Memahami Makna Tafakur dan Jenis-Jenisnya

Reporter : Ulyaeni Maulida
Kamis, 17 September 2020 09:02
Memahami Makna Tafakur dan Jenis-Jenisnya
Dengan bertafakur, akan semakin menambah keyakinan dan keimanan dalam diri.

Dream – Tafakur salah satu cara untuk merenungi beragam bentuk kebesaran Allah SWT. Tafakur dimulai dari hati yang berpusat di dada, bukan dari akal yang berpusat di kepala.

Tafakur juga menjadi salah satu hal yang disukai Rasulullah SAW. Rasulullah SAW bersabda, " Merenung sesaat untuk (bertafakur) lebih besar nilainya daripada amal-amal kebajikan yang dikerjakan oleh dua jenis makhluk (manusia dan jin)." (HR Ibnu Majah).

Allah SWT telah menciptakan kehidupan di langit dan di bumi, agar menjadi pembelajaran bagi manusia.

Objek tafakkur tidak terbatas jumlahnya. Mulai dari penciptaan diri kita sendiri, penciptaan berbagai makhluk hidup di muka bumi, tatanan alam semesta, aneka peristiwa yang terjadi, serta hal-hal yang gaib hingga kehidupan akhirat.

1 dari 2 halaman

Makna Tafakur

Ilustrasi Berdoa© Ilustrasi Berdoa (Foto: Shutterstock.com)

 

Menurut para ulama, tafakur menjadi cara beribadah dalam diam. Tafakur menjadi cara untuk mensyukuri segala nikmat serta menjadikannya pembelajaran berharga dalam kehidupan.

Untuk itu, tafakur dimaknai sebagai cara makhluknya untuk beribadah dalam diam mengingat kebesaran Allah SWT karena hanya dilakukan melalui pikiran dan hati.

Allah SWT berfirman, ''Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), 'Wahai Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Mahasuci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka'.'' (QS. Ali Imran: 190-191).

Menurut para sufi, Tafakur adalah cara untuk memperoleh pengetahuan tentang tuhan dalam arti yang hakiki. Para Ulama mengatakan bahwa tafakur itu ibarat pelita hati, sehingga dapat terlihat baik dan buruk maupun manfaat dan madharat dari segala sesuatu.

2 dari 2 halaman

Ilustrasi Berdoa© Ilustrasi Berdoa (Foto: Shutterstock.com)

Menurut Syeikh Nawai al Bantani, tafakur terbagi dalam 5 macam yaitu:

  1. Tafakur melalui ayat-ayat Allah SWT. yaitu merenungi segala ciptaan Allah. Mulai dari penciptaan manusia dan makhuk hidup lainnya, hingga fenomena alam yang terjadi. Allah SWT berfirman, “ Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin. dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?” (Adz-Dzariyat: 20-21).
  1. Tafakur tentang segala nikmat yang Allah SWT berikan. Sehingga senantiasa melahirkan rasa syukur kepada Allah. Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; " Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim: Ayat 7).
  1. Tafakur tentang peringatan dari Allah SWT. tujuannya adalah agar manusia senantiasa memikirkan akhirat. Dan tidak bertindak semena-mena selama di dunia. Karena setiap perbuatan tentunya akan mendapat balasan kelak di hari akhir. “ Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah.” (Al-Lail: 5-7).
  1. Tafakur untuk merenungi janji-janji Allah SWT. dengan bertafakur akan semakin menambah semangat di hati seseorang untuk berbuat kebaikan. Dan menambah keimanan dalam dirinya.
  1. Tafakur untuk merenungi kelalaian diri sendiri. Sehingga senantiasa memperbaiki ibadahnya. Dan selalu berusaha untuk menjauhi segala perbuatan yang dilarang. Tafakur ini dapat menumbuhkan rasa malu di hati seseorang.

 

(Sumber:islam.nu.or.id dan sumber lainnya)

Beri Komentar