dahulu sebelum bertayamum. Apa sajakah itu? Yuk langsung saja simak informasinya berikut ini:

1 dari 5 halaman

Dalil Tayamum

Tayamum telah disyari’atkan pada semua umat Islam saat berada di suatu kondisi tertentu. Bukan sembarang syari’at, hal ini berdasarkan dalil Al Qur’an, As Sunnah serta Ijma’ kaum muslimin. Dalil Al Qur’an yang menyatakan mengenai tayamum sebagai berikut

 Kenali Tata Cara Tayammum, Beserta Pembatalnya


Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang ait atau berhubungan badan dengan perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan permukaan bumi yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu.” QS. Al Maidah [5] : 6.

Adapun dalil lainnya yang berasal dari As Sunnah yaitu sabda Rasulullah SAW dari sahabat Hudzaifah Ibnul Yaman RA,

 Kenali Tata Cara Tayammum, Beserta Pembatalnya


Dijadikan bagi kami (ummat Nabi Muhammad shollallahu ‘alaihi was sallam) permukaan bumi sebagai thohur/ sesuatu yang digunakan untuk bersuci (tayammum) jika kami tidak menjumpai air.

2 dari 5 halaman

Media yang Bisa Digunakan

 Kenali Tata Cara Tayammum, Beserta Pembatalnya

Sekilas disebutkan dalam dalil tayamum, media yang bisa digunakan yaitu seluruh permukaan bumi yang bersih.

Mulai dari pasir, tanah berair, tanah lembab, tanah kering hingga bebatuan. Hal tersebut juga telah dijelaskan dalam hadits Nabi SAW dari sahabat Hudzaifah Ibnul Yaman RA secara khusus berupa

 Kenali Tata Cara Tayammum, Beserta Pembatalnya


Dijadikan (permukaan) bumi seluruhnya bagiku (Nabi SAW) dan ummatku sebagai tempat untuk sujud dan sesuatu yang digunakan untuk bersuci”.

3 dari 5 halaman

Tata Cara Tayamum

Tata cara tayamum Rasulullah SAW telah dijelaskan di dalam hadits ‘Ammar bin Yasir RA,

 Kenali Tata Cara Tayammum, Beserta Pembatalnya


Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam mengutusku untuk suatu keperluan, kemudian aku mengalami junub dan aku tidak menemukan air. Maka aku berguling-guling di tanah sebagaimana layaknya hewan yang berguling-guling di tanah. Kemudian aku ceritakan hal tersebut kepada Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam. Lantas beliau mengatakan, “ Sesungguhnya cukuplah engkau melakukannya seperti ini”. Seraya beliau memukulkan telapak tangannya ke permukaan bumi sekali pukulan lalu meniupnya. Kemudian beliau mengusap punggung telapak tangan (kanan)nya dengan tangan kirinya dan mengusap punggung telapak tangan (kiri)nya dengan tangan kanannya, lalu beliau mengusap wajahnya dengan kedua tangannya”.

Tidak hanya dalam hadist tersebut saja, salah satu lafadz riwayat Bukhori juga menjelaskannya,

 Kenali Tata Cara Tayammum, Beserta Pembatalnya


Dan beliau mengusap wajahnya dan kedua telapak tangannya dengan sekali usapan”.

Berdasarkan dari kedua hadits tersebut, tata cara tayammum Rasulullah SAW yaitu sebagai berikut

  1. Letakkan kedua telapak tangan pada permukaan bumi dengan sekali pukulan lalu meniupnya
  2. Menyapukan telapak tangan kirinya pada punggung telapak tangan kanan dan sebaliknya
  3. Menyapukan kedua telapak tangan pada wajah
  4. Menyapukan telapak tangan dari telapak hingga pergelangan tangan, tidak sampai siku seperti pada saat wudhu
  5. Pada saat mengusapkan semua bagian tersebut, dilakukan hanya sekali usapan saja
  6. Tayamum mampu menghilangkan hadast besar seperti janabah serta hadast kecil
  7. Tidak wajibnya urut atau tertib dalam tayamum

4 dari 5 halaman

Ketentuan Tayamum

 Kenali Tata Cara Tayammum, Beserta Pembatalnya

Tayamum bisa dilakukan apabila umat muslim mengalami suatu kondisi tertentu. Kondisi tersebut juga dapat membuat umat muslim bersuci dengan tayamum.

Sayikh Dr. Sholeh bin Fauzan Al Fauzan hafidzahullah menyebutkan beberapa kondisi yang mampu membuat seseorang bersuci dengan tayamum seperti:

  1. Jika tidak menemukan air baik dalam keadaan perjalanan (safar) ataupun tidak
  2. Terdapat air (dalam jumlah terbatas) bersamaan adanya kebutuhan lain yang sangat memerlukan air misalnya untuk minum dan memasak.
  3. Khawatir jika bersuci dengan air maka akan membahayakan badan atau semakin lama sembuh dari sakit
  4. Ketidakmampuan menggunakan air untuk wudhu akibat sakit dan tidak mampu bergerak untuk mengambil air wudhu diiringi dengan tidak ada orang yang bisa membantunya dan khawatir waktu sholat akan habis
  5. Khawatir kedinginan jika bersuci dengan air dan tidak ada yang dapat menghangatkan air tersebut

5 dari 5 halaman

Pembatal Tayamum

Pembatal tayamum sama seperti halnya pembatal wudhu yang kalian ketahui. Di samping itu, tayammum tidak dibolehkan lagi jika telah ditemukan air bagi orang yang bertayamum.

Kendati demikian, shalat atau ibadah lainnya yang telah dikerjakan sebelumnya tetap sah dan tidak perlu untuk mengulanginya kembali. Hal ini berdasarkan hadits Rasulullah SAW dari sahabat Abu Sa’id Al Khudri RA,

 Kenali Tata Cara Tayammum, Beserta Pembatalnya


" Dua orang lelaki keluar untuk safar. Kemudian tibalah waktu shalat dan tidak ada air di sekitar mereka. Kemudian keduanya bertayammum dengan permukaan bumi yang suci lalu keduanya shalat. Setelah itu keduanya menemukan air sedangkan saat itu masih dalam waktu yang dibolehkan shalat yang telah mereka kerjakan tadi. Lalu salah seorang dari mereka berwudhu dan mengulangi shalat sedangkan yang lainnya tidak mengulangi shalatnya. Keduanya lalu menemui Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam dan menceritakan yang mereka alami. Maka beliau shallallahu ‘alaihi was sallam mengatakan kepada orang yang tidak mengulang shalatnya, ‘Apa yang kamu lakukan telah sesuai dengan sunnah dan kamu telah mendapatkan pahala shalatmu’. Beliau mengatakan kepada yang mengulangi shalatnya, ‘Untukmu dua pahala.”

Tidak hanya itu saja, terdapat sebuah hadits Rasulullah SAW dari sahabat Abu Huroiroh RA,

 Kenali Tata Cara Tayammum, Beserta Pembatalnya


Seluruh permukaan bumi (tayamum) merupakan wudhu bagi seluruh muslim jika ia tidak menemukan air selama sepuluh tahun (kiasan bukan pembatas angka), apabila ia telah menemukannya hendaklah ia bertaqwa kepada Allah dan menggunakannya sebagai alat untuk bersuci”.
 
 
 
(Ism, Sumber: muslim.or.id)

Beri Komentar
BJ Habibie Dimakamkan di Samping Ainun Habibie