Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi (kathmandu.regency.hyatt.com)
Dream – “Semoga bahagia dan banyak anak”. Itulah yang jamak kita dengar dari para tamu kepada pasangan pengantin. Doa itu terdengar baik. Namun tahukah Anda bahwa Nabi Muhammad melarang ucapan itu?
Kisah itu terjadi pada pernikahan Aqil bin Abu Thalib. Dalam pernikahan itu, ada tamu yang memberikan ucapan selamat kepada Uqail. “Bir rofa`'i wa al banin” yang artinya Semoga kamu mendapat barakah, menyatu dan banyak anak.
Mendapat ucapan itu, Uqail merasa gusar. Dia teringat pesan Nabi Muhammad yang melarang ucapan tersebut. Rasulullah bersabda:
“Katakanlah 'Semoga Allah memberi barakah kepada kalian berdua baik saat suka maupun duka, dan memberi barakah kepadamu di alam pernikahan.” [HR. Ahmad]
Lantas, mengapa Rasul melarang ucapan “Semoga bahagia dan banyak anak”? Baca penjelasannya di tautan berikut ini.
Kirimkan kisah nyata inspiratif disekitamu atau yang kamu temui, ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:
1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog atau sosmed
3. Foto dengan ukuran high-res
4. Isi di luar tanggung jawab redaksi [crosslink_1]
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari