Kisah Sedih Ibu Kehilangan Bayi yang Napasnya Bunyi

Reporter : Sugiono
Rabu, 14 Februari 2018 10:15
Kisah Sedih Ibu Kehilangan Bayi yang Napasnya Bunyi
Semua orang pasti berusaha melakukan hal terbaik untuk anaknya. Namun akhirnya ALlah lah yang menentukan segalanya.

Dream - Sebagai orang tua, kita pasti berusaha memberikan yang terbaik untuk kesehatan dan pertumbuhan anak-anak. Namun, kita hanya bisa berencana dan berusaha, sementara Allah yang menentukan segalanya.

Seperti kisah ibu asal Malaysia ini. Dia kehilangan anaknya yang masih berusia 34 hari. Cerita ini benar-benar menyentuh hati banyak orang.

Pada awal menyadari anaknya mengeluarkan bunyi saat bernapas, ibu bernama Puteri Fazeera itu sudah memeriksakan ke dokter. Tapi dokter mengonfirmasikan bahwa anak itu baik-baik saja.

Sayang, umur anaknya tidak lama. Anak tersebut tidak sadar dengan mulut mengeluarkan lendir. Hidung pun berdarah.

Berikut kisah pilu itu:

1 dari 3 halaman

Sudah Periksa, Dokter Bilang Tidak Apa-apa

Syukur hari ini diberikan kekuatan untuk mengungkapkan dan berbagi cerita. Raid adalah anak ummi yang kuat. Raid murah senyum meskipun sedang menderita sakit.

Tak lama setelah lahir, napas Raid berbunyi. Berkali-kali pergi ke dokter untuk memeriksakan keadannya sebab khawatir dengan bunyi napasnya.

Tapi dokter bilang paru-paru Raid baik-baik saja. Raid juga tidak selesma atau demam. Jawaban yang sama saya terima di klinik yang lain.

Jumat pagi jam 5.30, 9 Februari, Raid menangis tanpa sebab. Saya ambil dari tempat tidur dan mengajaknya jalan-jalan hingga tertidur.

2 dari 3 halaman

Mulut Berlendir & Hidung Berdarah

Setelah 30 menit Raid tertidur di tempat tidurnya kembali, saya terjaga.

Saya tengok, Raid sudah terlihat lunglai dengan mulut berlendir dan hidung berdarah. Badannya juga pucat dan tidak sadarkan diri.

Saat itu nadinya memang sudah tidak terasa. Sementara dalam perjalanan ke dokter, kami terus memberikan napas buatan untuk Raid yang terus mengeluarkan lendir dan darah.

Tapi unit gawat darurat klinik tutup, kami pun pergi ke unit gawat darurat rumah sakit.

Dokter berusaha keras menolong Raid. Saat itu kami hanya bisa berdoa kepada Allah agar diberi keajaiban dokter bisa tolong Raid.

Tapi dokter vonis Raid sudah tidak ada. Bacaan jantungnya sudah datar. Dokter tidak tahu apa yang menjadi penyebab Raid meninggal dunia.

Dokter mengira Raid meninggal karena tersedak air susu sebab lebihan susu keluar bersama dengan darah dan lendir.

Kami pun disuruh membuat laporan polisi agar dibuat otopsi. Namun kami tidak tega jika membayangkan tubuh Raid yang masih mungil itu dibedah sana sini.

3 dari 3 halaman

Jangan Remehkan Bunyi Mendengkur

Apa pun yang terjadi ini, kami ridha dan tidak akan menuntut apa-apa. Kami juga terima dan tidak bisa memaafkan diri sendiri kalau memang Raid tersedak susu.

Namun posmoterm dokter mengonfirmasi Raid terserang infeksi bakteri di paru-paru. Dokter bilang kalau tersedak susu tidak akan keluar darah!

Waktu itu yang terlintas di pikiran kami hanya 'napas berbunyi'. Selama ini dokter memeriksa paru-paru normal? Paru-paru Raid sehat?

Ya Rabbi, kami ridha karena semuanya sudah tertulis. Raid pinjaman sementara untuk kami. Jika saja diberi kesempatan membalikkan waktu, ummi dan baba akan melakukan yang terbaik untuk Raid.

Peringatan untuk orang tua di luar sana agar tidak menganggap enteng jika anak-anak bernapas mengeluarkan bunyi. Segera pergi ke dokter spesialis anak sebelum terlambat.

Kami berbagi di sini agar orang tua di luar sana tidak mengalami rasa kehilangan yang sangat seperti kami.

(Sumber: Ohbulan.com)

Beri Komentar