Kisah Pensiunan Kopassus, Kawal Pak Harto hingga Ikut Perang

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Jumat, 4 Juni 2021 08:00
Kisah Pensiunan Kopassus, Kawal Pak Harto hingga Ikut Perang
Begini kisah perjalanan karir Mayor TNI (Purn) Hermintoyo.

Dream - Kisah pensiunan anggota TNI memang selalu membuat pendengarnya terkesima. Salah satunya kisah Mayor TNI (Purn) Hermintoyo yang merupakan pensiunan Baret Merah, Kopassus.

Saat bertugas, Hermintoyo pernah mengikuti Operasi Seroja di Timor Timur, sekarang Timor Leste, yang berlangsung pada 1975. Ia terpilih empat kali menjadi anggota dari pemimpin yang berbeda, yakni Soegito, Prabowo Subianto, Hotmangaraja Panjaitan, dan Joy Sihotang.

Usai menjalankan misi tersebut, Hermintoyo dipilih menjadi pengawal pribadi Presiden Soeharto.

" Suatu kehormatan buat saya, dua orang bulan Mei tahun 1979. Saya mendapat perintah untuk pengawal pribadi Pak Harto, wakilnya pak Adam Malik. Saya Sersan Dua dengan Benyamin Sersan Dua, ngawal pak Adam Malik dan Pak Harto. Bisa jadi dipilih sama pak Prabowo, tapi tidak tahu," kata Hermintoyo, dikutip dari kanal YouTube Beny Adrian.

1 dari 3 halaman

Pengawal Pribadi Wakil Presiden

Kala itu Hermintoyo masih berstatus sebagai Bintara. Ia telah mengabdi di Baret Merah Kopassus sejak 1966.

" Komandan pengawal pribadinya itu Kapten Syafrie Syamsudin. Saya begitu bergabung, laporan ke pak Syafrie, saya dikasih arahan karena saya kan Bintara," ujarnya.

Hermintoyo menambahkan, setelah mendampingi Presiden Soeharto ia diminta menjadi pengawal Umar Wirahadikusumah. Ia menjadi pengawal Soeharto dan Adam Malik sejak 1979 sampai 1984.

" Tahun 1984 pak Adam Malik ganti pak Umar Wirahadikusumah, saya ikut pak Umar separuh perjalanan. Terus saya sekolah Perwira," terangnya.

2 dari 3 halaman

Kembali Jadi Paspampres

Kemudian, usai menamatkan pendidikan Perwira, ia kembali menerima tawaran jadi anggota Paspamres.

" Setelah sekolah Perwira, kembali ke grup satu di Serang (Baret Merah). Dari situ tahun 1989 itu ada permintaan lagi Paspamres pakai testing lagi, psikotes lagi di Tebet. Saya dulu sudah tidak mau jadi Paspamres, inginnya saya jadi Danramil. Ternyata nasib harus kembali ke Paspamres," ucap Hermintoyo.

Mayor (Purn) Hermintoyo© Merdeka.com

Semenjak menjadi Paspamres, ia mulai banyak ditunjuk untuk mendampingi sampai penugasan ke luar negeri.

Hermintoyo lantas bisa ikut menapakkan kaki di Australia, Beijing, bahkan menghadiri hari istimewa Sultan Brunei Darussalam kala itu.

" Ikut pak Soedharmono pertama ke Beijing. Kedua pak Try Sutrisno ke Australia. Waktu di sana saya tim advance 10 hari di Sidney sama di Carnbera. Dari situ sama pak Try ke Brunei Darussalam juga. Undangan ulang tahun Sultan Brunei. Dari situ terus kita ke Italia sama pak Habibie, wakil Presiden," papar Hermintoyo.

3 dari 3 halaman

Kawal Wakil Presiden Hingga Pensiun

Mayor (Purn) Hermintoyo© Merdeka.com

Hermintoyo masih mengemban amanat sebagai pengawal pribadi bagi Wakil Presiden Habibie. Hingga di bulan Mei 1998, ia diminta untuk tetap menjaga Habibie.

" Setelah dari Italia, ada perintah bulan Mei 1998 untuk mengawal mantan wakil pak Try Sutrisno. Tapi karena 1998 itu masih rawan, saya dipertahankan ikut pak Habibie. Jadi waktu peristiwa lengsernya pak Harto itu, saya masih mendampingi pak Habibie," ungkap Hermintoyo.

Sampai di masa pensiunnya tahun 2002, Hermintoyo menjadi pengawal bagi Try Sutrisno. Bahkan ia menerima hadiah berupa rumah dan diberangkatkan haji dari sang mantan wakil presiden tersebut.

" Alhamdulillah beliau perhatian. Saya dikasih hadiah rumah sama pak Try Sutrisno di Jonggol, untuk Setneg dan pengawalnya. Dan saya tahun 2000 dapat perintah berangkat haji oleh pak Try," ujar dia.

Sumber: merdeka.com

Beri Komentar