Kisah Tragis Mahasiwa Meninggal Usai Buat Skripsi 7 Hari Non-Stop

Reporter : Sugiono
Sabtu, 30 November 2019 11:00
Kisah Tragis Mahasiwa Meninggal Usai Buat Skripsi 7 Hari Non-Stop
Almarhum sempat membagikan kisahnya di Twitter.

Dream - Ini kisah tragis tentang Jehuda Christ Wahyu. Mahasiswa itu meninggal dunia setelah menyelesaikan skripsi selama tujuh hari berturut-turut tanpa istirahat.

Memang, perlu waktu lama menyelesaikan skripsi untuk memastikan hasilnya memuaskan bagi penguji sehingga mendapatkan nilai yang tinggi.

Namun, tanpa diduga, semangat tinggi untuk mempersiapkan skripsi tanpa istirahat malah menyebabkan mahasiswa itu meninggal.

Meskipun demikian, Jehuda Christ Wahyu sempat berbagi pengalamannya menyelesaikan skripsi melalui cuitan Twitter.

1 dari 5 halaman

Nafsu Makan Tiba-Tiba Hilang

Menurut cuitan yang ditulis Twitter-nya, Jehuda telah menyelesaikan skripsinya dalam tujuh hari berturut-turut tanpa istirahat.

 Ngerjain skripsi 7 hari berturut-turut.

Dalam mengerjakan skripsinya, Jehuda menjadikan malam sebagai siang, sementara siang jadi malam.

Ternyata, skripsi yang disusun dalam tempo singkat itu diterima oleh dosen pembimbingnya. Jehuda bahkan dinyatakan telah lulus ujian skripsi.

Tetapi ada dampak yang tak disadari oleh Jehuda. Dia mengaku bahwa nafsu makannya berkurang. Dia juga tidak bisa menikmati rasa setiap makanan yang masuk ke mulutnya.

 Badan panas tinggi, nafsu makan hilang

2 dari 5 halaman

Sudah Periksa Tapi Tak Tahu Sakit Apa

Namun hari-hari berikutnya, tubuh Jehuda mengalami demam tinggi. Menyadari tubuhnya dalam keadaan tidak sehat, Jehuda pergi ke rumah sakit untuk berobat.

Sampai empat hari kemudian dia beberapa kali cek kesehatan di rumah sakit. Dia awalnya ke spesialis penyakit dalam untuk mengecek urine.

 Tak Tahu Sakit Apa

Dia khawatir ginjalnya kenapa-kenapa. Tapi hasil pemeriksaan dokter ternyata bersih.

Dugaan dokter selanjutnya adalah Jehuda terkena radang paru-paru (TBC). Ternyata, empat hari kemudian saat dirontgen, paru-parunya bersih.

3 dari 5 halaman

Hemoglobin Rendah, Melewatkan Wisuda

Saat cek darah, trombositnya tidak turun. Berarti dugaan keempat yaitu DBD tidak terbukti. Selang beberapa hari kemudian, dia merasa sehat dan berpikir bisa beraktivitas lagi.

Namun, pada pemeriksaan selanjutnya diketahui bahwa kadar hemoglobin Jehuda ternyata rendah. Dokter pun memastikan bahwa Yehuda menderita anemia.

Hemoglobin Jehuda hanya 9,9. Padahal hemoglobin lelaki normal itu seharusnya 14. Karena kondisinya yang tak memungkinkan, Jehuda memutuskan tak ikut wisuda.

 Sadar kondisinya, memutuskan tak ikut wisuda.

" Tes darah di rs. kedua menunjukan hemoglobin gue 9.9, cowo normal tuh harusnya 14. Disini gue memutuskan gue gaikut wisuda."

4 dari 5 halaman

Beri Pesan Menyentuh ke Netizen

Melewatkan wisuda, Jehuda periksa lagi ke rumah sakit untuk melakukan rekam jantung dan cek darah lagi.

Ternyata anemia Jehuda makin parah. Sel darah merahnya sampai berubah bentuk jadi kurus dan warnanya pucat.

 Sel darah merah mengalami perubahan bentuk dan warna.

Setelah mendapatkan perawatan kondisi Jehuda mulai pulih. Di akhir thread-nya, dia menulis pesan untuk mahasiswa yang sedang skripsi agar menjaga kesehatan meskipun dalam kondisi sibuk.

Dia juga menyatakan penyesalannya kenapa bisa sakit meski dia sendiri tidak mengetahui jenis penyakit apa yang dideritanya.

Banyak netizen yang terharu sekaligus terinsipirasi oleh semangat Jehuda dalam mengerjakan skripsi.

5 dari 5 halaman

Meninggal Dunia Karena Meningitis dan Tumor Otak

Namun, sayang. Kakak Jehuda, Eunike, mengabarkan bahwa adiknya itu sudah meninggal dunia.

Eunike menjelaskan Jehuda meninggal dunia karena penyakit Meningitis. Selain itu terdapat tumor di bagian otak.

Meski sempat dilakukan operasi, Jehuda tidak sadar lagi. Dia dinyatakan meninggal pada hari Minggu subuh, 26 November 2019.

Sumber: Siakapkeli.my, Twitter Jehuda Christ Wahyu

Beri Komentar
4 Januari, Hari Bahagia dan Paling Sedih Rizky Febian