OJK Laporkan Data Klaim dan Kredit Korban Gempa Palu, Nilainya Fantastis

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 19 Oktober 2018 09:15
OJK Laporkan Data Klaim dan Kredit Korban Gempa Palu, Nilainya Fantastis
OJK memberikan perlakuan khusus bagi nasabah yang terdampak bencana alam di Palu.

Dream Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kredit dan pembiayaan yang terdampak akibat bencana alam di Palu, Sulawesi Tengah, bernilai Rp3,9 triliun. Angka ini mencapai 14,4 persen dari total penyaluran pinjaman industri keuangan di Sulawesi Tengah.

Sekadar catatan, kredit perbankan di provinsi ini sebesar Rp27 triliun atau 0,5 persen dari kredit nasional yang mencapai Rp5.032 triliun.

Dilansir dari keterangan tertulis OJK yang diterima Dream, Jumat 19 Oktober 2018, potensi klaim dari 11 perusahaan pembiayaan sebesar Rp368 miliar.  Lalu, ada 30 perusahaan asuransi jiwa yang memberikan konfirmasi tentang klaim.

Klaim yang sudah dibayar sebesar Rp590,79 juta dan segera dibayar Rp399,79 juta. Potensi yang belum dibayar sebesar Rp99,67 miliar dan US$12.500 (Rp189,29 juta).

Bagaimana dengan asuransi umum? Klaim yang sudah masuk ke OJK sebesar Rp680 miliar. Ada 750 klaim bangunan dan kompleks bangunan yang discover polis gempa.

Kemudian, laporan PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero)/Jasindo mengatakan beberapa perusahaan seperti Telkomsel, mengklaim menara BTS dan kabel bawah laut. Lalu, ada juga personal claim sebesar Rp5 miliar dan klaim kapal pembawa pupuk.

1 dari 2 halaman

Dapat Perlakuan Khusus

Bagi para debitur yang menjadi korban gempa Palu, OJK telah memberikan perlakuan khusus. Perlakuan ini berlaku untuk kredit dan pembiayaan syariah. Aturan ini mengacu pada POJK No.45/POJK.03/2017 tentang Perlakuan Khusus terhadap Kredit atau Pembiayaan Bank bagi Daerah Tertentu di Indonesia.

1. Penilaian Kualitas Kredit

a. Penetapan kualitas kredit dengan plafon maksimal Rp 5 miliar hanya didasarkan atas ketepatan membayar pokok dan/atau bunga.Sementara itu bagi kredit dengan plafon di atas Rp 5 miliar, penetapan kualitas kredit tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku, yaitu PBI No. 14/15/PBI/2012 tentang Penilaian Kualitas Aset Bank Umum.

b. Penetapan Kualitas Kredit bagi BPR didasarkan pada ketepatan pembayaran pokok dan/atau bunga.

2. Kualitas Kredit yang direstrukturisasi

Kualitas kredit bagi Bank Umum maupun BPR yang direstrukturisasi akibat bencana alam ditetapkan Lancar sejak restrukturisasi sampai dengan jangka waktu Keputusan Dewan Komisioner.

Restrukturisasi kredit tersebut di atas dapat dilakukan terhadap kredit yang disalurkan baik sebelum maupun sesudah terjadinya bencana.

3. Pemberian Kredit Baru terhadap Debitur yang Terkena Dampak

Bank dapat memberikan kredit baru bagi debitur yang terkena dampak bencana alam.

Penetapan kualitas kredit baru tersebut di atas dilakukan secara terpisah dengan kualitas kredit yang telah ada sebelumnya.

4. Pemberlakuan untuk Bank Syariah

Perlakuan khusus terhadap daerah yang terkena bencana alam berlaku juga bagi penyediaan dana berdasarkan prinsip syariah yang mencakup pembiayaan (mudharabah dan musyarakah), piutang (murabahah, salam, istishna), sewa (ijarah), pinjaman (qardh), dan penyediaan dana lain.

2 dari 2 halaman

Sumbang Rp18,51 Miliar

OJK juga menyampaikan bantuan dana sebesar Rp18,51 miliar dari industri jasa keuangan (IJK) dan Rp1,8 miliar dari Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) akan disalurkan untuk korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah. Bantuan ini akan digunakan, di antaranya, untuk membangun rumah hunian sementara bagi korban.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso, mengatakan seluruh donasi dari IJK dan MES akan diarahkan untuk pembangunan Rumah Hunian Sementara (HUNTARA) di lokasi-lokasi yang telah ditentukan oleh pemerintah setempat. Proses pembangunan sedang dijajaki oleh PT Adhi Karya Tbk (Persero).

“ Kegiatan ini merupakan inisiatif OJK dalam mengajak Industri Jasa Keuangan membantu meringankan beban masyarakat yang terkena bencana di Palu dan sekitarnya. Harapan kami kegiatan ini bisa membantu masyarakat di Palu untuk segera bangkit,” kata Wimboh.

Sekadar informasi, bantuan sebesar Rp18,51 miliar berasal dari OJK, Ikatan Pegawai OJK dan dari sejumlah perusahaan dan asosiasi di IndustriJasa Keuangan antara lain Bursa Efek Indonesia, PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Tabungan Negara, Mitsubishi UFJ Financial Group, PT Bank Negara Indonesia Tbk, PT Bank Central Asia, PT Bank Rakyat Indonesia, Bank DBS, Bank Sumitomo, Bank Panin, Maybank, Allianz, Bank Tabungan Pensiunan, dan PT Bank CIMB Niaga.

Ada juga bantuan dari Ciputra Life, Bank Panin Dubai Syariah, Sarana Kalteng Ventura, BCA Life, Asuransi Astra Buana, Bank India Indonesia, BBCA, Apparindo, Mandiri Inhealth, Bank Mizuho, Pegadaian, Astra Aviva Life, Panin Dai-Ichi Life, Bank Ganesha, Reasuransi Nasional, Bank ICBC, Bukopin, Asuransi Simas Jiwa, Sunlife Financial, Carlife Insurance, Bank Banten, Bank Resona Perdania, BNI Syariah, Jamkrindo Syariah, Perum Jamkrindo, APPI, Bank Victoria dan Cigna.

Beri Komentar
ANGRY BIRDS 2, Animasi Lucu dengan Pesan Tersembunyi - Wawancara Eksklusif Produser John Cohen