Kisah Pilu Wanita di NTT Gotong Jasad Ayah Kena Covid-19 Cuma Pakai Terpal

Reporter : Sugiono
Rabu, 30 Juni 2021 10:01
Kisah Pilu Wanita di NTT Gotong Jasad Ayah Kena Covid-19 Cuma Pakai Terpal
Berjalan lewati hutan, dia membantu petugas menggotong jenazah ayahnya yang cuma dibungkus terpal.

Dream - Sebuah video yang memperlihatkan pemakaman jenazah positif Covid-19 dengan segala keterbatasan viral di media sosial. Proses pemakaman ini berbeda dengan perlakukan yang selama ini diberikan kepada pasien Covid-19 yang meninggal dunia.

Dalam video itu terlihat seorang wanita ikut membantu dua tenaga medis yang sedang menggotong jenazah yang belakangan diketahui sebagai ayahnya.

Rekaman video tersebut sudah menyebar di masyarakat dan menjadi viral sejak Jumat, 25 Juni 2021 lalu.

1 dari 6 halaman

Kisah di Balik Petugas Gotong Jenazah Pasien Covid Cuma Pakai Terpal

Wanita yang ada di tengah dalam video itu membantu menggotong jenazah tanpa menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap.

Petugas gotong jenazah pasien Covid cuma dibungkus terpal, dibantu putri mendiang.© Video YouTube

Dia hanya memakai masker, sedangkan dua tenaga medis menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap.

Yang menarik perhatian adalah kondisi jenazah yang hanya ditutup menggunakan kain terpal berwarna biru.

2 dari 6 halaman

Peristiwa Pilu Itu Terjadi di NTT

Sambil menggotong jenazah, ketiga orang itu berjalan menyusuri jalan setapak di sebuah hutan dengan medan yang cukup sulit.

Diketahui, peristiwa menyedihkan ini terjadi di Dusun Detunio, Desa Kanganara, Kecamatan Detukeli, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Mereka menuruni jalan hutan yang cukup terjal.© Video YouTube

Video ini pun jadi sorotan netizen karena diduga sebagai salah satu akibat dari buruknya penanganan Covid-19 di daerah tersebut.

3 dari 6 halaman

Terpapar Covid Usai Kontak dengan Keluarga di Rumah Sakit

Menurut Kepala Puskesmas Detukeli, Seravinus Sage, jenazah pasien Covid-19 yang ada di video tersebut adalah seorang pria berinisial LL, berusia 63 tahun.

Dia meninggal setelah kontak dengan keluarganya yang juga positif Covid-19 dan sedang dikarantina di Rumah Sakit Umum Daerah Ende.

Menurut Seravinus, LL diketahui meninggal di rumahnya pada hari Kamis lalu sekitar pukul 10.00 WITA.

4 dari 6 halaman

Terpaksa Cuma Dibungkus Terpal Karena Keterbatasan Alat

LL terpaksa cuma dibungkus kain terpal karena keterbatasan alat penanganan jenazah pasien Covid-19 di puskesmas setempat.

Sementara itu, warga sekitar mengeluhkan lemahnya upaya Satgas Covid-19 dalam menangani penyebaran corona di desa mereka.

" Kami ketakutan. Kami minta gugus tugas kabupaten perhatikan masalah ini," ungkap salah seorang warga.

5 dari 6 halaman

Yang Ikut Menggotong Tanpa Pakai APD adalah Putri Mendiang

Sementara itu, Kepala Desa Kanganara, Emanuel Dame, memastikan perempuan yang ikut menggotong jenazah itu adalah anaknya LL.

" Itu anaknya, berinisial F. Dia juga terkonfirmasi positif, saat tenaga kesehatan periksa di rumah, sebelum LL dimakamkan. Kalau istri dan dua cucu LL hasilnya negatif," ungkapnya.

Emanuel menambahkan, warga Detunio takut keluar rumah setelah LL meninggal dunia akibat terpapar Covid-19.

6 dari 6 halaman

Warga Tak Berani Mendekat Saat Mendiang Meninggal

Dia dan warga bahkan tidak berani mendekat ketika LL meninggal dunia, kecuali anak perempuan mendiang.

" Kami saksikan dari jauh saja. Lalu saya ikut gali kubur sebelum jenazah dibawa ke sana. Tempat kuburnya di lahan LL sendiri, yang ada pohon-pohon mahoni," ujarnya.

Setelah video ini viral, Emanuel berupaya untuk berkoordinasi dengan pihak puskesmas dan Satgas Covid-19 di kecamatan agar penanganan Covid-19 di Kanganara lebih diperhatikan.

" Sebagai kepala desa, kami sudah berupaya melakukan antisipasi dengan meminjam APD di desa tetangga, namun APD di desa tetangga pun kosong.

" Untuk itu kami minta bantuan dari Satgas Covid-19 di Kabupaten Ende untuk bisa memberikan bantuan berupa APD bagi warga Desa Kanganara," katanya

(Sah, SUmber: Liputan6.com/Berbagai sumber

Beri Komentar