Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dream - Perilaku suap menyuap sudah sering kita dengar. Di Indonesia, hampir semua bidang bisa dirasuki aksi suap mulai dari ranah hukum, politik, sampai dunia bisnis.
Tanpa bersalah, seseorang berani melanggar suatu aturan karena hatinya tak kuat dengan iming-iming sejumlah uang atau harta lainnya oleh orang yang memintanya melakukan hal tersebut.
Selain tak dibenarkan secara hukum, syariat Islam juga melarang muslim melakukan suap. Di dalam agama Islam, seseorang yang menerima maupun yang memberikan suap sama-sama terkena dosa.
Ternyata, suap menyuap tak hanya terjadi di masa sekarang ini. Perbuatan tercela ini sudah ada sejak zaman dahulu.
Inilah kisah seorang pedagang di Arab Saudi yang berpegang teguh untuk tidak hidup dari uang suap dan menerima balasan setimpal.
© Dream
Alkisah ada seorang pedagang di Arab Saudi. Ia bekerja di pelabuhan dan semua barang yang masuk harus mendapatkan tanda tangannya. Ia adalah pekerja yang konsisten, ia sama sekali tidak suka dan tidak mau menerima uang suap.
Tapi, berbeda dengan atasannya yang senang dengan uang suap. Atasannya berkata bahwa pedagang tersebut tak harus terlalu keras dan ketat dalam menyeleksi barang-barang yang masuk dari para penyuap agar urusan jadi mudah.
Dengan kata-kata atasannya tersebut, pedagang itu menjadi gemetar. Ia tak tahu harus melakukan apa. Ia sedih, penyesalan dan keraguan terasa mencekik lehernya. Godaan datang setiap waktu, ada yang memberinya dengan dalih hadiah, ada juga yang beralasan tanda terima kasih, dan lainnya.
© Dream
Selama ini, ia berhasil menolak godaan tersebut, tapi mau sampai kapan seperti ini? Ia pun takut, takut jika suatu saat ia tergoda menerima suap. Ada dua pilihan di hidupnya, yaitu meninggalkan jabatan dan pekerjaannya atau melanggar aturan Allah Ta'ala.
Dengan mantap, ia kemudian mengundurkan diri dari pekerjaannya. Tak lama setelah pengunduran dirinya, Allah Ta'ala mengaruniakan kapal kargo kecil untuknya. Ia gunakan untuk membawa barang-barang perniagaan.
© Dream
Kemudian, Allah Ta'ala kembali mengaruniakan kapal kargo yang ukuran lebih besar dari sebelumnya. Ia gunakan juga untuk mengangkut barang-barang. Barang yang diangkut kapalnya ia jaga dengan sangat hati-hati, seolah itu barang miliknya.
Keuletan dan amanah yang selalu dipegang membuat banyak orang senang menggunakan jasa kapal kargonya.
Suatu hari, salah satu kapal kargonya menabrak batu karang. Baca selengkapnya di sini
Kirimkan blog atau website kamu ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:
1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin di-publish
2. Sertakan link blog/web
3. Foto dengan ukuran high-res (tidak blur)
4. Isi diluar tangung jawan redaksi
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012