Pilu, Pesan Terakhir Perawat yang Meninggal karena Corona

Reporter : Sugiono
Jumat, 10 April 2020 12:01
Pilu, Pesan Terakhir Perawat yang Meninggal karena Corona
Dia menjadi petugas medis pertama yang meninggal di kotanya karena virus corona.

Dream - Kious Jordan Kelly, seorang kepala perawat di Mount Sinai West Hospital, Manhattan, Amerika Serikat menjadi petugas kesehatan pertama di Kota New York yang meninggal karena virus corona.

Sebelumnya dia dirawat di rumah sakit pada 17 Maret lalu. Tapi kondisi Kelly semakin memburuk sebelum akhirnya meninggal dunia seminggu kemudian.

Pesan terakhir Kelly yang memilukan untuk sang kakak, Marya Sherron, mendapat perhatian luas dari media.

1 dari 7 halaman

Pesan Terakhir yang Memilukan

Dalam pesan terakhir itu, Kelly menulis bahwa dia kesulitan untuk bernapas, dan dia ingin tidur saja.

" Tidak bisa bicara karena seperti tercekik dan susah bernapas. Aku sayang Kakak. Mau tidur lagi," bunyi pesan terakhir Kelly kepada kakaknya Sherron.

 Pesan terakhir perawat sebelum meninggal dunia karena virus corona.© NBC New York

Lebih dari seminggu setelah pesan terakhir itu, Sherron dan keluarganya menunggu kepulangan jenazah Kelly di rumah mereka di Michigan.

2 dari 7 halaman

Janji Bantuan Itu Tak Pernah Terjadi

Sherron mengatakan Gubernur Andrew Cuomo secara pribadi pernah menelepon orangtuanya untuk menawarkan bantuan.

Sebuah penerbangan seharusnya sudah berangkat untuk menjemput jenazah Kelly pada Kamis lalu. Namun hal itu tak pernah terjadi.

Akhirnya, orangtuanya terpaksa membawa pulang jenazah Kelly ke Michigan menggunakan mobil biasa.

" Kami yang mengurus semuanya sendiri," kata Sherron kepada Ayman Mohyeldin dari MSNBC.

3 dari 7 halaman

Memperjuangkan Keselamatan Petugas Medis

Sherron yakin adiknya itu tertular virus corona karena di rumah sakit tempatnya bertugas kekurangan Alat Pelindung Diri (ADP).

Karenanya, setelah kematian adiknya, Sherron akan terus memperjuangkan kesehatan dan keselamatan petugas medis yang berada di garis depan merawat pasien Covid-19.

" Saya dan keluarga, atas nama adik saya, akan terus memperjuangkan keselamatan petugas medis di Kota New York," kata Sherron.

(Sah, Sumber: NBC New York)

4 dari 7 halaman

Foto-Foto Ini Tunjukan Realita Beratnya Pekerjaan Petugas Medis di Wuhan

Dream - Jumlah pasien terinfeksi virus Corona di China semakin meningkat, khususnya di Wuhan, kota pertama yang dilanda wabah mematikan ini.

Data terbaru pada Jumat 31 Januari 2020, virus yang juga dikenal dengan 2019-nCov itu yelah menginfeksi 9.776 orang di sekujur Bumi ini. Sebanyak 213 di antaranya meninggal dunia.

Kasus infeksi virus Corona terbanyak berasal dari Wuhan. Pemerintah China pun terus berupaya mengirim ribuan pekerja medis untuk memerangi virus mematikan tersebut.

Dua rumah sakit dibangun khusus menampung pasien terinfeksi. Rumah sakit pertama dibangun dengan kapasitas mencapai 1000 pasien. Rumah sakit ke dua bisa menampung hingga 1.300 pasien yang terjangkit virus corona.

Ribuan petugas medis berjibaku menyelamatkan warga yang terinfeksi. Foto-foto di bawah ini memperlihatkan persiapan para petugas medis di shift kerja pertama mereka usai di kirim ke Wuhan. Dan juga bagaimana beratnya pekerjaan yang mereka lakukam.

Dilansir oleh boredpanda.com, yuk intip foto-foto perjuangan para petugas medis Wuhan di bawah ini:

5 dari 7 halaman

Memotong Rambut

Para petugas medis di Wuhan harus rela rambutnya di potong agar meminimalisir penularan virus.

 Wuhan© dream.co.id

Image credits: Astroboys2019

 Wuhan© dream.co.id

Image credits: Astroboys2019

 Wuhan© dream.co.id

Image credits: Astroboys2019

 Wuhan© dream.co.id

Image credits: Astroboys2019

 Wuhan© dream.co.id

Image credits: Astroboys2019

 Wuhan© dream.co.id

Image credits: Astroboys2019

 Wuhan© dream.co.id

Image credits: Astroboys2019

 Wuhan© dream.co.id

Image credits: Astroboys2019

6 dari 7 halaman

Seragam Proteksi

Petugas medis di China diwajibkan untuk mengenakan seragam proteksi. Mereka juga harus menamai seragamnya masing-masing agar tak tertukar satu sama lain.

 Wuhan© dream.co.id

Image credits: Astroboys2019

 Wuhan© dream.co.id

Image credits: Astroboys2019

Tak lupa mereka juga mengenakan perlengkapan lain, seperti masker dan kacamata

 Wuhan© dream.co.id

Image credits: Astroboys2019

 Wuhan© dream.co.id

Image credits: Astroboys2019

 Wuhan© dream.co.id

Image credits: Astroboys2019

 Wuhan© dream.co.id

Image credits: Astroboys2019

 Wuhan© dream.co.id

Image credits: Astroboys2019

 Wuhan© dream.co.id

Image credits: Astroboys2019

 Wuhan© dream.co.id

Image credits: Astroboys2019

 Wuhan© dream.co.id

Image credits: Astroboys2019

 Wuhan© dream.co.id

Image credits: Astroboys2019

7 dari 7 halaman

Kelelahan

Petugas medis di China mendapat tekanan yang luar biasa. Banyak terlihat petugas medis bisa tertidur dimana saja karena kelelahan.

 Wuhan© dream.co.id

Image credits: Astroboys2019

 Wuhan© dream.co.id

Image credits: Astroboys2019

 Wuhan© dream.co.id

Image credits: Astroboys2019

 Wuhan© dream.co.id

Image credits: Astroboys2019

Beri Komentar
Melihat Kelanjutan Nasib Konser Tunggal Ayu Ting Ting