Masjid Agung Paris, Oase di Tengah Glamornya Pusat Mode Dunia

Reporter : Cynthia Amanda Male
Jumat, 21 Desember 2018 15:16
Masjid Agung Paris, Oase di Tengah Glamornya Pusat Mode Dunia
Tempat ini memang jadi magnet. Dikunjungi banyak orang dari belahan dunia, baik untuk beribadah atau sekadar berwisata.

Dream - Bangunan di jantung kota itu terus berdetak. Tetap tegar di tengah hiruk-pikuk keglamoran. Tak goyah oleh gegasnya rutinitas di pusat mode dunia.

Bentuknya sangat mencolok. Berbeda dari arsitektur sekeliling. Satu menara menjulang. Berdiri kokoh di samping pintu masuk. Ukiran artistik terpahat di badan menara segi empat setinggi 33 meter.

Bangunan itu dinaungi sebuah kubah berbentuk kerucut . Letaknya persis di tengah. Tingginya kurang lebih lima meter. Diperindah dekorasi dalam balutan warna hijau toska. Tembok putih bersih mengelilingi bangunan.

 Grande Mosque de Paris

(Grande Mosque de Paris/Foto: Shutterstock.com)

Dari luarnya saja, sungguh enak dipandang lama-lama. Begitu menawan di tengah kerubutan gedung bergaya modern. Inilah Grande Mosque de Paris, demikian warga setempat menyebut Masjid Agung Paris. Tempat ibadah umat Muslim di Prancis.

Rabu kemarin, (19 Desember 2018), Jurnalis Dream, Cynthia Amanda Male sempat merasakan kedamaian dan kemegahan surau terbesar di negara Eropa Barat itu dalam rangkaian acara 'Travel in Style Wardah'.

 Grande Mosque de Paris

(Grande Mosque de Paris/Foto: Cynthia Amanda Male)

Tempat ini memang jadi magnet. Dikunjungi banyak orang dari belahan dunia, baik untuk beribadah atau sekadar berwisata.

1 dari 2 halaman

Penghormatan untuk Tentara Muslim

 Grande Mosque de Paris

(Grande Mosque de Paris/Foto: Cynthia Amanda Male)

Letaknya strategis dan mudah dijangkau. Berada di pusat kota Paris. Tepatnya di 2bis Place du Puits de l'Ermite. Masjid yang lokasinya dulu bekas Rumah Sakit Mercy didirikan sebagai penghormatan kepada puluhan ribu tentara muslim yang terbunuh, saat mereka bertempur untuk Prancis pada Perang Dunia pertama.

Peletakkan batu pertama dilakukan pada 1922. Selang empat tahun kemudian, tepatnya 15 Juli 1926, Grande Mosque de Paris diresmikan secara simbolis oleh Presiden Prancis saat itu, Gaston Doumergue.

 Grande Mosque de Paris

(Grande Mosque de Paris/Foto: Cynthia Amanda Male)

Menuju ke dalam masjid yang luasnya mencapai 1 hektar, kita mesti melewati pintu gerbang utama. Setelah itu, kita akan melihat dominasi arsitektur gaya Neo-Mudejar yang mengambil referensi dari tradisi arsitektur Spanyol dan Afrika Utara.

2 dari 2 halaman

Bikin Semua Orang Jatuh Cinta

 Grande Mosque de Paris

(Grande Mosque de Paris/Foto: Cynthia Amanda Male)

Dan yang paling mengesankan saat melewati taman cantik khas Prancis di selasar masjid. Terdapat air mancur dan kolam yang lantainya menggunakan keramik warna hijau bercorak gelombang--jika dilihat dari kejauhan, lantai ini seperti air yang bergoyang-goyang.

 Grande Mosque de Paris

(Grande Mosque de Paris/Foto: Cynthia Amanda Male)

Aneka bunga dan pohon palem menambah kesejukan yang bisa membuat kita betah di sana. Indah. Setelah itu, ada lorong-lorong ke berbagai ruangan, seperti perpustakaan, madrasah dan kantor pengurus masjid.

 Grande Mosque de Paris

(Grande Mosque de Paris/Foto: Cynthia Amanda Male)

Pilar-pilar putih bergaya Maroko menopang langit-langit di ruang utama masjid. Beranjak lebih ke dalam, inilah bagian utama Grande Mosque de Paris, masjid untuk tempat sholat bagi jamaah pria dan wanita.

Dalam ruang sholat terdapat mimbar besar dan terhampar karpet indah pemberian Raja Iran, Shah Reza Pahlevi. Di bagian langit-langitnya, terhias lampu gantung.

Saat ini, Masjid Agung Paris bukan hanya sebagai pusat ibadah Muslim di Prancis, melainkan juga sebagai pusat Islam di Eropa. Masjid itu memperlihatkan aspek klasik dan perkembangan peradaban seni Islam.

Beri Komentar
Belajar Jadi Orangtua yang Lebih Baik di Fimelahood #MindfulParenting